Ini Perkembangan Kabar Soal Wacana Penutupan Taman Nasional Pulau Komodo

Sibuk Liburan – Wacana penutupan Taman Nasional Pulau Komodo masih menjadi sorotan dalam dunia pariwisata. Awal tahun ini, tepatnya sejak Februari lalu, wacana tersebut mengalami perkembangan baru. Usai pihak KemenLHK dan Balai Besar TN Pulau Komodo bertemu dalam satu meja dengan Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT), disepakati bahwa hanya Pulau Komodo saja yang akan ditutup. Babakan baru terkait rencana itu pun dimulai.

Tim terpadu bentukan KemenLHK dan pihak Pemprov NTT dibuat untuk melakukan riset lebih lanjut. KemenLHK pun memberikan tenggat waktu untuk melakukan riset itu hingga Juli mendatang. Merujuk pada situs resmi Humas KemenLHK pada Jumat, (12/4/2019), pihak KemenLHK yang diwakili oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno pun masih menunggu keputusan tim terpadu hingga saat ini.

Ia menyebutkan bahwa penutupan kawasan TN Komodo akan diputuskan berdasarkan pertimbangan ilmiah dan kondisi tertentu. “Hal ini sesuai dengan hasil rumusan Rapat Koordinasi Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman Hayati di Provinsi NTT, di Jakarta (06/02/2019), yang dihadiri oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Manggarai Barat, yang antara lain menyatakan bahwa penutupan sementara kawasan Taman Nasional (TN) Komodo atau Pulau Komodo akan diputuskan atas pertimbangan ilmiah dan kondisi tertentu,” ungkapnya.

Terkait penutupan TN Pulau Komodo sendiri, hal tersebut merupakan bagian dari wewenang KLHK. Hal ini mengacu pada regulasi dalam UU Nomor 5 Tahun 1990 serta Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2015 tentang penutupan suatu taman nasional atau bagian dari taman nasional.

Sementara itu, kunjungan lapangan tim terpadu dijadwalkan baru akan dilaksanakan pada pekan ke-3 April mendatang. Dalam kunjungan tersebut, tim terpadu juga akan berkonsultasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari pelaku wisata alam hingga Badan Otorita Labuan Bajo di Labuhan Bajo.

Dalam keterangannya, Wiratno menegaskan bahwa penutupan kawasan TN Pulau Komodo sampai saat ini masih sebatas wacana. Keputusannya sendiri baru akan dilakukan oleh Menter LHK pada akhir 2019 mendatang.

Seperti banyak dikabarkan sebelumnya, wacana penutupan TN Pulau Komodo mulai menyeruak setelah Gubernur NTT, Viktor Laiskodat setelah mengemukakan gagasannya terkait hal tersebut.

Penutupan itu rencananya akan dilakukan selama setahun dengan alasan untuk menjaga habitat Komodo dan ketersediaan rusa—sebagai makanan Komodo yang disebutkan kian menipis. Wacana ini rupanya merupakan ‘berita besar’ dalam dunia pariwisata. Pro kontra pun muncul.

Pihak kontra menyebut penutupan itu jika sampai terjadi, maka akan mengganggu pereknomian warga yang selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata. Selama ini memang masyarakat di sekitar kawasan wisata TN Pulau Komodo banyak yang menggantungkan hidupnya pada sektor pariwisata, seperti menjual souvenir, membuka homestay ataupun menjajakan makanan-makanan. (y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin kamu juga suka

Penerbangan ke China Dihentikan, Turis China di Indonesia bisa Overstay

Virus Corona yang berasal dari China telah menyebabkan ‘gegernya’ dunia. Selain berdampak pada kesehatan, virus yang digadang-gadang berasal dari hewan itu juga...

5 Kota di Dunia yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi Solo Traveler

Menjadi solo traveler tentu saja memiliki kelebihannya sendiri. Salah satunya adalah Sahabat Silir bisa dengan bebas merencanakan segala sesuatunya sendirian. Namun...

Ingin Bermain Salju? Datang Saja ke Trans Snow World Bekasi

Sibuk Liburan - Disebabkan keberadaannya yang dilalui oleh garis khatulistiwa, Indonesia dikenal sebagai negara tropis yang hanya memiliki dua musim. Akan tetapi,...

5 Tempat Wisata yang Cocok untuk Habiskan Libur Lebaran di Solo dan Sekitarnya

Sibuk Liburan - Mudik ke mana Sahabat Silir tahun ini? Atau pada musim libur Lebaran 2019 kali ini, Sahabat Silir ingin menghabiskan...

Shinjuku Tempat Wisata Serba Ada di Tengah Hiruk Pikuk Tokyo

Shinjuku - Wilayah Tokyo–Jepang memiliki banyak tempat berkarakter yang bisa dipilih untuk dijelajahi oleh masing-masing individu. Apabila Sahabat Silir berniat untuk melakukan...

Terbaru

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke luar negeri. Paspor sendiri adalah...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban jiwa maupun pasien yang terkena virus yang diklaim berasal...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak, melainkan juga lantaran banyaknya kekayaan alam dan budaya yang...

Aneh tapi Nyata! Wine Mengalir di Keran Warga di Italia

Umumnya keran yang tersambung ke rumah akan berisi aliran air bersih untuk kepentingan sehari-hari. Namun, kejadian satu ini aneh bin ajaib!

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak,...