Cerita Batik Air yang Ditugaskan Menjemput WNI di Wuhan

COVER: Ilustrasi Batik Air ke Wuhan
Dalam misi besar ini, Batik Air mendapatkan amanat sebagai maskapai penerbangan yang bertugas menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di Wuhan

0
273

Virus corona yang mulai merebak dari Wuhan, China telah menjadi topik panas dalam beberapa waktu belakangan. Munculnya virus yang bersumber dari hewan itu sudah menyebabkan kelumpuhan banyak sektor bisnis dan tentunya, sektor kesehatan sendiri.

Banyak korban jatuh, baik yang mengidap maupun yang harus meregang nyawa. Hingga kini ribuan orang di Tiongkok dilaporkan terpapar virus tersebut dan ratusan nyawa yang harus melayang.

BACA JUGA: Virus Corona Merajalela, Indonesia Pilih Bidik Turis India dan Eropa

Menyusul semakin gentingnya keadaan, banyak negara melakukan tindakan ketat, mulai dari menutup akses penerbangan dari dan ke Negeri Tirai Bambu hingga memulangkan warga negaranya dari negara tersebut.

Opsi ini pula yang ditempuh pemerintah Indonesia. Sebagaimana dikabarkan beberapa waktu lalu, pemerintah Indonesia memilih memulangkan banyak warga negaranya yang berada di Negeri Panda itu demi menghindari terpaparnya virus corona. Penjemputan pun dilakukan.

Cerita Batik Air yang Ditugaskan Menjemput WNI di China

Dalam misi besar ini, Batik Air mendapatkan amanat sebagai maskapai penerbangan yang bertugas menjemput Warga Negara Indonesia (WNI) di negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia itu.

Dalam misi tersebut sebanyak 238 WNI berhasil dievakuasi dari kota pertama mulai merebaknya virus corona itu. Pesawat Batik Air yang digunakan untuk menjemput tersebut adalah jenis Airbus A330-300 CEO dengan Captain Destyo Usodo beserta krunya sebagai petugasnya.

Foto: Bisnis Tempo.co

Pihak Batik Air pun mengisahkan soal penugasan tersebut. Disampaikan Edward Sirait, presiden direktur Lion Air Group, alasan dipilihnya Batik Air untuk menjalanka misi kemanusiaan tersebut lantaran sudah memiliki rute penerbangan ke China.

“Kami sudah punya rute ke China. Kami juga sudah mengantongi izin beroperasi di China. Pesawat kami siap. Jadi saat menerima penugasan dari pemerintah, kita tidak perlu berpikir yang lain. Kita terima penugasan ini, selama pemerintah memang yakin kami mampu melakukannya,” kata Edward di Gedung Lion Air Group Simulator, Jalan Trikora I, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, akhir pekan lalu.

Saat menerima tugas evakuasi WNI dari negara dengan penduduk terbesar di dunia itu, Lion Air Group tak berharap apresiasi apa pun dari pemerintah. Penunjukan itu sendiri sudah merupakan sebuah apresiasi, karena diberi tugas menjalankan misi mulia.

BACA JUGA: Virus Corona ‘Lumpuhkan’ 5 Kota di China

“Saya pikir dari pemerintah menunjuk kami itu sudah apresiasi. Artinya kami diberi kepercayaan. Itu sebagai apresiasi buat kami. Kami dianggap mampu melakukan misi ini,” tambah Edward.

Ihwal penugasa 18 kru yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut, pihaknya juga mennyebut tak ada seleksi khusus, karena mereka memang siap ditugaskan ke mana pun dan kapan pun.

“Sebenarnya, mereka adalah kru aktif yang tadinya mau diterbangkan ke suatu tujuan, tapi kita sampaikan ada misi kemanusiaan ini dan mereka siap. Jadi tidak ada rasa ketakutan. Mereka melakukannya dengan tulus. Tanpa bertanya, mereka siap berangkat saja,” ucapnya. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here