Heboh Ular di Beberapa Daerah, Pulau Ini Malah ‘Surganya Ular’

COVER: Wallpaper-nature.com
Untuk mencapai pulau ini, perlu menempuh perjalanan selama 15 menit dari bibir Pantai Oi Caba.

0
524
pulau ular

Dalam beberapa waktu belakangan, kabar di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik ramai mengabarkan tentang banyaknya anak ular kobra bahkan hingga masuk ke perumahan-perumahan warga di berbagai tempat. Kontras dengan fenomena itu, pulau yang satu ini malahan benar-benar menjadi ‘surga bagi para ular’.

Namanya pun cukup ‘ngeri’, Pulau Ular. Ya, pulau yang juga disebut sebagai Nusa Nipa itu berada di Dusun Pai, Kecamatan Wera, Bima, Nusa Tenggara Baray (NTB).

Pulau Ular di NTB

Sebagaimana Sibuk Liburan kutip dari detikTravel, (21/12/2019), pulau itu kabarnya dihuni oleh ratusan bahkan ribuan ular. Untuk mencapai pulau ini, perlu menempuh perjalanan selama 15 menit dari bibir Pantai Oi Caba.

Masyarakat setempat meyakini mitos tentang lokasi ini, bahwa di masa Kerajaan Bima terjadi peperangan antara kerajaan itu sendiri dengan Kerajaan Flores. Raja Bima yang murka saat peperangan dengan Kerajaan Flores mengutuk awak kapal menjadi ular dan menjadikan kapalnya sebagai batu.

pulau ular
Foto: Good News from Indonesia

Hingga kini batu yang tampak memang menyerupai kapal dan terdapat 2 tiang yang menjadi pohon kamboja.

Versi lain dari mitos di sana, ular-ular tersebut adalah jelmaan manusia. Oleh karena itu, siapa pun yang datang ke pulau ini dilarang membawa pulang ular-ularnya. Pasalnya, jika ular dibawa aka nada kesialan yang mengikuti. Ada juga yang mengatakan pulau itu berasal dari kapal Portugis yang terbalik.

Ular-ular tersebut diyakini sebagai jelmaan awak kapal yang terperangkap di dalam kapal. Hal ini diyakini lantaran ular-ular tersebut tidak menggigit manusia. Terlepas dari mitos tersebut, saat mendatangi tempat ini memang sebaiknya tak mengganggu apa pun yang ada di sana, baik itu ular atau lainnya.

Di sisi laun, meski terkesan mengerikan, ternyata Pulau Ular tetap menarik bagi sebagian wisatawan. Bagi para pecinta reptil, mengunjungi daerah ini mungkin sangat membagagiakan. Mereka datang untuk menyaksikan keunikan ular-ular di sana yang berwarna putih dan perak juga hitam.

Ular-ular itu juga memiliki ekor pipih yang mengindikasikan sebagai jenis ular laut. Ular laut dikenal sanga berancun, uniknya ular-ula di pulau ini justru tidak akan menyerang. Meski demikian, jika berniat mendatangi pulau ini dan memegang ular-ular itu, bawalah warga lokal.

Pasalnya, terdapat kepercayaan bahwa mas jika ular tersebut harus terlebih dahulu dipegang warga setempat sebelum disentuh oleh warga asing.

Para turis bisa berfoto-foto dengan ular tersebut, apalagi mereka jinak. Sementara itu, selain ular, pulau ini juga menyuguhkan pesona khas pantai pada umumnya, dengan hembusan angin dan suasana yang syahdu.

Bagaimana, Sahabat Silir tertarik memacu adrenalin di tempat ini? Meski tersiar kabar jika ular-ular itu tidak menggigit, tetapi sebaiknya Sahabat Silir tetap berhati-hati jika mengunjunginya. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here