Kebakaran Australia Renggut Banyak Nyawa Koala

Kebakaran besar yang melanda Australia telah menyebabkan 1.500 lebih rumah terbakar, ratusan ribu orang dievakuasi, 24 orang meninggal, dan 8 ribu koala mati.

0
369
koala

Kebakaran yang melanda Australia masih belum selesai hingga kini. Sampai saat ini, pemerintah masih terus berupaya memadamkan api di lokasi-lokasi terbakar.

New South Wales menjadi kawasan yang paling parah terdampak bencana ini. Akibat dari kebakaran ini tak hanya menyebabkan habisnya lahan hutan, tetapi juga merenggut korban jiwa harta dan juga matinya satwa. Koala adalah hewan yang jelas terdampak dari kejadian ini.

Kebakaran Australia Renggut Banyak Nyawa Koala

Merujuk pada data yang ada, kebakaran besar yang melanda Negeri Kanguru telah menyebabkan 1.500 lebih rumah terbakar, ratusan ribu orang telah dievakuasi, 24 orang meninggal dunia, dan 8 ribu koala mati.

koala

Upaya penyelamatann pun terus dilakukan baik untuk manusia maupun para koala. Banyak beredar foto juga video tentang penyelamatan hewan menggemaskan itu di media sosial. Tak sedikit hewan lucu itu yang akhirnya harus mati terpanggang. Koala menjadi hewan yang paling terdampak dibandingkan hewan lainnya, karena ia bergerak lamban. Sebut saja seperti kanguru yang dengan mudah meloncat saat kebakaran muncul dan menyelamatkan diri.

BACA JUGA: Fenomena Langit Australia dan Selandia Baru yang ‘Tak Biasa’

“Koala bergerak dengan lambat dan hidup di atas pohon. Itu membuat mereka dengan mudah terperangkap dalam hutan yang terbakar,” kata pakar ekologi dari Universitas Sydney, Prof Chris Dickman. 

Lebih dari itu, faktor lain yang menyebabkan banyaknya koala terjebak mati adalah hewan ini tak mengeluarkan suara. Chris menyebut, hal ini menyebabkan jika ada tim pemadam yang datang memadamkan api, tidak tahu apakah di sekitarnya terdapat koala yang terancam atau tidak. “Koala jantan hanya membuat suara selama musim kawin, selebihnya mereka adalah hewan yang pendiam,” sebutnya.

Sejauh ini banyak pihak yang turut berpartisipasi untuk menyelamatkan hewan endemik tersebut. Bukan saja dari pemeritah Australia sendiri, upaya penyelamatan koala yang terjebak kebakaran juga dilakukan oleh beberapa organisasi penyelamatan. Salah satunya adalah organisasi San Diego Zoo Global asal AS.

Sementara itu, kebakaran yang melanda Australia sejak pertengahan tahun 2019 lalu tercatat sebagai salah satu yang terburuk. Jutaan hektar hutan terbakar. ABC Australia melaporkan setidaknya lebih dari 5 juta hektar yang dilalap si jago merah. Kebakaran tersebut juga melanda banyak wilayah di Australia, seperti Sydney, Melbourne, Brisbane, dan yang lain.

Kebakaran tersebut sebagaimana dilaporkan CNN disebabkan oleh suhu panas yang ekstrim dipadu dengan petir yang menyambar pepohonan. Hal ini pada akhirnya berimbas pada munculnya titik-titik api.

Dampak dari kebakaran ini bahkan turut dirasakan oleh negera tetangganya, Selandia Baru. Lokasi wisata di kawasan itu bahkan turut terdampak hingga turis tak lagi bisa menikmati keindahan alam Selandia Baru.

Salah satu lokasi yang begitu kental terpengaruh asap kebakaran Australia adalah kawasan gletser. Langit memerah dan di beberapa tempat tampak menguning keruh. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here