Belajar Sejarah Sekaligus Uji Nyali di Museum Genosida Tuol Sleng di Kamboja

Museum Genosida Tuol Sleng menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan genosida (pembasmian etnis) yang pernah terjadi di Kamboja beberapa dekade silam.

0
637

Keindahan Angkor Wat barangkali memang selalu terngiang usai mengunjunginya, tetapi percayalah bertandang ke Museum Genosida Tuol Sleng jauh lebih menantang. Di tempat ini, Sahabat Silir bukan saja bisa belajar sejarah Kamboja, tetapi juga sekaligs uji nyali. Bagaimana bisa? Berikut ulasannya.

Seperti namanya, Museum Genosida Tuol Sleng menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan genosida (pembasmian etnis) yang pernah terjadi di Kamboja beberapa dekade silam.

Museum Genosida Tuol Sleng di Kamboja

Sekilas, saat melihat bangunan museum tersebut dari luar tampak seperti sekolah. Ya, awalnya museum ini adalah bangunan sekolah menengah atas bernama Ponhea Yat. Namun, semasa pemerintahan Lon Nol, nama sekolah diganti menjadi Tuol Svay Prey High School.

Lantas, saat Kamboja berada di bawah tangan Pol Pot pada 1975, sekolah ini beralih funsi menjadi penjara tempat interogasi dan penyiksaan tahanan yang dituduh sebagai musuh politik Khmer Merah. Tak dipungkiri, tempat ini pun menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan paling keji di Asia.

BACA JUGA: 5 Alasan Kamu Harus Liburan ke Kamboja

Kesan seram dari museum sudah mulai terasa saat melihat kawat berduri yang sudah mulai berkarat dipasang di tembok setinggi 2 meter yang mengelilingi tempat ini. Barangkali Sahabat Silir bakal semakin ‘campur aduk’ rasanya saat memasuki ruangan di lantai satu Gedung A.

Di setiap ruangan dijumpai tempat tidur besi lengkap dengan batangan dan kalung kaki besi juga satu kotak dari seng. Sementara di dinding terdapat figura foto asli seorang korban yang disiksa di atas tempat tidur tersebut.

Beranjak ke  halaman muka gedung, tepatnya di depan Gedung B, terdapat sebuah tiang berbentuk gawang yang tingginya sekitar 6 atau 7 meter yang dulu jugadigunakan sebagai tempat penyiksaan. Konon, para tahanan digantung dengan posisi kepala di bawah, tangan dan kaki diikat.

Kepala tahanan dimasukan ke tong besar berisi air, didiamkan beberapa saat dan ditarik kembali ke atas. Hal ini dilakukan berulang hingga tahanan tersebut lunglai dan bahkan meninggal dunia. 

Ruangan di lantai satu gedung B juga tak kalah menyimpan koleksi ‘seram’. Salah satu ‘koleksi menyeramkan’ itu adalah foto hitam putih para tahanan yang terpajang dan tersusun rapi dalam bingkai kaca. Ekspresi putus asa dan takut tergambar dalam wajah-wajah para tahanan tersebut. Bukan rekayasa, foto-foto tersebut dibuat oleh penjaga dan pengurus penjara saat proses interogasi atau setelah penyiksaan.

Selain ruangan ini, masih ada beberapa spot lain yang tak kalah menyimpan ‘memori kelam’ kekejaman rezim Khmer Merah. Sebagai informasi, kabaranya tahanan yang di penjara di tempat ini dulu mencapai sekitar 15 ribu orang. Dari jumlah tersebut, tak lebih dari 7 orang yang berhasil selamat. Mereka yang dibantai tersebut berasal dari berbagai profesi yang oleh rezim Khmer Merah dianggap berbahaya.

Bagaimana, Sahabat Silir tertarik untuk uji nyali di museum geosida tuol sleng? Tiketnya tak mahal, hanya dengan sekitar 2 dollar Sahabat Silir sudah bisa masuk. Akan tetapi, pastikan jika Sahabat Silir sudah siap ‘mental’, menyaksikan koleksi di dalamnya yang ‘ngeri’ itu. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here