Proyek Pembangunan Jembatan Antar China dan Rusia Dinyatakan Rampung

COVER: The Moscow Times
Pembangunannya sendiri dilakukan sebagai upaya dalam memperlancar lalu lintas kargo dan distribusi produk pertanian antar dua negara.

0
508
Jembatan china russia

Dalam rangka meningkatkan perekonomian antar negara, kini jembatan yang menghubungkan Rusia dengan China dinyatakan telah selesai dibangun. Pembangunannya sendiri dilakukan sebagai upaya dalam memperlancar lalu lintas kargo dan distribusi produk pertanian antar dua negara.

Jembatan yang terbentang di Sungai Amur tersebut diperkirakan baru akan dibuka pada musim semi mendatang, tepatnya di bulan April 2020. Jembatan ini nantinya akan terhubung lewat kota Blagoveshchensk di Far East Rusia dengan kota Heihe di wilayah utara Provinsi Heilongjiang, China.

BACA JUGA: Oh… Naik Pesawat Juga Ada Aturan Berpakaiannya Lho!

“Kami sedang membentuk koridor transportasi internasional baru,” kata Gubernur Wilayah Amur Vasily Orlov kepada Reuters seperti yang dikutip dari Travel + Leisure (02/12/2019). “Nantinya hal ini dapat membebaskan kami dalam menjangkau secara penuh potensi transit kami.”

Jembatan Antar China dan Rusia Dinyatakan Rampung

Sebelumnya kondisi cuaca yang ekstrim disebut-sebut menjadi kendala utama dalam kelancaran perdagangan lintas batas di kedua negara. Oleh karenanya, proyek senilai 300 juta dollar Amerika ini kemudian diusung untuk mengentaskan permasalahan tersebut.

Konstruksi jembatan ini sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu. Sebelumnya pembangunan dari sisi China telah selesai pada Oktober 2018 lalu, sementara dari sisi Rusia memakan waktu yang lebih lama dan menelan biaya yang lebih banyak.

Jembatan china russia
Foto: China Daily

Dibutuhkan lebih dari 12 mil konstruksi jalan baru dalam mendirikan jembatan ini – yang mana pembangunannya telah digarap oleh perusahaan Russo-Chinese. Dikabarkan rampungnya pembangunan jembatan ini sekaligus menjadi bentuk penguatan hubungan yang selama ini dicari Russia – tepatnya saat negara tersebut dijatuhi sanksi oleh Barat perihal aneksasi Semenanjung Peninsula pada tahun 2014 lalu.

Jembatan ini memiliki panjang yang mencapai 1 km dan merupakan bagian dari proyek jalan dua jalur utama sepanjang 19,9 km. Jembatan ini nantinya diperkirakan dapat dilintasi oleh 2 juta turis China dan 4 juta metrik ton muatan per tahunnya.

Meski nantinya resmi dibuka, tetapi pada awalnya jembatan ini akan diprioritaskan untuk jalur lintas kargo. Jalur khusus penumpang seperti bis pariwisata dan angkutan penumpang, diperkirakan baru bisa dimunculkan dalam waktu satu setengah tahun mendatang.

Meski begitu, disebutkan juga bahwa jembatan ini tidak akan menjadi sarana penghubung terakhir antar kota Blagoveshchensk and Heihe. Pada tahun 2020 nanti, mobil kabel pertama di dunia diperkirakan juga mulai akan dibuka.

BACA JUGA: Venesia Dilanda Banjir, Video Turis Kejebur Ke Kanal Malah Viral

Mobil kabel tersebut nantinya akan dilengkapi dengan dua jalur internasional dan empat kabin yang masing-masing mampu mengangkut 60 orang penumpang beserta barang bawaan mereka. Nantinya keberadaan transportasi tersebut dapat mempermudah semua orang melintasi Rusia dan China dalam waktu tujuh setengah menit.

Rampungnya jembatan ini bersamaan dengan diluncurkannya pipa sambungan gas alam antar dua negara. Sambungan pipa gas alam baru ini diklaim dapat membantu perdagangan antar kedua negara dalam mencapai 200 milyar dollar Amerika di tahun 2024. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here