Temuan Baru, Ada Patung Sphinx Berkepala Domba di Mesir

Penelitian di situs ini sendiri dipimpin oleh arkeolog Universitas Lund, Swedia. Mereka menyebut temuan Sphinx berkepala domba itu sebagai criospinx. Ukuran patung tersebut mencapai 5 meter, dengan tinggi 3,5 meter.

0
317
Patung Sphinx Berkepala Domba

Kabar terbaru datang dari dunia arkeologi. Sebuah patung Sphinx ditemukan dalam sebuah penggalian di Mesir. Tak seperti kabanyakan patung Sphinx yang ada sebelumnya, kali ini Spinx yang ditemukan berkepala domba. Diperkirakan usia patung tersebut telah mencapai 3.000 tahun.

Para arkeolog yang berhasil menemuka patung itu berasal dari Swedia dan Mesir. Mereka menemukan patung tersebut saat melakukan penggalian di Gebel el Silsila, Mesir. Selain patung Spinx, para arkeolog juga menemukan berbagai artefak di situs ini.

Patung Sphinx Berkepala Domba di Mesir

Merujuk pada temuan sementara yang ada, diperkirakan tempat atau situs penggalian ini dulunya merupaka bengkel atau workshop, di mana para pengrajin membuat patung dan perabotan dari tembikar.

BACA JUGA: 10 Kuliner Khas Mesir yang Wajib Dicoba

Indikasi ini diperkuat dengan ditemukannya ratusa potongan kecil patung dan hierogliph, di mana para murid tengah latitan. Ditengarai pula jika bengkel ini berasal dari masa pemerintahan Amenhotep III, kakek dari Raja Tutankhamon.

FOTO: Gebel el Silsila Project

Penelitian di situs ini sendiri dipimpin oleh arkeolog Universitas Lund, Swedia. Mereka menyebut temuan Sphinx berkepala domba itu sebagai criospinx. Ukuran patung tersebut mencapai 5 meter, dengan tinggi 3,5 meter. Meski demikian, belum seluruh bagian dari patung tersebut berhasil digali, hanya bagian perut saja yang sudah berhasil digali.

Para pemeliti juga menemuka Sphinx yang lebih kecil yang dibuat oleh para murid di workshop tersebut. Potongan patung Cobra yang terlilit di bagian mahkota dari kepala Sphinx juga ditemukan. Tampak bahwa patung tersebut dipahat dengan begitu rapi di batuan kapur di situs tersebut.

Para peneliti memperkirakan jika patung ini siap dipindahkan dan disimpan dalam bentuk potongan yang terindikasi dari adanya patahan patung yang ditemukan. “Kedua patung itu disimpan dalam bentuk potongan-potongan, dan siap untuk dipindahkan, tapi sepertinya ditinggalkan begitu saja di situs Gebel el Silsila, buktinya ada bagian patung yang patah,” kata peneliti itu.

FOTO: Gebel el Silsila Project

Para peneliti juga menyebut jika potongan hierogliph di situs ini sama seperti yang ditemukan di reruntuhan kuil Amenhotep III yang dihancurkan. Dari tulisan di hieropgliph diketahui bahwa penguasa saat itu memerintah 3.350 tahun yang lalu.

Peneliti juga masih terus berupaya membaca hierogliph tersebut untuk membuka tabir tentang temuan baru itu. Sejauh ini penggalian masih belum selesai dan rencananya akan dilanjutkan kembali di musim berikutnya.

BACA JUGA: Wajib Tahu, 5 Fakta Menarik Tiga Piramida Mesir

Sementara itu, selain dikenal dengan Sphinx-nya, Mesir juga kondang dengan paramida. Dua hasil kebudayaan masa lalu itu memang banyak ditemukan di negara yang masuk kawasan Benua Afrika itu. Piramida sendiri merupakan tempat untuk menyimpan atau memakamkan jasad para raja-raja di masa pemerintahan Firaun.

Piramida yang paling besar dan melegenda adalah piramida Giza yang berada di kawasan El Giza. Piramida ini menjadi tujuan wisata yang tetap ‘hits’ di Mesir sampai saat ini. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here