Lekat dengan Image Gurun, Arab Punya Tempat Bersalju

Salah satu kawasan bersalju tersebut adalah Tabuk. Sejak 10 Januari lalu, salju mulai turun di propinsi yang ada di bagian barat laut Arab Saudi itu.

0
262
Arab

Kata yang terlintas pertama kali saat mendengar negara Arab Saudi adalah ‘panas’. Ya, tak salah memang, nyatanya negara tersebut memiliki banyak gurun dengan cuaca yang panas ekstrem.

Namun, tahukah Sahabat Silir jika Arab Saudi juga memiliki beberapa tempat yang bersalju?

Arab Punya Tempat Bersalju

Salah satu kawasan bersalju tersebut adalah Tabuk. Sejak 10 Januari lalu, salju mulai turun di propinsi yang ada di bagian barat laut Arab Saudi itu. Salju di Tabuk sendiri biasanya turun antara Desember hingga Januari dengan suhu mencapai -4 derajat celcius.

Salju biasa turun jika terjadi perubahan suhu sangat ekstrem. Seperti diketahui, negara tersebut memiliki banyak gurun luas. Hal ini berpengaruh pada suhu udara yang sangat panas di siang hari dan berubah menjadi sangat dingin pada malam hari. Namun, jika terjadi perubahan suhu ekstrem, maka salju baru akan muncul.

Selain Tabuk, ada pula beberapa wilayah lain di Arab Saudi yang kerap dihampiri salju. Salah satunya adalah Turaif yang berada di sisi utara negara tersebut. Bisa dikatakan kota ini termasuk yang terdingin di negara kaya minyak itu saat musim dingin dengan suhu mencapai -12 derajat celcius. Letak kota ini sekitar 691 km dari Riyadh. Selain terdingin suhu udaranya, kota ini juga termasuk salah satu daratan terendah di Timur Tengah.

Suhu  ‘super’ dingin di musim dingin pun dijumpai pula di Ha’il. Kawasan yang berada di ketinggian 950 mdpl ini suhunya bisa menembus minus 10 derajat saat musim dingin.

Bagian utara Arab Saudi yang juga mengalami musim dingin adalah Arar. Meski demikian, kota yang dipenuhi dengan batuan kapur ini tidak sampai menembus munus nol derajat celcius suhunya. Jarak kota ini dari Riyadh adalah 550 km dan bisa dijangkau selama 1 jam 35 menit dengan jalur udara.

Kota lainnya yang diselumuti salju adalah  Sakaka. Kawasan yang juga berada di utara Arab Saudi itu berjarak 864 km dari Riyadh. Meski tak ada pegunungan, tetapi musim dingin di kota ini bisa berlangsung hingga berbulan-bulan. Selanjutnya, ada juga kota Rafha yang juga mengalami musim salju. Suhu kota yang berjarak sekitar 390 km dari Riyadh ini bisa menembus minus nol derajat celcius, meski pada musim panas suhunya sangat panas menjangkau 49 derajat celcius.

Sementara Riyadh sendiri saat musim dingin suhunya juga bisa menembus minus nol derajat celcius. Mengingat lokasinya yang tak jauh dari Riyadh yang notabene-nya merupakan kota besar, tak mengherankan jika kota ini pun menjadi rujukan wisata musim dingin di Arab Saudi. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here