Heboh Ranu Manduro, Pengunjung Seperti Cendol Dawet

COVER: klikjatim
Heboh pemberitaan Ranu Manduro bahkan sampai membuat kunjungan ke tempat ini membludak tak ubahnya seperti tumpahan ‘cendol dawet’.

0
285
Ranu Manduro

Media sosial memang menjadi oase baru untuk menyebarkan informasi. Sebenarnya hal ini berdampak baik bagi tersiarnya suatu kabar yang kadang luput dari liputan media massa.

Sayangnya, terkadang unggahan informasi di media sosial rawan hoaks. Terlepas dari hal itu, tak dipungkiri jika media sosial menjadi media yang sangat ampuh untuk mendongkrak popularitas suatu tempat yang bahkan sama sekali belum dikenal menjadi sangat terkenal.

Heboh Ranu Manduro, Pengunjung Seperti Cendol Dawet

Hal ini terbukti pada Ranu Manduro. Sebuah tempat di Mojokerto, Jawa Timur ini mendadak viral usai banyak unggahan video di media sosial yang memperlihatkan keindahan tempat tersebut.

Heboh pemberitaan Ranu Manduro bahkan sampai membuat kunjungan ke tempat ini membludak tak ubahnya seperti tumpahan ‘cendol dawet’.

Apa sebenarnya yang membuat tempat ini begitu heboh dan viral? Ya, Ranu Manduro menawarkan pesona bak padang rumput hijau dan suasana menyejukan seperti di Selandia Baru. Viralnya video itu semakin ‘menjadi’ mengingat sempat ada pula video Tik Tok viral yang berlokasi di Ranu Manduro dengan iringan lagu ‘Feeling Good’.

Ramai-ramai ke Ranu Manduro

Unggahan di media sosial pun membuat netizen penasaran dan akhirnya mereka berduyun-duyun untuk datang menyaksikan langsung. Tentu saja, berselfie ria menjadi aktivitas pokok yang mereka lakukan.

Namun, keriuahan ini ternyata membuat masalah tersendiri baik bagi tempat tersebut maupun juga kondisi lalu lintas di sekitarnya. Ramao pengunjung yang hendak datang ke Ranu Manduro membuat kondisi jalanan cukup padat.

BACA JUGA: Bikin Betah! Inilah 5 Destinasi Wisata Hits di Jawa Timur

Sialnya lagi, tempat elok nan hijau yang digadang mirip Selandia Baru menjadi dipadati pula oleh sampah pengunjung. Hal ini membuat pemandangan kurang sedap. Tak dipungkiri, tetapi itulah konsekuensi sebuah tempat yang mendadak viral!

“Yang menyebalkan dari tempat viral ya begini, belum lagi sampahnya dimana-mana,” cuit @JefryGigih di media sosial berlogo burung itu, menanggapi video viral Ranu Manduro. Netizen yang lain juga mengomentari keberadaan sampah yang mengganggu pemandangan itu. “Rusak deh.. Dari new zealand jadi bantar gebang,” ungkap pemilik akun @meow_leader.

Pemilik lahan, PT Wira Bumi pun akhirnya memilih menutup tempat tersebut pada 25 Februari 2020 lalu. Meski telah ditutup, uniknya, tempat ini tak sepi pengunjung. Beberapa video yang diunggah di Twitter, malahan menunjukan keramaian pengunjung di Ranu Manduro.

Keramaian motor dan mobil pengunjung menuju ke Ranu Manduro laykanya cendol dawet yang tumpah jika dilihat dari atas. Tak hanya kendaraan yang membuat kawasan Ranu Manduro penuh, tetapi juga tenda pedagang makanan di sekitar lokasi.

Sementara itu, Kepada Desa Manduro Manggung Gajah, Eka Dwi Firmansyah menyebut keramaian itu merupakan inisiatif warga. Dirinya mengaku tak mampu berbuat banyak untuk bisa menghentikan arus wisatawan.

“Itu inisiatif warga sendiri, PT Wira Bumi belum membukanya. Butuh waktu untuk sosialisasi ke warga. Kalau dipaksakan khawatir kami akan terjadi gesekan,” kata Eka, Minggu (1/3/2020) seperti dikutip dari detikTravel.

Untuk masuk objek wisata viral itu sendiri, para pengunjung dikenaka biaya parkir kendaraan. Untuk mobil parkirnya dibanderol Rp 10.000,- dan sepeda motor Rp 5.000,-. Pungutan parkir itu sendiri nantinya akan digunakan untuk biaya perbaikan jalan menuju Ranu Manduro. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here