Hong Seo-Yoon, Pahlawan Disabilitas yang Mengubah Situasi Wisata Kota Seoul

Tekad seorang Hong Seo-Yoon – wanita berkursi roda asal Korea Selatan yang berkontribusi dalam perubahan kebijakan pariwisata di wisata kota Seoul.

0
380
Hong Seo-Yoon

Memiliki keterbatasan fisik bukan berarti menjadi penghalang untuk menjalankan berbagai aktivitas dan hobi. Kiranya itulah tekad seorang Hong Seo-Yoon – wanita berkursi roda asal Korea Selatan yang berkontribusi dalam perubahan kebijakan pariwisata di wisata kota Seoul.

Dilansir dari South Morning China Post yang dikutip oleh Liputan6.com (15/11/2019), Hong Seo-Yoon merupakan pendiri perusahaan nirlaba bernama Accessible Korea. Perusahaan ini bergerak di bidang advokasi yang merekomendasikan sejumlah kebijakan untuk meningkatkan industi pariwisata yang ramah disabilitas.

Pahlawan Disabilitas yang Mengubah Situasi Wisata Kota Seoul

Upayanya kemudian membuahkan hasil saat Organisasi Pariwisata Seoul mulai melakukan kucuran dana untuk meningkatkan perbaikan fasilitas pada 2017 lalu. Dana sebesar 15,2 miliar won yang ditargetkan untuk pembangunan jangka lima tahun tersebut memunculkan 9 ribu fitur untuk orang-orang dengan keterbatasan fisik, dimulai dari lift, toilet, hingga trotoar.

Hong Seo-Yoon
Hong Seo Yoon (dok Facebook Seoyoon Jane Hong/https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1637010836367208&set=a.107361809332126&type=3&theater/Ossid Duha Jussas Salma)

Meski di tengah kondisinya yang perlu bergantung dengan alat bantu, nyatanya Hong Song-Yeon diketahui pernah melakukan perjalanan keliling dunia ke lebih dari 30 negara. Menariknya, Hong bahkan pernah mencoba kegiatan memacu adrenalin seperti paragliding.

Pulau Bali, Indonesia diketahui pernah menjadi salah satu destinasi yang pernah disinggahi Hong dalam rentetan pengalaman travelling-nya.

Hong sendiri diketahui terlahir dengan fungsi tubuh yang normal, sampai akhirnya ia mengalami cedera tulang belakang pada usia 10 tahun saat berenang. Kejadian tersebut mengakibatkan bagian pinggang hingga tubuh bawahnya menjadi lumpuh total.

Sejak saat itu ia mulai menyadari ketiadaan fasilitas lingkungan yang dapat mendukung kebutuhan orang-orang dengan keterbatasan fisik seperti dirinya. Hong bahkan mengaku pernah mendapat perlakuan diskriminasi saat SMP akibat kondisi yang dimilikinya.

Seorang guru pernah memintanya untuk pindah ke sebuah institusi pendidikan khusus orang cacat dikarenakan sekolahnya tak memiliki lift. Bersama keluarganya, ia pun akhirnya pindah ke Manila, Filipina.

BACA JUGA: Uniknya Hotel Berbentuk Gitar di Florida yang Menyedot Perhatian

Sekembali ke Korea Selatan, ia pun mulai memperjuangkan kembali haknya sebagai seorang penyandang disabilitas. Baginya, memiliki kecacatan fisik bukan berarti menjadi sesuatu yang abnormal.

Sembari menjalankan hobi dan memperjuangkan hak-hak disabilitas, ia pun diketahui menulis sebuah naskah buku yang berkenaan dengan itu. Pengalaman pahit berupa penolakan juga pernah ia terima dari beberapa penerbit dengan lontaran alasan yang menyakitkan.

Naskah Hong pun kemudian diterbitkan oleh penerbit Saenggak Bi Haeng pada 2016 lalu. Tak diduga, bukunya terjual habis hingga 3 ribu eksemplar untuk cetakan pertama saja.

Seperti yang bisa dilihat, jatuh bangun yang dialami Hong menunjukan betapa beratnya perjuangan yang ia lakukan. Meski begitu, air mata dan keringat yang telah terjatuh tidaklah berakhir sia-sia.

Perjuangan besar yang dilakukan Hong Seo-Yoon berbuah pada perubahan kebijakan pariwisata kota Seoul yang ramah disabilitas. Wisata Kota Seoul kini menjelma menjadi salah satu kota universal nyaman untuk dikunjungi siapa saja. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here