Inovasi Interior Pesawat Awal 2019: dari Kursi Berdiri Hingga Kasur di Kabin

Bukan saja pada transportasi darat, transportasi udara juga tak ketinggalan menghadirkan terobosan. - sumber foto: SlashGear

0
426
Inovasi Interior Pesawat

Sibuk Liburan – Apabila model baju terus berkembang tiada henti, model kendaraan pun juga terus mengalami inovasi. Bukan saja pada transportasi darat, transportasi udara juga tak ketinggalan menghadirkan terobosan. Kabar terbaru menyebutkan jika awal 2019 ini terdapat inovasi di bidang pesawat. Pembaruan tersebut disematkan pada bagian kursi yang dirancang berdiri hingga kehadiran kasur di kabin pesawat.

Dikutip dari detik Travel (18/4/2019), berikut inovasi di kursi pesawat pada tahun ini. maskapai Delta dari Amerika Serikat (AS) misalnya menghadirkan gebrakan baru dengan memotong kursi di Airbus A320. Sandaran kursi dipotong setengah dari yang semula berukuran 10 cm menjadi 5 cm saja. Khusus pada kelas bisnis, sandaran diperkecil dari 13 cm menjadi 8 cm.

Tujuan dari pemangkasan kursi ini adalah mendapatkan ruang gerak penumpang yang lebih leluasa. Terlebih lagi jika penumpang didapannya menurukan sandarannya, sehingga cukup mengganggu ruang gerak. Meski demikian, pemotongan hanya dilakukan khusus untuk penerbangan domestik di AS dengan durasi terbang 1-2 jam saja. Sebagai informasi, pesawat jenis Airbus A320 digunakan pula oleh sejumlah maskapai di Indonesia, diantaranya Garuda Indonesia grup Citilink dan Premium Service Lion Group, yaitu Batik Air.

Perusahaan penerbangan lain yang juga memberikan sentuhan pembaharuan di kabin pesawat adalah  Aviointeriors. Maskapai asal Italia ini membuat inovasi kursi berdiri untuk pesawat. Sekilas mendengarnya, kursi model ini cukup nyleneh. Membayangkan menggunakan kursi berdiri pun tampaknya juga tidak nyaman. Akan tetapi, desain ini terbukti mampu menghemat biaya lantaran bisa menampung lebih banyak penumpang.

Hal ini memang bisa dipahami, mengingat kursi berdiri bisa menempati ruang yang lebih sedikit dibandingkan kursi pada umumnya. Kursi Skyrider menempati ruang yang jauh lebih sedikit daripada rata-rata kursi ekonomi, hanya 23 inch atau 58 cm. Dengan demikian, maskapai bisa menjejalkan kursi ekonomi mereka dan memungkinkan  penumpang lain untuk memesan tiket jenis lain pada penerbangan yang sama.

Inovasi yang berbeda disuguhkan oleh penyedia armada pesawat Airbus dengan menyediakan kursi bernama ‘Settee Corner’. Kursi ini memungkinkan penumpang untuk duduk di kursi mirip sofa. Dengan ukurannya yang lebih lebar dari kursi pesawat pada umumnya, penumpang pun akan merasa lebih nyaman selama penerbangan berlangsung.

Sofa dalam kabin pesawat Airbus

Dalam penggarapan kursi ala sofa ini, Airbus berduet dengan produsen interior pesawat Geven.  Dalam menghadirkan inovasi tersebut, keduanya mendasarkan konsep tersebut  engan konfigurasi three-seat atau kursi baris 3 di kelas ekonomi. Kursi sofa tersebut dirancang untuk penerbangan jarak jauh, yang tentunya membutuhkan kenyamanan lebih dibandingkan penerbangan jarak pendek.

Sementara itu, maskapai Thomas Cook menghadirkan terobosan berupa sleeper seat untuk kelas ekonomi di rute penerbangan long haul dengan pesawat Airbus A330. Untuk diektahui, sleeper seat adalah matras panjang yang dibuat di atas tiga bangku penumpang yang berada di bagian belakang pesawat. Fasilitas ini diberikan pada kelas ekonomi, tetapi mirip seperti yang dilakukan Airbus di kursi bisnis sofa. Kabarnya fasilitas tambahan berbayar itu akan mulai tersedia dari 13 Mei mendatang.

Harga sewanya mencapai sekitar 200 Poundsterling atau sekitar Rp 3,8 juta untuk sekali jalan. Terdapat 4 kelas 4 kelas sleeper seat yang dapat disewa oleh traveler dalam setiap penerbangan. Meski harga sewanya lumayan mahal tetapi banderol tersebut tetap lebih murah dibandingkan membeli 3 bangku terpisah atau tiket pesawat kelas bisnis. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here