Di Pulau Dewata, Pemili Jadi Ajang Tonton Turis

0
298
Pulau Dewata

Indonesia baru saja menggelar Pemilu pada 17 April 2019. Di Bali, pesta demokrasi menjadi ajang tontonan bagi turis Asing. Dikutip dari detik Travel (18/4/2019), para turis tampak antusias melihat warga Kuta mencoblos.

Mereka tampak tertarik melihat antrean warga yang antusias mengantre demi menggunakan hak pilihnya di TPS di Kuta. Para turis yang lewat di sekitar TPS pun tampak memperhatikan warga setempat. Tak jarang beberapa turis sibuk mengabadikan momen tersebut melalui bidikan kamera. Ada pula yang memperhatikan dengan seksama aktivitas warga di TPS.

Perhatian warga negara Asing terhadap pemilu salah satunya ditampakkan oleh Krystel Hayes (36). Wanita asal Brisbane, Australia tersebut tampak sabar menunggu pasangannya menyoblos. “Ini sangat spesial, partnerku sangat bersemangat sekali dan saya tidak tahu banyak tentang Pemilu ini,” kata Hayes di TPS 21 Kuta, Jl Legian, Badung, Bali, Rabu (17/4/2019) lalu.

Meski tak mengetahui banyak tentang Pemilu di Indonesia, tetapi satu hal yang  jelas dalam pandangan Hayes pemilu di negeri ini berbeda jauh dengan di negaranya. Perbedaan tersebut mulai dari tata ruang hingga karakter pemilihnya.

Pemilu di Indonesia, menurutnya tampak sangat rahasia. “Beda set up di Australia saat pemilu, kamu masuk, catat namamu di sana, keluar bawa surat, nggak ada yang tahu siapa yang kamu pilih, sangat rahasia,” tandasnya.

Ia juga mengatakan bahwa di Indonesia orang begitu terbuka dengan pilihanya dan itu dinilainya sebagai hal yang positif. Hal ini berbeda dengan di Australia, orang-orang merahasiakan pilihannya. “Sementara di sini sangat berbeda. Orang-orang terlihat lebih terbuka dengan siapa yang mereka pilih, di Australia banyak orang merahasiakan pilihan mereka, tapi di Indonesia orang-orang sangat antusias dengan siapa tokoh yang mereka pilih, kupikir ini hal yang baik,” lanjutnya mengomentari tentang pemilu di Tanah Air.

Ia pun menceritakan mendapati pasangannya yang asyik berbincang dengan orang lain tentang pilihannya dalam pemilu dan alasannya memilih capres tertentu. Menurutnya hal ini sangat baik karena mampu meningkat awareness. “Saya tadi ke pantai bersama partnerku. Dia asyik diskusi dengan seorang pria tentang siapa capres yang mereka pilih, apa saja alasan memilih capres tersebut. Ini sangat baik karena meningkatkan awareness, itu baik,” pujinya.

Tak jauh berbeda dengan Hayes, turis asal Inggris, Jack France (18) juga melontarkan pujian terkait antusiasme warga dalam menggunakan hak pilihnya. Pemilu di Indonesia dinilainya sangat demokratis. “Ini sangat demokratis, bagus sekali warga mengantre untuk memberikan hak suaranya. Ini pertama kalinya saya ke Indonesia,” ungkapnya.

Kunjungannya ke Bali menjadi kunjungannya pertama ke Indonesia sekaligus menjadi pengalaman pertamanya pula melihat proses demokrasi di negara lain. Ia pun mengaku belum pernah menggunakan hak suaranya di negara asalnya lantaran saat pemilu berlangsung tahun lalu, ia masih belum memiliki hak memilih. “Saya belum pernah memberikan hak suara, pemilihan terakhir lalu saya masih terlalu muda,” kata pemuda yang hendak melancong ke Vietnam dan Thailand itu usai dari Pulau Dewata itu.

Sementara itu, pemilu 17 April 2019 merupakan pemilu serentak pertama di Indonesia, di mana warga langsung memilih calon legislatif dan calon presiden dan wakil presiden sekaligus. Dalam pemilu tersebut terdapat 5 surat suara berbeda yang dicoblos. Surat suara itu meliputi suara suarat untuk Pemilihan Umum Capres dan Wapres, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI,  Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Provinsi. (y)

Sumber: detik Travel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here