Demo Massal di Paris Diperkirakan Akan Berimbas Pada Sektor Pariwisata

COVER: NBC News
Keputusan Presiden Emmanuel Macron untuk merombak reformasi sistem pensiun di Perancis telah memicu demo besar-besaran di kota Paris, Perancis pada hari Kamis lalu (5/12).

0
472
demo paris

Keputusan Presiden Emmanuel Macron untuk merombak reformasi sistem pensiun di Perancis telah memicu demo besar-besaran di kota Paris, Perancis pada hari Kamis lalu (5/12). Tindak pengamanan mulai dilakukan di beberapa tempat, termasuk tindakan barikade di wilayah Istana Presiden.

Dilansir dari voaindonesia.com (05/12/2019) sekitar 6.000 personil polisi mulai dikerahkan di beberapa titik kota Paris. Pengerahan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi Pemerintah Perancis terhadap kelompok garis keras yang dikhawatirkan akan memanfaatkan aksi ini untuk memicu kerusuhan dan bentrokan dengan aparat.

Demo Massal di Paris

Aksi demo diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Pada tahun 1995, demo serupa juga pernah terjadi selama 3 minggu akibat pemerintah mengeluarkan kebijakan yang menyulut protes masyarakat secara besar-besaran.

FOTO: NPR

Macron sendiri memang tengah mencanangkan sebuah kebijakan pensiun yang dianggap kontroversial di kalangan buruh. Menurut informasi yang didapat dari Kumparan (05/12/2019), pria yang dilantik menjadi presiden sejak 14 Mei 2017 itu berencana menghapuskan skema pensiun pada 42 sektor yang berbeda.

Skema baru yang diusulkan akan membuat pensiun buruh bergantung pada poin per hari yang mereka dapatkan selama bekerja. Lebih lanjut, detail skema itu akan dijelaskan saat 12 Desember mendatang oleh Perdana Menteri Edouard Phillippe.

BACA JUGA: Paris City Tour, Cara Terbaik untuk Mengeksplorasi Paris

Apabila skema baru tersebut direalisasikan, maka itu berarti para pekerja di sektor swasta baru bisa mendapatkan tunjangan pensiun mereka secara penuh pada usia 62 tahun.

Demo massal ini diperkirakan akan berdampak terhadap sektor pariwisata, terutama di kota Paris. Sejumlah turis bahkan dihimbau untuk menjauhi beberapa objek wisata terkenal di Kota Cahaya ini.

Menara Eiffel terpaksa harus menolak turis yang datang akibat kekurangan pekerja yang bisa mengoperasikan landmark ini dengan aman. Museum Louvre dan beberapa objek wisata terkenal lainnya bahkan mengeluarkan peringatan akan kemungkinan gangguan yang terjadi di sekitar lokasi.

Tak berhenti sampai disitu, aksi ini juga mengakibatkan sejumlah transportasi massal mogok beroperasi. Dikabarkan maskapai Air Frances bahkan melakukan pembatalan penerbangan sebesar 30 persen untuk rute domestik dan 15 persen untuk penerbangan internasional.

BACA JUGA: 5 Spot Menarik di Paris yang Wajib Dikunjungi

Dampak aksi demo ini juga harus dirasakan oleh sejumlah hotel di Paris yang kesulitan mendapatkan kunjungan okupansi – hunian kamar. Beberapa rumah sakit juga terpaksa harus dijalankan dengan staff terbatas di ruang gawat darurat.

Kelumpuhan yang terjadi di berbagai sektor ditengarai akibat banyaknya pekerja yang tidak masuk karena menjadi demonstran. Sejumlah sekolah terpaksa ditutup karena sekitar 72 persen tenaga pengajar di ibukota juga dikabarkan ikut terjun dalam aksi tersebut.

Beberapa stasiun kereta bawah tanah juga tak luput dari penutupan, sehingga kondisi lalu lintas di Paris menjadi semakin rumit. Akibatnya, sejumlah pekerja terpaksa menggunakan sepeda atau skuter listrik untuk menjangkau tempat kerja mereka. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here