10 Fakta Unik Shirakawago yang Wajib Diketahui

Jika Sahabat Silir menghendaki tempat yang sunyi, tenang dan damai, datanglah ke Shirakawago yang berada di Prefektur Gifu. Tempat ini merupakan bagian paling tengah dari Pulau Honshu.

Sahabat Silir tentu sudah acap kali mendengar tentang berbagai destinasi wisata menarik yang ada di Jepang. Tokyo barangkali menjadi kota pertama yang selalu disebut saat membicarakan hal tersebut.

Hal ini memang tak terlepas dari perannya sebagai ibu kota negara sekaligus kota besar. Praktis, wisatatawan pun ingin datang ke sana. Mengingat sebagai kota besar, tentu saja suasana khas metropolitan yang riuh tak bisa dihindari—meski Jepang memang sangat menjaga adatnya.

Namun, jika Sahabat Silir menghendaki tempat yang sunyi, tenang dan damai, datanglah ke Shirakawago yang berada di Prefektur Gifu. Tempat ini merupakan bagian paling tengah dari Pulau Honshu. Kondang sebagai desa kuno yang mempertahankan adat istiadatnya hingga kini, Shirakawago pun begitu menarik dikunjungi di musim dingin.

Lalu, apa yang membuatnya begitu istimewa?

Jangan beranjak! Sibuk Liburan akan berbagai sederet fakta unik yang wajib Sahabat Silir ketahui di Shirakawago.

10 Fakta Unik Shirakawago yang Wajib Diketahui

Shirakawago

1
Desa Warisan Dunia

Shirawakago merupakan desa kuno di Jepang yang sudah ada sejak abad ke-11. Desa ini kemudian ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan UNESCO pada 1995. Penetapan itu sendiri tak terlepas dari nilai sejarah dan sosialnya yang begitu tinggi.

Nilai-nilai tersebut masih dipegang erat oleh masyarakatnya hingga kini. Warisan budaya yang paling nyata di tempat ini adalah rumah-rumah tradisional yang juga menjadi tempat tinggal penduduknya.

2
Rumah tradisional Gassho-zukuri

Rumah tinggal nan unik yang dimaksud adalah Gassho-Zukuri. Nama yang baru saja disebut berarti bentuk tangan untuk berdoa. Rumah-rumah itu meiliki keunikan pada bentuk atapnya yang lancip dan tinggi. Bentuk ini menyerupai pemuka agama Buddha yang tengah berdoa.

Bukan sekedar mengejar bentuk yang unik agar terlihat indah, bentuk atap lancip yang dari jauh tampak seperti segi tiga itu sengaja dibuat mempertimbangkan alasan keamanan. Ya, kemiringan atap itu mencapai 60 derajat yang dimaksudkan agar saat musim dingin, salju yang jatuh ke atap bisa segera meluncur ke tanah. Dengan demikian, tidak ada penumpukan salju yang membebani atap dan berpotensi merubuhkan bangunan.

3
Rumah dibangun searah

Gassho-zukuri pun dibangun dengan cara yang unik, yaitu atap rumah mengarah seragam. Rumah-rumah penduduk itu, atapnya mengarah ke barat dan ke timur saja dan tidak ada yang mengarah ke seletan dan utar. Hal ini dilandasi pertimbangan dengan atap menghadap ke barat serta timur, maka saat musim dingin, sinar matahari masih bisa masuk ke sela-sela rumah—sehingga sedikit memberi kehangatan.

Di samping itu, dengan terkena sinar matahari salju akan lebih cepat meleleh, sehingga tak menumpuk di atap. Sementara di sisi selatan dan utara rumah ada ventilasinya.

4
Atap berbahan jerami tebal

Bukan saja bentuknya yang unik, melainkan material yang digunakan di atap Gassho-zukuri. Ya, atapnya berbahan jerami tebal dan bukan menggunakan material atap yang dijual di toko-toko bangunan.

Penggunaan jerami tebal pada atapnya tersebut bertujuan agar saat musim dingin, suhu dalam rumah lebih hangat. Sungguh pemikiran yang sangat spektakuler bukan?! Mengingat rumah-rumah itu sudah ada sejak beraba-abad silam.

5
Tak ada paku dalam pembuatan rumah

Keunikan lainnya dalam pembangunan atap atau rumah gassho­ adalah tidak menggunakan paku. Sebagai gantinya bagian atap maupun dinding bangunan yang terbuat dari kayu ditautkan dengan jalinan jerami atau disebut neso.

BACA JUGA: Serunya Belanja Oleh-oleh di Takayama

Terkait penggunaan bahan dinding rumah yang menggunakan kayu, juga tidak terlepas dari kondisi cuaca di Shirawakago. Mengingat kala musim dingin suhu di desa ini sampai minus derajat celcius, masyarakat memilih menggunakan material kayu agar suasana dalam rumah lebih hangat.

6
Rumah tahan gempa

Seperti diketahui bahwa Jepang adalah salah satu negara di dunia yang ‘langganan’ di guncang gempa. Mensiasati kondisi ini, masyarakat pun membangun rumah-rumah tahan gempa. Rupanya, desain rumah tahan goncangan juga sudah dirancang sejak berabad silam oleh masyakarat desa Shirakawago.

Penggunaan material alam, seperti jerami dan kayu pada rumah mereka, ditambah pengait rumah tanpa paku, justru membuat bangunan tersebut tahan gempa. Desain rumah yang demikian itu juga mampu menahan angin kencang.

