Heboh Fenomena Lubang Raksasa di Maros, Sulawesi Selatan

Lubang tersebut awalnya muncul hanya berdiameter 2 meter, tetapi kemudian sejak (24/12) lubang tersebut telah membesar menjadi 20 meter diameternya.

0
314

Jelang akhir tahun 2019, sebuah kehebohan terjadi di Maros, Sulawesi Selatan. Bukan atraksi baru di Taman Nasional Bantimurung, melainkan kehebohan munculnya fenomena lubang raksasa di Desa Lebbo Tengae, Maros, Sulawesi Selatan pada Senin (23/12/2019).

Dikutip dari detikTravel, (25/12/2019), lubang tersebut awalnya muncul hanya berdiameter 2 meter, tetapi kemudian sejak (24/12) lubang tersebut telah membesar menjadi 20 meter diameternya. 

Lubang tersebut pun memiliki kedalaman hingga 50 meter. Proses pembesaran lubang itu tampaknya masih terus berlangsung, mengingat tanah di pinggir masih tampak terkikis dan sedikit demi sedikit masuk ke dalam lubang. Padahal, awalnya lubang itu hanya seperti sumur biasa.

https://sulsel.inews.id/amp/berita/fenomena-lubang-raksasa-di-maros-ahli-itu-sinkhole-karena-pelarutan-bebatuan-tanah

Namun, karena lubang terus membesar, masyarakat sekitar akhirnya melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Masyarakat pun diimbau untuk tak terlalu dekat dengan lubang raksasa itu. Bagi masyarakat yang ingin melihat, mereka tidak diperkenankan mendekati lokasi hingga radius 150 meter. 

Warga sekitar menuturkan kemunculan lubang di persawahan itu diawali dengan suara gemuruh disertai dengan asap yang mengepul.  Hingga kabar ini diturunkan, tim geologi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) masih belum bisa memastikan penyebab munculnya fenomena lubang berukuran jumbo itu.

Akan tetapi, merujuk pada pengamatan awal, mereka memperkirakan ada sebuah rongga besar di dalam gua yang menyerupai gua. Mereka pun mengimbai warga untuk tak mengaitkan fenomena ini dengan likuifaksi yang ada di Palu, Sulawesi Tengah.

Sebenarnya, fenomena munculnya lubang raksasa semacam ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Sebelum peristiwa di Maros tersebut, pada 2018 lalu di Sukabumi juga terjadi fenomena serupa. Kala itu, tanah di persawahan amblas ke dalam dan membentuk diameter hingga 6 meter.

Demikian halnya dengan amblasnya tanah kawasan karst di Gunung Kidul pada Februari 2018. Disimpulkan kala itu oleh Dosen Teknik Geologi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Arif Rianto Budi Nugroho bahwa fenomena tersebut umum dijumpai di kawasan Karst.

Sementara itu, di banyak negara di dunia fenomena serupa juga banyak bermunculan. Uniknya, fenomena yang di luar negeri disebut sinkhole atau lubang jatuh itu justru menjadi objek wisata. 

Salah satu lubang raksasa itu ada di Harwood Hole, Selandia Baru. Tak tanggung-tanggung, lubang di Taman Nasional Abel Tasman itu memiliki kedalaman hingga 357 meter. Tempat ini malah menjadi favorit para traveler yang hobi melakukan vertikal caving. 

Tak jauh berbeda, lubang menghebohkan dunia juga ada di Sima de las Cotorras, persisnya di sisi barat Chiapas, Meksiko. Di lubang raksasa ini, traveler maslaah bisa turun ke dasar dan melihat gerombolan burung kakatua hijau yang merupakan satwa endemik.

Lubang raksasa pun dijumpai di The Devil’s Sinkhole, Texas, Amerika Serikat. Berbeda dengan Sima de Cotorras yang menjadi rumah kakatua cantik, lubang raksasa di Texas ini adalah surga bagi para kelelawar. Lubang itu berdiameter 15 meter dengan kedalaman mencapai 42 meter. Traveler ramai mendatangi tempat ini untuk melihat kelelawar munculk dari lubang besar itu. (y)

Tag: Heboh Fenomena Lubang Raksasa di Maros, Sulawesi Selatan, lubang raksasa, fenomena lubang raksasa Maros, Maros, Sulawesi Selatan, Taman Nasional Bantimurung, 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here