Jernihnya Mata Air dari Oshino Hakkai di Kawasan Gunung Fuji

0
765

Siapa yang tidak mengenal Gunung Fuji? Dataran tinggi yang populer sebagai salah satu landmark Negeri Sakura Jepang ini menyimpan sejuta pesona yang mampu menghipnotis para pengunjungnya. Dengan perpaduan mitologi, sains, dan budaya, rupa-rupanya ada begitu banyak tempat menarik di dalamnya yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Pada salah satu kawasan Gunung Fuji terdapat destinasi Lima Danau Fuji terkenal, yaitu danau Kawaguchiko, Saiko, Yamanakako, Shojiko, dan Motosuko. Meski demikian dahulunya tempat tersebut memiliki enam danau sebelum Danau Oshino mengering. Menyusutnya air dari Danau Yoshino kini telah tergantikan dengan sejumlah mata air kecil yang ada di sekitarnya.

Mata Air dari Oshino Hakkai di Gunung Fuji

Meskipun keberadaan Danau Oshino bisa dibilang tidak terlalu populer jika dibandingkan tempat lainnya di Gunung Fuji, seperti Danau Kawaguchiko dan Fujikyu Highland, tetapi tempat ini tetap memiliki sisi menarik tersendiri yang tak bisa dilupakan oleh masyarakat Jepang.

Gunung Fuji

Sejak Juni 2013, Oshino Hakkai telah terdaftar menjadi Situs Aset Warisan Budaya Gunung Fuji. Tempat ini memiliki 8 mata air di dalamnya. Sumber mata air yang ada di sekitarnya berasal dari salju puncak Gunung Fuji yang meresap ke bawah tanah dan muncul ke permukaan mata air Desa Oshino di Yamanashi.

Kolam-kolam yang ada di tempat ini, bahkan masuk ke dalam 100 Sumber Mata Air Paling Indah di Jepang. Menariknya, dibutuhkan waktu sekitar 20 hingga 80 tahun agar air dari Gunung Fuji bisa mengalir ke mata air yang ada di sekitarnya.

Dua kolam yang paling dikenal ditempat ini adalah Kagami (Cermin–Bahasa Jepang) dan juga kolam Ogama yang memiliki banyak gelembung bak air mendidih. Kejernihannya berasal dari proses penyaringan lava dari Gunung Fuji.

Saking jernihnya, mata air di tempat ini bahkan bisa diminum langsung. Selain itu, kandungan air di tempat ini kaya akan mineral. Para pengunjung juga bisa menyaksikan sejumlah ikan yang berenang bebas di dalamnya.

Memasuki Oshino Hakkai, pengunjung akan disambut dengan pesona bangunan tradisional Jepang yang hingga kini masih dipertahankan. Sejumlah bangunan tersebut merupakan rumah asli penduduk setempat yang dijadikan toko oleh-oleh, restoran, hingga museum.

Para pengunjung juga bisa memetik dan mencicipi langsung buah strawberry segar yang ada ditanam di ketinggian Oshino Hakkai Berry Land. Tempat tersebut buka setiap hari (kecuali Selasa) dari jam 10 pagi hingga 4 sore waktu setempat. Terdapat juga museum Hannoki Bayashi Shiryokan yang memuat koleksi pertanian, alat rumah tangga, hingga baju perang peninggalan penduduk dari Oshino.

Dengan sejumlah keindahan yang ada di dalamnya, tak heran jika para pemburu gambar tak bisa melewatkan waktu untuk tidak menjepretnya. Tempat ini juga sering ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara, terutama dari wilayah Asia. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here