Kelebihan dan Kekurangan Berbelanja di Grand Bazzar Istanbul

0
344
Grand Bazzar Istanbul
Grand Bazzar Istanbul

Sudah bukan rahasia lagi, wisatawan asal Indonesia memang paling gemar berbelanja. Kesempatan berlibur ke negara lain tak ayal selalu menjadi ajang berburu barang-barang unik dan menarik sebagai oleh-oleh. Tak terkecuali saat tengah berlibur ke Istanbul di Turki.

Di Istanbul, Sahabat Silir penggemar wisata belanja sebaiknya jangan pernah melewatkan Grand Bazzar. Sekilas Grand Bazzar terlihat layaknya labirin berornamen warna-warna cerah yang dijejali bilik-bilik kecil.

Sejauh mata memandang yang nampak ialah jejeran keramik, lembaran kain bermotif rumit, beserta hiasan lampu nan eksotis. Di balik tampilannya yang bak cagar budaya bernilai seni tinggi ini, Grand Bazzar tak ubahnya pasar rakyat pada umumnya.

Selain bisa menjadi tujuan wisata yang Instagramable, pasar terbesar di dunia ini juga cocok dijadikan lokasi berburu berbagai macam produk kesenian khas Turki. Namun, layaknya pasar-pasar yang dijejali turis asing, ada beberapa kelebihan dan kekurangan berbelanja di Grand Bazzar yang harus diperhatikan.

Grand Bazzar merupakan pasar yang sangat tua. Menurut catatan sejarah, areal perbelanjaan indoor ini sudah dibangun sekitar tahun 1461. Pada mulanya, tempat tersebut dibangun sebagai gudang penyimpanan atas perintah Sultan Mehmed II. Lama kelamaan, daerah setempat pun bertranformasi menjadi sebuah pasar rakyar.

Hingga kini, reputasi Grand Bazzar sebagai pasar rakyat terbesar dan terlengkap di Istanbul tak pernah tergantikan. Para traveler tak segan-segan menjulukinya sebagai tujuan wisata belanja yang utama di Turki berkat kelengkapan produk-produk yang ditawarkan.

Di Grand Bazzar, Sahabat Silir bisa menemukan cinderamata buatan tangan dan produk kesenian khas Turki seperti karpet, kain, pakaian, keramik, hiasan lampu, tas, perhiasan, dan barang-barang antik lain yang tidak tersedia di pusat perbelanjaan modern. Saking banyaknya barang yang dijajakan, setiap toko tak kekurangan akal untuk menggelar barang dagangannya hingga menjejali lorong

Selain sangat komplet, Grand Bazzar juga bisa menjadi ajang bagi Sahabat Silir yang jago menawar harga barang. Para pedagang di Grand Bazzar biasanya sudah mahir bercakap-cakap dalam bahasa Inggris sehingga kamu tak perlu lagi kesulitan berkomunikasi.

Tak hanya itu, mereka juga terkenal amat ramah. Jangan kaget jika saat menawar tiba-tiba saja kamu disuguhi segelas teh hangat. Keramahtamahan para pedagang di Grand Bazzar bukan sekedar rayuan agar wisatawan asing terbuai, sebaliknya inilah cara orang Turki menyambut tamu.

Di samping menjadi pasar terbesar di dunia, Grand Bazzar juga dikenal sebagai model shopping mall pertama yang pernah berdiri. Bayangkan, areal yang dikepung benteng ini menampung tak kurang dari 61 jalan tertutup atap kubah dan dijejali lebih dari 4000 toko.

Setiap harinya, Grand Bazzar di Istanbul dikunjungi hampir 200 ribu hingga 400 ribu orang, baik yang datang dari kalangan warga Turki maupun wisatawan asing. Di tengah keriuhan arus wisatawan yang datang dan berlalu dengan sangat cepat, siapapun bisa kehilangan arah.

Celakanya lagi, di antara pedagang di Grand Bazzar banyak pula yang bersikap agresif. Semakin agresif pedagang, artinya barang yang mereka jual kemungkinan tidak selalu berkualitas baik. Mengakali hal semacam ini, tidak ada salahnya melihat-lihat sejenak dan langsung beranjak pergi jika Sahabat Silir mulai merasa kurang nyaman.

Berbelanja di Grand Bazzar akan semakin menyenangkan jika Sahabat Silir mempersiapkan diri terlebih dahulu. Selain menentukan titik-titik atau barang-barang yang ingin kamu beli, ketahui pula kelebihan dan kekurangan berbelanja di Grand Bazzar. Dengan demikian, wisata belanja di Istanbul pun akan semakin menyenangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here