Kota Air Venesia Kembali Dilanda Bencana Banjir Dahsyat Setelah 50 Tahun

COVER: Stefano Mazzola/Awakening/Getty Images via The Guardian.
Akibat kejadian ini, ruang bawah tanah Santo Basilika Markus kembali terendam banjir untuk keenam kalinya dalam 1.200 tahun.

0
451
Venesia
Stefano Mazzola/Awakening/Getty Images

Kota Venesia kini tengah dihadapkan kondisi darurat banjir yang melanda sekitar 85% wilayah di dalamnya. Akibat kejadian ini, ruang bawah tanah Santo Basilika Markus kembali terendam banjir untuk keenam kalinya dalam 1.200 tahun. St Mark’s Square merupakan salah satu lokasi yang dikabarkan mengalami banjir paling parah karena berada di titik paling rendah kota.

Pada Selasa (12/11) lalu, tercatat sekiranya ketinggian air telah mencapai 1,87 meter. Kejadian ini merupakan banjir kedua terparah sejak 1966 yang pernah mencapai ketinggian hingga 1,98 meter.

Kisah Kota Air Venesia 50 tahun silam

Otoritas setempat melaporkan, bencana kali ini bahkan sampai memakan korban lansia 78 tahun akibat tersetrum listrik di sekitar rumahnya. Walikota Venesia Luigi Brugnaro menuturkan bahwa bencana ini merupakan salah satu banjir terparah dalam kurung waktu 50 tahun terakhir.

Banjir di Venesia pada 1966

“Saat ini banjir mulai surut, namun kami tetap siaga untuk kemungkinan permukaan air kembali meninggi dan menimbulkan sejumlah kerusakan,” ungkap Brugnaro seperti yang dilansir dari cnnindonesia.com (13/11/2019).

BACA JUGA: 6 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan di Venesia, Italia

Sejumlah meja kursi beserta minuman alkohol disediakan di lorong-lorong Venesia untuk warga dan turis yang menjadi korban kejadian ini. Beberapa penjaga pantai juga dikabarkan mulai disiagakan untuk ambulans air.

Kota Venesia sendiri bukan satu-satunya wilayah di Italia yang mengalami hujan deras. Beberapa wilayah lainnya seperti Taranto, Brindisi, Matero, serta Pozzallo dan Noto di Sisilia dikabarkan juga diterpa guyuran yang sama.

Dilansir dari voaindonesia.com (14/11/2019), Brugnaro menyampaikan dalam konferensi pers – perkiraan dana yang dibutuhkan untuk menanggulangi sejumlah kerusakan diperkirakan mencapai ratusan juta euro.

Sebelumnya Venesia sendiri memang kerap diterpa permasalahan banjir pasang acqua alta – dimana kondisi ini dipicu akibat angin kencang pada musim dingin yang mendorong gelombang dari Laut Adriatik Utara.

Sudah sejak lama, Venesia dikhawatirkan akan berubah menjadi sebuah ‘Kota Hantu’ akibat isu ancaman tenggelamnya Kota Gondola ini. Hal ini didukung dengan menurunnya jumlah penduduk Venesia dari 78 ribu jiwa pada 1990, menjadi 55 ribu pada 2016 lalu.

BACA JUGA: Wisata Ekostis dan Romantis di Canal Grande, Venesia, Italia

Pembangunan infrastruktur secara masif yang dilakukan sejak 2003 dituding sebagai salah satu biang permasalahan banjir di kota ini. Hal tersebut kemudian diperparah dengan kondisi perubahan iklim yang tidak menentu.

Beberapa waktu lalu, walikota Brugnaro mengaku bersama rekan pejabat lainnya telah menyerukan untuk segera merampungkan proyek pembangunan sistem perlindungan banjir di kota ini. Proyek yang dikenal dengan singkatan MOSE tersebut diduga terkendala akibat isu korupsi dan pembengkakan biaya.

Venesia merupakan sebuah kota di wilayah Italia yang dikenal dengan pesona labirin kanal air dan wisata gondolanya. Situasi terkini di kota tersebut sangat berbanding terbalik dengan hari biasa. Dimana sejumlah restoran dan hotel yang biasanya dipenuhi turis, kini berubah sepi akibat tersapu banjir. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here