7
Bangun rumah dengan gotong royong

Nah, hal unik lainnya adalah kebiasaan masyarakat Shirakawago yang suka bergotong royong. Pembangunan rumah gassho umumnya akan melibatkan banyak anggota masyakarakat, termasuk saat penggantian atap.

Tujuannya, selain meringankan beban pemilik rumah, agar rumah yang direnovasi segera selesai. Dengan demikan, pemilik rumah bisa segera menempati kembali rumahnya. Menyusul semakin tenarnya Shirakawago sebagai destinasi wisata, bukan tak mungkin saat Sahabat Silir ke sana akan menjumpai rumah penduduk yang tengah direnovasi.

Turis pun acap kali ikut terlibat di dalamnya. Meski demikian, pemandangan renovasi rumah juga tidak akan terlihat jika Sahabat Silir bertandang ke Shirakawago di musim dingin.

8
Memiliki pemandangan sangat indah

Shirakawago merupakan kumpulan dari desa kecil yang berdekatan, yaitu Ogimachi, Ainokura dan Sugunama. Ketiga desa mungil ini membentuk sebuah kawasan pedesaan terpencil dengan luas keseluruhan mencapai 68 hektare. Lokasinya berada di kaki Gunung Ryohaku dan berada di lembah Sungai Shogawa. Berkat posisi geografisnya itu, Shirakawago memiliki pemandangan alam yang menakjubkan.

Saat musim dingin, akan tampak barisan rumah-rumah berselimut salju berpadu dengan pohon-pohon di berbagai sudut dan ketinggian yang tertutup salju. Panorama ini seperti ada di dongeng-dongeng anak-anak.

9
Hutan salju terbesar di dunia

Shirakawago memang juaranya wisata musim dingin di Jepang. Desa terpencil ini bahkan menyandang predikat sebagai hutan salju terbesar di dunia sekaligus tempat paling banyak diselimuti salju kala musim dingin di Negeri Sakura.

Memasuki desa ini, Sahabat Silir bakal disambut dengan hujan salju dan pemandangan pegunungan Rhyohaku yang memutih bak kue putri salju raksasa. Suhu rata-rata saat musim dingin berkisar -10 derajat celcius hingga paling hangat 10 derajat celcius.

10
Ada tungku api di setiap rumah

Bak rumah-rumah penduduk di banyak pedesaan di Indonesia yang masih menggunakan tungku api di dapur, rumah-rumah gassho juga memiliki tungku api di dalamnya.

Hanya saja bedanya, jika orang Indonesia menggunakan tungku api untuk memasak—walau belakangan juga sebagai pelengkap saja karena sudah banyak yang menggunakan kompor gas, di gassho-zukuri rumah-rumah menggunakan tungku api tidak saja untuk memasak, tetapi juga sebagai penghangat ruangan.

Efek dari penggunaan tungku api, atap dalam rumah menjadi hitam terkena asap. Orang Jawa sering mengatakan nglanges. Namun, justru kepulan asap itu yang membuat kayu dan juga atap rumah menjadi tahan rayap dan hewan-hewan lainnya. Tak mengherankan jika rumah gashho pun bisa bertahan hingga ratusan tahun. Hmm.. so amazing ya!

Nah, demikian beberapa fakta unik di Shirakawago yang wajib Sahabat Silir ketahui, terlebih jika ingin bertandang ke sana. Akhirnya, semoga info ini bermanfaat dan jangan lupa, jika akan berlibur musim dingin di Shirakawago, siapkan baju-baju hangat. Selamat berlibur. (y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin kamu juga suka

Everest! Menjadi Impian Pendaki, Namun Juga Titik Terngeri di Bumi

Siapa tak mengenal Everest?! Ya, puncak gunung tertinggi di dunia itu memang memikat dan menjadi tempat impian bagi...

Ini Lho 4 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berlibur di Kawah Putih

Jika Banyuwangi kondag dengan Kawah Ijen yang memiliki kawah berwarna biru atau ‘blue fire’ pada dini hari, Bandung memiliki Kawah Putih. Seperti...

Serunya Menjelajah Qianling Mountain Park

Tempat mana yang Sahabat Silir pikirkan untuk dikunjungi saat melancong ke China? Tembok Besar, Kota Terlarang, Beijing atau Hainan?

Melihat Kebun Wasabi Daio Matsumoto Di Jepang

Wasabi Daio Matsumoto - Jika Sahabat Silir bersantap di restauran Jepang, tentu tidak asing dengan sesuatu yang berbentuk pasta hijau yang...

Tips Mudik Agar Tetap Aman dan Sehat

Sibuk Liburan - Musim Mudik Lebaran 2019 segera tiba. Sahabat Silir yang akan melakukan mudik, pastinya pun sudah mempersiapkan banyak hal, baik...

Terbaru

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke luar negeri. Paspor sendiri adalah...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban jiwa maupun pasien yang terkena virus yang diklaim berasal...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak, melainkan juga lantaran banyaknya kekayaan alam dan budaya yang...

Aneh tapi Nyata! Wine Mengalir di Keran Warga di Italia

Umumnya keran yang tersambung ke rumah akan berisi aliran air bersih untuk kepentingan sehari-hari. Namun, kejadian satu ini aneh bin ajaib!