Kemenpar & KBRI Filipina Duet Promosikan Wisata Indonesia di Manila

0
310

Pemerintah terus menggeber sektor pariwisata bahkan menjadikannya sebagai leading sector dalam pembangunan. Keseriusan Presiden Jokowi untuk meraup devisa dari sektor tersebut pun langsung ditanggapi Dubes RI untuk Filipina, Sinyo Harry Sarundajang dengan sigap. Menjalin kerjasama dengan Kementrian Pariwisata (Kemenpar), KBRI Filipina langsung berduet dalam Sales Mission Filipina, 17-21 Juni 2019.

Hal ini rupanya mendapat sambutan positif dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Menpar mengatakan dukungan yang diberikan Dubes RI untuk Filipina tersebut bakal membuat Wonderful Indonesia lebih tertanam dalam benak masyarakat Filipina. Langkah inilah yang kemudian disebut sebagai Indonesia Incorporated. “Inilah yang kami sebut Indonesia Incorporated. Kompak di semua lini, untuk membangun pariwisata Indonesia. Terimakasih supportnya Pak Dubes Harry Sarundajang,” kata Menpar.

Wisata Sejarah Indonesia
Wisata Sejarah Indonesia

Kedua instansi tersebut, masih menurut Menpar tampak kompak dan solid. Keduanya saling bergotong royong membangun pariwisata. Tanpa adanya ego sektoral, keduanya justru saling mengisi dan memperkokoh. Semangat tersebut selaras dengan semangat revolusi mental yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Dalam acara tersebut, KBRI di Manila langsung berinisiatif mengundang 47 buyers di Filipina. Sementara Kementerian Pariwisata memboyong 7 sellers. Keduanya dipertemukan di Manila, Bacolod dan Iloilo, Filipna. Kedua pihak diajak berkolaborasi untuk membuat paket-paket perjalanan wisata menarik ke Indonesia.

Sementara itu, Dubes RI unTUK Filipina, Sinyo Harry Sarundajang menyebutkan potensi pariwasata Indonesia di Filipina sangat terbuka luas. Dengan demikian, promosi yang dilakukan akan berjalan efektif dan memberikan progress yang baik untuk Indonesia. “Khusus Filipina, potensinya masih terbuka luas. Semua memang membutuhkan proses. Tapi kalau semua bergerak cepat dari semua lini, pasti akan memperlihatkan progress yang bagus,” sebutnya.

Indonesia Incorporated sendiri sangat penting dalam pembangunan pariwisata. Hal ini mengingat tanpa kolaborasi dan sinergi pentahelix antara akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas dan media, pariwisata hanya akan berjalan di tempat.

Menpar menambahkan jika dukungan penuh seluruh stakeholder bakal memberikan percepatan luar biasa pada pariwisata Indonesia. Hal tersebut turut diamini Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizky Handayani.

 “Presiden Joko Widodo telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector atau sektor unggulan pembangunan. Sudah dijadikan sebagai sektor prioritas selain infrastruktur, maritim, pangan dan energi. Bahkan, pariwisata dijadikan core economy Indonesia,” ungkapnya.

 Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa pariwisata adalah ‘komoditas’ yang paling sustainable. ‘Produk pariwisata’ dapat menyentuh hingga ke level bawah masyarakat sekalipun. Progresnya pun tampak setiap tahun. “Ini adalah komoditas yang paling sustainable, paling menyentuh ke level bawah masyarakat dengan share economy, dan performance setiap tahunnya menanjak. Terimakasih bantuannya Pak Dubes Sarundajang,” paparnya sembari memberikan ucapatan terima kasih kepada Dubes RI untuk Filipina. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here