5 Fakta Bunga Sakura yang Membuatnya Begitu Istimewa

Bunga Sakura bagi negara Jepang memiliki tempat tersendiri di hati sebagian besar warganya.

Bunga Sakura bagi negara Jepang memiliki tempat tersendiri di hati sebagian besar warganya. Sebagai bunga nasional yang hanya tumbuh sekali dalam setahun, momentum musim semi seolah tak bisa dipisahkan dari keberadaannya.

Nyatanya ada begitu banyak hal menarik terkait dengan bunga yang waktu mekarnya selalu diwartakan di berbagai media Jepang ini. Berikut adalah sejumlah fakta bunga sakura yang menjadikannya begitu istimewa:

1
Dijadikan Lambang dan Simbol

Bunga ini dikenal sebagai merupakan sebuah simbol harapan. Sakura juga merupakan simbol dari persahabatan Jepang dengan Amerika Serikat yang mempererat hubungan diplomatiknya melalui pertukaran tanaman tersebut. Hal inilah yang menjadi asal muasal keberadaan sakura di Negeri Paman Sam tersebut.

Bunga ini juga banyak diukirkan ke dalam koin mata uang Yen. Masing-masing seragam Self Defence Forces yang (sebutan tentaranya Jepang) bahkan memiliki logo bunga ini.

2
Dapat Dikonsumsi

Tak hanya untuk dipandangi, bunga sakura rupanya juga dapat dikonsumsi. Berbagai merek makanan dan minuman terkenal bahkan kerap mengeluarkan seri rasa bunga ini pada produk mereka.

Sakurayu merupakan salah satu minuman teh herbal khas Jepang yang terbuat dari sakura kering dan memiliki cita rasa sedikit asin. Sebelum diolah biasanya daun atau bunga sakura melewati proses shiozuke, dimana daun atau kelopak sakura direndam dengan cuka dan garam, kemudian dikeringkan menjadi Sakurazuke.

Mochi sakura adalah salah satu jenis manisan yang menggunakan daun sakurazuke dalam penyajiannya.

3
Usia Pohon dan Bunga yang Kontradiktif

Pohon sakura merupakan tanaman yang mampu berusia panjang. Jindai Sakura yang berada di Kuil Jissou merupakan salah satu pohon sakura tertua di Jepang yang usianya telah mencapai 2.000 tahun. Selain itu, terdapat pula sakura jenis shidarezakura berusia 1.000 tahun lebih di Fukushima yang bernama Miharu Takizakura.

Namun begitu bunga ini memiliki usia mekar yang sangat pendek, yaitu hanya sekitar seminggu. Hal inilah yang melatari pemaknaan bunga ini sebagai lambang kerapuhan dan kecantikan yang singkat. Hazakura merupakan sebuah nama yang diberikan saat bunga ini memasuki fase kerontokan.

4
Memiliki Waktu Khusus Tersendiri

Tanggal 27 Maret merupakan waktu yang ditetapkan sebagai Hari Sakura. Hal ini memiliki kaitan erat terhadap pendirian Yayasan Sakura pada tahun 1992.

Orang Jepang juga memiliki waktu khusus untuk menikmati keindahan bunga ini, salah satunya adalah dengan tradisi Hanami. Pada saat tersebut, orang Jepang akan melakukan piknik di sekitar sakura sembari, makan, minum atau pun bermain.

Selain itu, terdapat pula Yozakura yang merupakan tradisi melihat sakura pada malam hari, sembari menggantungkan lentera pada pohon untuk meneranginya.

5
Dinamakan Sesuai dengan Jumlah Kelopaknya

Bunga Sakura memiliki jumlah kelopak yang berbeda-beda pada setiap jenisnya. Oleh karenanya, bunga ini dinamakan berdasarkan jumlah kelopaknya seperti Hitoe untuk jenis lima kelopak, Hanyae yang berkisar 5 hingga 10 kelopak, dan Yae yang memiliki lebih dari 10 kelopak.

Keindahan sakura tak hanya sebatas sampai disitu saja. Nama bunga ini juga umum dipergunakan sebagai nama anak perempuan. Bunga ini juga merambah kepopulerannya di dunia sebagai aroma parfum. Uniknya meski lekat dengan imej negeri Jepang, kabarnya tanaman ini diyakini berasal dari pegunungan Himalaya yang ada di perbatasan Eropa dan Asia.

Pohon ini memerlukan perawatan khusus disebabkan kondisinya yang rentan membusuk jika tergores. Oleh karenanya, warga Jepang akan berhati-hati saat berada di sekitar pohonnya agar tidak sampai melukai batangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Mungkin kamu juga suka

Terbaru