Menelusuri Jejak Kelezatan Ayam Taliwang sebagai Kuliner Tenar khas NTB

Ayam Taliwang begitu digandrungi karena memiliki cita rasa pedas yang sesuai dengan lidah rata-rata orang Indonesia.

0
1203
Ayam Taliwang

Daging ayam memang bahan yang lumrah dipergunakan sebagai bahan masakan di Indonesia. Tak terhitung ada berapa banyak kuliner khas Nusantara yang mempergunakan hewan unggas ini dalam pembuatannya, sebut saja ayam betutu Bali, ayam tangkap Aceh, ayam paniki Maluku, ayam kalasan Yogyakarta, dan masih banyak lagi.

Meneropong keindahan pulau Lombok yang pesonanya selalu disandingkan dengan Bali, rupanya Pulau Seribu Masjid tersebut dikenal memiliki kuliner ayam yang kelezatannya sudah terdengar seantero negeri, yaitu ayam taliwang.

Merasakan kelezatan Ayam Taliwang

Selain di Lombok, makanan ini juga terkenal di Pulau Sumbawa karena memiliki hubungan erat dalam sejarah kemunculannya.

Sahabat Silir mungkin sudah tak asing lagi dengan hidangan bernama ayam taliwang. Kelezatan rasanya berasal dari racikan bumbu yang begitu meresap. Makanan ini begitu digandrungi karena memiliki cita rasa pedas yang sesuai dengan lidah rata-rata orang Indonesia.

Ayam Taliwang – sumber foto: lifestyle.okezone.com

Kunci kelezatan rasa ayam taliwang terletak pada penggunaan terasi Lombok dalam bumbunya. Bahan yang satu ini merupakan salah satu jenis terasi Nusantara yang cukup populer bersamaan dengan terasi dari daerah lainnya seperti khas Cirebon, Jawa, dan Bangka.

Makanan yang satu ini dimatangkan dengan cara dibakar. Untuk pendampingnya, ayam taliwang kerap disantap bersama dengan beberuk terong dan plecing kangkung yang sambalnya juga terbuat dari terasi Lombok.

Dilansir dari laman kebudayaan.kemendikbud.go.id, hidangan ini bermula dari upaya Kerajaan Taliwang di Pulau Sumbawa yang hendak mendamaikan perang antara Kerajaan Selaparang Lombok dengan Kerajaan Karangasem Bali.

Seiring dengan berlangsungnya misi perdamaian, masyarakat Taliwang dan Suku Sasak pun mulai berbaur. Hidangan tersebut mulai disesuaikan dengan kegemaran masyarakat suku Sasak yang menyukai makanan pedas. Dari sanalah hidangan ayam taliwang muncul sebagai salah satu makanan khas Lombok dan Sumbawa.

Perkembangan ayam taliwang menjadi makanan yang mulai dikenal luas oleh masyarakat lokal dimulai dari penjual bernama Nini Manawiyah asal Karang Taliwang yang dahulunya menjajakan makanan bernama ayam pelalah.

Ayam pelalah Nini Manawiyah mulai populer pada tahun 1960-an dan tercatat pernah disinggahi oleh salah satu pahlawan revolusi korban G 30 S/PKI Jenderal Ahmad Yani. Hal tersebutlah yang disebut-sebut menjadi awal muasal ayam taliwang mulai dikenal.

Namun seiring dengan mulai bertambah usianya Nini Manawiyah bertambah, intensitas usahanya pun perlahan mulai mengalami penurunan. Pada saat yang bersamaan sekitar tahun 1967, Dea Papin Haji Ahmad Moerad dan istrinya Hajjah Salmah mulai mendirikan usaha makan yang serupa.

Sejak saat itu, lambat laun usaha ayam taliwang mulai banyak digeluti oleh masyarakat Karang Taliwang hingga menjadi terkenal seperti saat ini.

Sajian ini memiliki cara proses pematangan yang cukup berbeda dibandingkan dengan ayam bakar pada umumnya. Sebelumnya ayam kampung akan dibakar terlebih dahulu hingga setengah matang, baru kemudian dicelupkan ke dalam bumbu dan dibakar kembali sembari dioleskan dengan bumbu.

Di Nusa Tenggara Barat sendiri, terdapat beberapa tempat makan ayam taliwang yang cukup terkenal. Diantaranya adalah Ayam Taliwang H Moerad, Rumah Makan Taliwang Kania, Ayam Bakar Taliwang Irama, Ayam Taliwang Khas Pak Udin, dan banyak lagi.

Bagi Sahabat Silir yang menyukai makanan pedas, pastinya makanan yang satu ini tak boleh ketinggalan untuk dimasukan ke dalam daftar makanan Nusantara yang wajib untuk dicicipi. Kini ayam taliwang tak lagi hanya bisa ditemui di provinsi Nusa Tenggara Barat saja, tetapi juga di sejumlah kota-kota besar wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, hingga Bali. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here