Cerita Batik Air yang Ditugaskan Menjemput WNI di Wuhan

COVER: Ilustrasi Batik Air ke Wuhan
Dalam misi besar ini, Batik Air mendapatkan amanat sebagai maskapai penerbangan yang bertugas menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan

Virus corona yang mulai merebak dari Wuhan, China telah menjadi topik panas dalam beberapa waktu belakangan. Munculnya virus yang bersumber dari hewan itu sudah menyebabkan kelumpuhan banyak sektor bisnis dan tentunya, sektor kesehatan sendiri.

Banyak korban jatuh, baik yang mengidap maupun yang harus meregang nyawa. Hingga kini ribuan orang di Tiongkok dilaporkan terpapar virus tersebut dan ratusan nyawa yang harus melayang.

BACA JUGA: Virus Corona Merajalela, Indonesia Pilih Bidik Turis India dan Eropa

Menyusul semakin gentingnya keadaan, banyak negara melakukan tindakan ketat, mulai dari menutup akses penerbangan dari dan ke Negeri Tirai Bambu hingga memulangkan warga negaranya dari negara tersebut.

Opsi ini pula yang ditempuh pemerintah Indonesia. Sebagaimana dikabarkan beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia memilih memulangkan banyak warga negaranya yang berada di Negeri Panda itu demi menghindari terpaparnya virus corona. Penjemputan pun dilakukan.

Cerita Batik Air yang Ditugaskan Menjemput WNI di China

Dalam misi besar ini, Batik Air mendapatkan amanat sebagai maskapai penerbangan yang bertugas menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu.

Dalam misi tersebut sebanyak 238 WNI berhasil dievakuasi dari kota pertama mulai merebaknya virus corona itu. Pesawat Batik Air yang digunakan untuk menjemput tersebut adalah jenis Airbus A330-300 CEO dengan Captain Destyo Usodo beserta krunya sebagai petugasnya.

Foto: Bisnis Tempo.co

Pihak Batik Air pun mengisahkan soal penugasan tersebut. Disampaikan Edward Sirait, presiden direktur Lion Air Group, alasan dipilihnya Batik Air untuk menjalanka misi kemanusiaan tersebut lantaran sudah memiliki rute penerbangan ke China.

“Kami sudah punya rute ke China. Kami juga sudah mengantongi izin beroperasi di China. Pesawat kami siap. Jadi saat menerima penugasan dari pemerintah, kita tidak perlu berpikir yang lain. Kita terima penugasan ini, selama pemerintah memang yakin kami mampu melakukannya,” kata Edward di Gedung Lion Air Group Simulator, Jalan Trikora I, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, akhir pekan lalu.

Saat menerima tugas evakuasi WNI dari negara dengan penduduk terbesar di dunia itu, Lion Air Group tak berharap apresiasi apa pun dari pemerintah. Penunjukan itu sendiri sudah merupakan sebuah apresiasi, karena diberi tugas menjalankan misi mulia.

BACA JUGA: Virus Corona ‘Lumpuhkan’ 5 Kota di China

“Saya pikir dari pemerintah menunjuk kami itu sudah apresiasi. Artinya kami diberi kepercayaan. Itu sebagai apresiasi buat kami. Kami dianggap mampu melakukan misi ini,” tambah Edward.

Ihwal penugasa 18 kru yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut, pihaknya juga mennyebut tak ada seleksi khusus, karena mereka memang siap ditugaskan ke mana pun dan kapan pun.

“Sebenarnya, mereka adalah kru aktif yang tadinya mau diterbangkan ke suatu tujuan, tapi kita sampaikan ada misi kemanusiaan ini dan mereka siap. Jadi tidak ada rasa ketakutan. Mereka melakukannya dengan tulus. Tanpa bertanya, mereka siap berangkat saja,” ucapnya. (y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin kamu juga suka

Liburan ke Luar Negeri: Pergi Sendiri atau Dengan Paket Wisata?

Libur akan tiba! Waktunya beristirahat sejenak dari rutinitas selama ini. Mau jalan-jalan di dalam negeri atau luar negeri? Semua terserah keinginan dan...

Mengenal Kimono, Pakaian Tradisional Jepang yang Mendunia

Sahabat Silir tentu mengenal kimono, pakaian tradisional Jepang yang ikonik dan memiliki bentuk yang khas. Pakaian tradisional ini memang mendunia, karena bangsa Jepang selalu bangga...

Mengenal Ragam Festival Alkohol di Dunia

Di banyak negara Barat, alkohol adalah minuman yang legal. Tak mengherankan jika meninuman beralkohol juga dijual di banyak tempat.

Mengenal Eksotisme Raja Ampat Lewat Festival Bahari

Indonesia Timur menyimpan keindahan alam yang begitu unik dan mempesona. Salah satu tempat yang tak asing lagi adalah Raja Ampat, Papua Barat. Bahkan banyak...

Batal Ditutup, Pulau Komodo Akan Jadi Tempat Wisata Eksklusif, Tiketnya 14 Juta?

Beberapa waktu lalu bergulir rencana penutupan Pulau Komodo pada 2020 mendatang. Wacana tersebut mulai bergulir menyusul keinginan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor...

Terbaru

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke luar negeri. Paspor sendiri adalah...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban jiwa maupun pasien yang terkena virus yang diklaim berasal...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak, melainkan juga lantaran banyaknya kekayaan alam dan budaya yang...

Aneh tapi Nyata! Wine Mengalir di Keran Warga di Italia

Umumnya keran yang tersambung ke rumah akan berisi aliran air bersih untuk kepentingan sehari-hari. Namun, kejadian satu ini aneh bin ajaib!

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak,...