Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Di tengah kondisi yang tidak membuat semua orang bebas ini, Bumi justru tengah ‘menikmati’ masa ‘bernafas’ dengan lega. Mengapa bisa demikian?

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang ‘berperang’ menghadapi pandemi virus corona jenis baru atau disebut Covid-19.

Gara-gara virus yang perdana muncul di Wuhan, Hubei, China ini, banyak daerah bahkan negara melakukan sistem lock down.

Tak dipungkiri, virus ini telah membuat banyak nyawa melayang, tak sedikit orang merasakan sakit dan terbaring lemah di berbagai rumah sakit atau pusat layanan medis.

Banyak pula orang yang terpaksa harus menjalani isolasi diri secara mandiri. Bagi yang sehat pun diharuskan tinggal di rumah demi menjaga agar tidak bersosialisasi dengan orang lain—yang diharapkan bisa menekan laju penyebaran virus tersebut.

Kondisi ini memang sama sekali tak mengenakan! Namun, cara ini menjadi jurus yang ‘terpaksa’ harus dipilih demi kesehatan bersama.

Virus Corona Bikin Udara Bersih

Di tengah kondisi yang tidak membuat semua orang bebas ini, Bumi justru tengah ‘menikmati’ masa ‘bernafas’ dengan lega. Mengapa bisa demikian?

Pilihan banyak negara atau daerah untuk work from home dan kebijakan lain yang pada intinya tak melakukan aktivitas keluar rumah, justru mengurangi emisi berbagai gas yang terkait dengan energi dan transportasi.

Kualitas udara sebelum corona
Kualitas udara saat corona

Sebagaimana dikurip dari Liputan6.com yang merujuk pada laporan BBC, bahwa penelit dari New York menyebut adanya pengurangan hampir 50 persen karbon dioksida dibandingkan pada tahun lalu. Pengurangan ini, terutama dari mobil. 

Meski panas di planet ini menurun tajam, tetapi juga terdapat peringan bahwa kemungkinan akan naik cepat saat pandemi ini berakhir.

Ilmuran juga menyebut jika emisi karbon dioksida diprediksi mencapai puncaknya berkat dekomposi daun. Level yang tercatat mungkin bakal menjadi yang paling rendah sejak krisis keuangan lebih dari satu dekade lalu.

BACA JUGA: Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Meski masih terbilang terlampau cepat untuk mengatakan, tetapi tak bisa dipungkiri pula, data yang dikumpulkan di New York dalam beberapa waktu ini menunjukan adanya pengaruh yang signifikan antara pembatasan perjalanan yang tak perlu terhadap kondisi udara.

Di New York sendiri, menurut peneliti dari menyebut ada penurunan 5-10% dalam CO2 dab juga penurunan metana. Padahal, kota ini dikenal memiliki kandungan CO2 yang tinggi.

“New York memiliki jumlah karbon monoksida yang sangat tinggi selama satu setengah tahun terakhir,” kata Prof Róisín Commane, dari Universitas Columbia, yang melakukan pekerjaan pemantauan udara New York.

“Dan ini adalah yang terbersih yang pernah saya lihat. Ini kurang dari setengah dari apa yang biasanya kita lihat pada bulan Maret,” imbuhnya.

Sementara itu, sebuah analisi yang dilakukan untuk situs iklim carbon Ringkas juga menyarankan sudah terjadi penurunan 25 persen penggunaan energi dan emisi di China selama 2 pekan.

Ditengarai ini akan berimbas pada penurunan keseluruhan sekitar 1 persen emisi karbon dioksida di China pada tahun ini. Demikian, menurut para ahli. (y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin kamu juga suka

Beberapa Festival China Paling Menarik, Kamu Wajib Lihat!

Bicara soal wisata di China memang tak ada habisnya. Selalu ‘ada’ saja yang menarik dari Negeri Tirai Bambu itu. Tak heran banyak...

Gede! Inilah Deretan Bandara Terbesar di Indonesia

Indonesia dalam beberapa tahun belakang terus melakukan pembenahan infrastruktur. Salah satu yang menjadi fokus penggeberan di sektor tersebut adalah bandara.

10 Night Market Seoul yang Recommended untuk Disinggahi

Terkenal dengan tempat perbelanjaannya yang unik, membuat Seoul selalu didatangi wisatawan dari berbagai negara. Mulai dari bermacam pakaian,...

Oh, Keramas Ternyata Tabu Saat Imlek

Tahun Baru China telah tiba, seluruh etnis Tionghoa di mana pun di dunia ini tengah bersuka cita merayakan hari besar. Tak hanya...

5 Tempat Memukau di Kunming Berikut Mampu Menghipnotis Wisatawan

Sibuk Liburan - Kota Kunming kini tengah menata dirinya untuk menjadi kota kosmopolitan baru di wilayah Tiongkok. Hal ini tentunya membuat turis...

Terbaru

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke luar negeri. Paspor sendiri adalah...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban jiwa maupun pasien yang terkena virus yang diklaim berasal...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak, melainkan juga lantaran banyaknya kekayaan alam dan budaya yang...

Aneh tapi Nyata! Wine Mengalir di Keran Warga di Italia

Umumnya keran yang tersambung ke rumah akan berisi aliran air bersih untuk kepentingan sehari-hari. Namun, kejadian satu ini aneh bin ajaib!

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak,...