Garuda Indonesia Group Resmi Turunkan Tarif Tiket Sejumlah Maskapainya

0
626
Garuda Indonesia Group
Garuda Indonesia Group

Pada 14 Februari 2019 lalu, Garuda Indonesia Group secara resmi mengumumkan penurunan tarif tiket sebesar 20% pada sejumlah maskapai yang dibawahinya. Penurunan tarif tiket ini berlaku pada jenis layanan full service dan Low Cost Carrier (LCC) seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Sriwijaya Air-NAM group.

“Hal tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat dan sejumlah asosiasi industri nasional serta arahan Bapak Presiden RI mengenai penurunan tarif tiket penerbangan dalam mendukung upaya peningkatan sektor perekonomian nasional,” ungkap I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra selaku Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia pada Kamis (14/02).

Seperti yang diketahui, satu hari sebelum pengumuman tersebut Presiden Joko Widodo bahkan telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah Menteri ke Istana Merdeka pada Rabu (13/02) guna membahas salah satu agenda tingginya tarif pesawat nasional yang diperkirakan melonjak akibat beban operasional pada bahan bakar avtur di angka 24%.

Padahal avtur sendiri menyumbang 40% terhadap biaya penerbangan dari satu pesawat. Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri diantaranya adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pertemuan tersebut menghimbau sejumlah maskapai penerbangan terutama Garuda untuk segera melakukan penurunan tarif tiket pesawat pekan ini juga. Presiden sendiri mengharapkan adanya pengutamaan terhadap kepentingan masyarakat mengingat aktivitas penerbangan yang berlangsung dalam negeri cukup memegang peran penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi.

Himbauan ini kemudian segera disambut oleh pihak Garuda dengan melakukan inisiatif penyesuaian harga tarif terbaru pada sejumlah maskapai yang dikelolanya.

Penurunan tarif tiket ini merupakan bentuk tanggapan keluhan sejumlah masyarakat baik penumpang maupun sejumlah pelaku industri perhotelan akan tingginya harga tiket. Seperti di Lombok misalnya, dampak tingginya harga tiket bahkan memberi dampak kemerosotan tingkat okupansi (hunian) hotel hingga 30%.

Angka ini jauh lebih rendah dari rata-rata nasional dibandingkan tahun lalu yang masih bisa mencapai kisaran 50-55%. Permasalahan tersebut bahkan telah diaminkan oleh Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI)

Dipaparkan pula hal ini sejalan dengan sinergi intensif bagi seluruh pemangku kepentingan yang terkait dalamnya untuk menjaga kepastian akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara. Sebelumnya hal ini sudah diberlakukan pada beberapa rute penerbangan dan merupakan insiasi awal dari Indonesia National Air Carrier Association (INACA).

Ditambahkan lebih lanjut oleh I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra “Penurunan harga tiket tersebut kami pastikan akan menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam memberikan layanan penerbangan yang berkualitas dengan tarif tiket penerbangan yang kompetitif,” Dengan langkah penurunan tarif tiket ini, Garuda Indonesia Group berharap akan semakin membuka dan memperluas akses layanan transportasi udara bagi seluruh masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here