Gara-gara Corona, Sabang Pilih Tolak Ribuan Turis dari 4 Kapal Pesiar

Sabang, daerah paling ujung barat dari Indonesia terpaksa menolak 7.400 turis asing yang berangkat dengan kapal pesiar lantaran virus corona.

0
247
Kapan Pesiar Norwegian Jade (1)

Virus Corona masih menjadi isu hangat yang terus diperbincangkan. Bukan saja menyoal jumlah korban jiwa atau orang yang terpapar virus tersebut, melainkan dampaknya bagi sektor bisnis.

Industri pariwisata adalah salah satu sektor yang langsung merasakan dampak dari merajalelanya virus tersebut.

Tak hanya dirasakan di China yang notaben-nya merupakan negara asal virus corona, tetapi juga banyak negara lain turut merasakan dampak serupa, termasuk Indonesia.

Sabang, daerah paling ujung barat dari Indonesia terpaksa menolak 7.400 turis asing yang berangkat dengan kapal pesiar lantaran virus corona.

Sabang Tolak Ribuan Turis dari 4 Kapal Pesiar

Keempat kapal pesiar yang seharusnya bersandar di Sabang itu antara lain MS Artania Cruise (dengan 1.200 penumpang) rencana singgah di Sabang pada 16 Februari lalu juga  MS. Norwegian Jade yang membawa 2.500 wisman dan 700 orang rencana merapat Selasa 3 Maret lalu.

BACA JUGA: Ingin Berlibur Dengan Kapal Pesiar? Ini Yang Wajib Dipersiapkan

Selain itu, ada pula kapal MS. Seabourn Sorjoun yang memuat1.200 penumpang dan kru 450 orang yang seharusnya singgah pada Senin 16 Maret mendatang.

Berlibur dengan Kapal Pesiar

Satu lagi kapal yang dijadwalkan akan merapat ke Sabang adalah kapal MS Marella Discovery dengan penumpang 2.500 orang serta crew 750 orang seharusnya berkunjung ke Sabang pada Minggu (29/3) mendatang.

Deputi Komersial dan Investasi BPKS, Agus Salim memastikan jika keempat kapal itu dipastikan gagal merapak di Sabang selama masih menjalar virus corona. “Bulan ini ada tiga kapal pesiar konfirmasi masuk.

Tanggal 3, 16 dan 29 Maret. Namun hasil rapat koordinasi kemarin harus sejalan dengan surat Walikota Sabang,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari detik.com,  Sabtu (7/3/2020).

Ada pun surat yang dimaksud Agus tersebut adalah surat bernomor 556/0933 tentang permintaan penundaan kedatangan kapal pesiar yang dikirim Walikota Sabang Nazaruddin ke Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Surat itu sendiri sudah ditandatangni sejak Rabu (12/2) lalu.

Lebih jauh, Agus berharap agar waah corona segera berakhir. Sehubungan dengan hal tersebut pihak BPKS bakal menjadwalkan ulang kedatangan kapal pesiar maupun yacht.

Untuk itu, diperlukan rapat koordinasi kembali dengan Pemerintah Kota Sabang dan Forkopimda.

BACA JUGA: 5 Kapal Pesiar Terbesar di dunia Saat Ini

Akibat virus ini, BPKS pun kehilangan potensi pendapatan. “BPKS sebagai Badan Layanan Umum (BLU) juga kehilangan PNBP dari jasa labuh dan tambat kapal di pelabuhan teluk sabang atau pelabuhan BPKS,” kata Agus.

Merujuk survey yang pernah dilakukan, maka bisa dibayangkan potensi pendapatan yang hilang akibat tertunda atau bahkan gagalnya tambat dan labuh berbagai kapal tersebut.

“Tahun 2018 BPKS dengan Kemenpar sudah pernah survei dengan questioner kepada penumpang yang turun. Rata-rata spending money minimal 200 USD per penumpang. Bayar jasa becak, taxi, kuliner, beli handycraft/souvenir, diving dan lain-lain,” imbuhnya. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here