Demi Lingkungan, Air New Zealand Hadirkan Gelas Kopi dari Biskuit

COVER: www.travelandleisure.com
Saat ini, uji cobanya sendiri memang telah dilakukan menggunakan biscotti rasa vanilla – biskuit khas Italia.

Bagaimana rasanya membayangkan menyeruput kopi kemudian melahap cangkirnya hingga tak bersisa?

Hal itu tampaknya tidak akan menjadi sesuatu yang aneh lagi, sebab maskapai Air New Zealand akan menghadirkan terobosan tersebut kepada para penumpangnya.

Air New Zealand Hadirkan Gelas Kopi dari Biskuit

Dilansir dari Liputan6.com (14/12/2019), Air New Zealand bekerja sama dengan perusahaan Twiice untuk memproduksi cangkir ramah lingkungan ini. Saat ini, uji cobanya sendiri memang telah dilakukan menggunakan biscotti rasa vanilla – biskuit khas Italia.

Demi Lingkungan, Air New Zealand Hadirkan Gelas Kopi dari Biskuit 1
Foto: Business Traveller

Pemilihan biscotti sendiri diklaim akan tetap renyah meski diisi kopi panas sekalipun. Meski begitu, biskuit ini juga tidak keras, sehingga mudah untuk dikunyah.

Disebutkan juga bahwa gelas kopi ini bebas dari bahan pengawet. Namun begitu, gelas-gelas tersebut disebut tetap dapat bertahan hingga pesawat mendarat di tujuan.

BACA JUGA: Ini 5 Alasan Harus Liburan ke Selandia Baru

Kendati demikian, sampai saat ini bahan baku utama untuk pembuatan gelas ini masih bergantung terhadap terigu, sehingga tak cocok dikonsumi bagi penderita alergi gluten atau mereka yang sedang menjalani program diet. Selain itu, biscotti kemungkinan memuat bahan telur dan produk susu, sehingga kurang ramah bagi para vegan.

Menanggapi hal ini, Twiice berjanji ke depannya akan mencoba menghadirkan racikan resep cangkir yang bebas dari gluten serta bisa dikonsumsi oleh orang vegetarian. Pihaknya juga akan terus berusaha menyempurnakan produk ini, salah satunya adalah dengan menambah varian rasa coklat.

Air New Zealand memaparkan dasar gebrakan yang dilakukannya adalah untuk mengurangi sampah gelas sekali pakai yang biasa digunakan. Menurut BBC.com (05/12/2019), maskapai ini diperkirakan bisa menyajikan hingga 8 juta gelas kopi dalam setahunnya.

Di wilayah Britania Raya, sebanyak 2,5 milyar gelas kopi diperkirakan dikirim ke pembuangan setiap tahunnya. Sayangnya, hanya sekitar 0,25 persen dari semua sampah tersebut yang mengalami daur ulang.

Sebelum beralih dengan gelas kopi yang bisa dimakan, Air New Zealand pernah mencoba untuk menggunakan cangkir berbahan dasar kertas dan jagung. Dalam uji cobanya sendiri, penggunaan gelas kopi akan dicoba saat berada di darat dan ketika pesawat mengudara.

BACA JUGA: Urutan 10 Maskapai Terbaik Untuk Dinaiki di Tahun 2019

Gelas kopi berbahan dasar plastik sekali pakai merupakan salah satu material yang paling dihindari untuk tidak menambah beban sampah bumi. Oleh karenanya, sebagian besar maskapai penerbangan umumnya lebih memilih menggunakan mug berbahan dasar keramik.

Meski begitu hal ini bukan tanpa diiringi resiko, dimana cangkir keramik ini bisa saja tak sengaja terjatuh dan melukai penumpang. Oleh karenanya, ide cangkir kopi yang bisa dimakan ini dianggap sebagai sebuah terobosan yang tepat dalam menekan resiko tersebut.

Dengan mendukung perbaikan lingkungan, bukan berarti Air New Zealand terlepas dari sindiran negatif. Tak dapat dipungkiri, industri maskapai penerbangan turut menyumbang emisi bahan bakar yang bisa menimbulkan efek rumah kaca. Oleh karenanya, aksi penyelamatan lingkungan ini dianggap cukup kontradiktif. (AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin kamu juga suka

Mengulik Glass Sky Walk, Jembatan Kaca Terpanjang di Dunia

China  memang juaranya bikin ‘dunia gempar’. Etzz.. tapi jangan salah, ‘kegemparan’ yang satu ini bukan soal keributan politik. Namun, ‘kehebohan’ ini tak...

Papeda Jayapura, Lezatnya Tiada Tara

Diantara sekian banyak makanan khas Indonesia Timur tersebut, Papeda Jayapura menempati urutan pertama. Kelazatannya yang tiada tara, membuat Papeda Jayapura dijadikan menu utama di sejumlah...

Resmi Masuk Indonesia, Ikuti Tips Ini Agar Terhindar Virus Corona

Beberapa hari yang lalu Indonesia dihebohkan dengan kabar 2 warga yang positif terkena virus corona.Tak sedikit warga...

Mengulik Tradisi dan Sejarah Festival Lentera di China

Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek dikenal sebagai hari raya terbesar. Setiap tahun, lebih dari 1 milyar etnis China baik yang tinggal...

Menjajal Kuliner Jalanan di Pattaya Beach Road

Makanan Thailand memang terkenal akan cita rasanya. Tak ayal, rasa sedap kuliner Negeri Gajah Putih selalu mampu menarik minat kunjungan wisata dari berbagai belahan...

Terbaru

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke luar negeri.Paspor sendiri adalah...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban jiwa maupun pasien yang terkena virus yang diklaim berasal...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak, melainkan juga lantaran banyaknya kekayaan alam dan budaya yang...

Aneh tapi Nyata! Wine Mengalir di Keran Warga di Italia

Umumnya keran yang tersambung ke rumah akan berisi aliran air bersih untuk kepentingan sehari-hari. Namun, kejadian satu ini aneh bin ajaib!

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak,...
WhatsApp Chat via WhatsApp