Demi Go Green, Hotel di Jakarta Ini Bakal Ternak Lele

Kebijakan Go Green mulai diterapkan banyak sektor, termasuk di sektor hospitality alias hotel. Gebrakan terbaru pun diusung oleh salah satu hotel di Jakarta, yaitu Hotel Wyndham.

0
275
Hotel Wyndham

Kebijakan Go Green mulai diterapkan banyak sektor, termasuk di sektor hospitality alias hotel. Gebrakan terbaru pun diusung oleh salah satu hotel di Jakarta, yaitu Hotel Wyndham.

Hotel yang berada di kawasan Casablanca itu turut mengedukasi turis dan staf untuk menjaga lingkungan dan ambil bagian dalam program Earth Hour yang diadakan WWF di setiap Maret.

Selain itu, terdapat pula kegiatan International Coastal Clean Up Day untuk beach resort di bulan September. Menariknya, lele juga ambil bagian dalam gebrakan Go Green ini.

Hotel di Jakarta Ini Bakal Ternak Lele

Pihak hotel sampai mengembangkan budidaya lele untuk memanfaatkan makanan sisa agar tak terbuang sia-sia. “Untuk makanan sisa, kami akan ternakkan lele. Jadi makanan sisa kami jadikan pakan ikan lele sehingga tidak terbuang sia-sia. Tidak ada food waste. Terasa remeh namun itulah sustainability yang berkelanjutan,” kata General Manager of Wyndham Casablanca Jakarta Paolo Randone.

Lebih lanjut, ia mengatakan  bahwa saat ini mulai banyak turis yang mulai sadar terhadap kelestarian lingkungan. Mengimbangi hal itu, pihak hotel pun berinisiatif melakukan langkah yang ramah lingkungan. “Kalau ia menganggap hotelnya tidak peduli lingkungan, pasti langsung ditinggalkan. Jadi ada aspek bisnis yang mendorong kami melakukannya. Dan ini harus juga mulai dilakukan oleh hotel lain. Bahkan perusahaan di luar industri hotel,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagai langkah go green belakangan telah banyak hotel yang mulai melakukan pengurangan sampah plastik. Oleh karena itu, jangan heran jika Sahabat Silir tak lagi menjumpai sedotan plastik atau air minum kemasan dalam plastik saat menginap di hotel, bahkan kelas atas sekalipun.

Di sisi lain, para traveler juga harus semakin sadar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas mereka, pada pemangku kepentingan, melainkan juga harus dimulai dari diri sendiri. Langkah ringan seperti membawa botol minum isi ulang, setidaknya akan lebih baik daripada membawa air mineral plastik sekali pakai.

Jurus lain yang juga bisa diterapkan traveler untuk turut go green adalah mengurangi penggunaan sampah plastik atau kresek. Bukan hal yang aneh jika belakangan ini banyak orang menenteng kresek ke mana pun, mulai dari mereka yang usai belanja di pasar, super market bahkan traveler yang membawa bekal makanan atau menempatkan sesuatunya. Tak dipungkiri plastik kerap dibawa untuk wadah pakaian kotor, sehingga tak tercampur dengan pakaian bersih di ransel atau koper. 

Namun, plastik bukan ‘penolong’ satu-satunya untuk menyelamtkan barang bawaan atau pakain kotor. Sahabat Silir masih bisa menggunakan kantong terbuat dari kain yang tidak sekali pakai. Dengan membawa tas dari kain, misalnya Sahabat Silir secara tak langsung malahan sudah turut serta pula membantu mereka para pengrajin tas—yang umumnya memanfaatkan limbah kain perca.(y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here