Kiat Mencegah dan Mengatasi Jet Lag Saat Perjalanan Jauh

Jet lag adalah gangguan fisiologis pasca penerbangan akibat perubahan pada jam tubuh atau yang disebut dengan ritme sirkadian.

0
309
Jet Lag

Sibuk Liburan – Jet lag adalah gangguan fisiologis pasca penerbangan akibat perubahan pada jam tubuh atau yang disebut dengan ritme sirkadian. Tingkat ringan atau parahnya akan bergantung pada kondisi tubuh dan usia masing-masing orang.

Tidak hanya penumpang saja yang kerap mengalami jet lag, awak kabin seperti pilot dan pramugari pastinya juga kerap mengalami hal yang sama. Oleh karena itu, Sahabat Silir tidak perlu merasa cemas. Ada begitu banyak kiat terbaik yang bisa dilakukan untuk meminimalisir gejala yang ditimbulkan. Selain itu, beberapa langkah pencegahan juga bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Berikut beberapa kiat mencegah dan mengatasi jet lag saat perjalanan jauh.

Jet Lag

Yang perlu diperhatikan sebelum penerbangan

Sebelum bepergian ada baiknya Sahabat Silir mengonsumsi suplemen melatonin. Hormon ini mampu membantu pengaturan ritme sirkadian. Konsultasikan hal tersebut dengan dokter agar Sahabat Silir mendapatkan anjuran dosis yang tepat.

Terapi cahaya yang sangat terang juga bisa dilakukan untuk membantu tubuh tetap terjaga. Terapi ini bisa digunakan untuk melatih tubuh agar bisa bangun lebih awal (jika hendak bepergian ke arah timur) atau menunda tidur (jika hendak menuju ke arah barat).

Disarankan juga bagi para calon penumpang agar memilih waktu penerbangan yang terbaik. Salah satunya adalah penerbangan pada malam hari agar dapat lebih mudah terlelap selama perjalanan.

Selama di Dalam Pesawat

Hal terpenting yang harus Sahabat Silir lakukan selama perjalanan adalah berusaha menikmati perjalanan di dalam pesawat. Perbanyak konsumsi air putih selama penerbangan. Hindari meminum alkohol untuk membantu tidur lebih cepat atau pun meminum kafein agar kesadaran lebih terjaga. Mengonsumsi keduanya ditengarai dapat memperparah gejala jet lag.

BACA JUGA: 5 Mitos Pada Pesawat Terbang Beserta Kebenaran Faktanya

Apabila hendak beristirahat, gunakan eye mask (penutup mata) dan ear plug (penyumbat telinga) agar bisa tidur lebih pulas. Usahakan agar tetap aktif selama penerbangan. Hal ini bisa dilakukan dengan sesekali berjalan-jalan sejenak di lorong pesawat.

Beberapa orang mungkin memilih obat tidur sebagai jalan pintas agar bisa tidur dengan cepat. Namun, Sahabat Silir perlu memperhatikan dosis dan jangka waktu efek obat agar bisa disesuaikan dengan waktu kedatangan.

Setelah Tiba di Tujuan

Setelah tiba di destinasi, ada baiknya Sahabat Silirmencuri waktu tidur sekitar 20 menit sebelum memulai aktivitas. Hal ini akan membantu memulihkan kondisi tubuh yang kaget akibat sejumlah perubahan.

Apabila Sahabat Silir sudah mulai merasa siap untuk beraktivitas, perlahan-lahan cobalah menikmati waktu pagi di tempat tujuan dengan cara-cara berjalan-jalan. Olahraga pada pagi dan sore hari juga dapat membantu kondisi tubuh melakukan pengaturan ulang terhadap waktu eksternal.

Jet lag tentunya bukanlah suatu kondisi yang menyenangkan untuk dirasakan terutama setelah melakukan perjalanan di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, persiapkan segala sesuatunya dengan baik dan carilah informasi terkait jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here