Musisi Will.i.am Mengaku Hampir Dipolisikan oleh Pramugari Qantas Airlines

Musisi Will.i.am mengaku telah mendapatkan perlakukan tak menyenangkan saat melakukan penerbangan dari Brisbane ke Sidney menggunakan maskapai Qantas Airlines.

0
244
qantas airlines

Musisi Will.i.am mengaku telah mendapatkan perlakukan tak menyenangkan saat melakukan penerbangan dari Brisbane ke Sidney menggunakan maskapai Qantas Airlines.

Pentolan grup musik Black Eyed Peas tersebut mengatakan, ia dan rombongannya menjadi korban diskriminasi ras seperti diberitakan oleh CNN (16/11/2019). 

BACA JUGA: 7 Fakta Unik Makanan di Pesawat Terbang, Seperti Apa Ya?

Will.i.am sendiri kala itu sedang berada di Australia untuk tampil di Homebush pada Jumat malam dalam rangka tur band 2019 ke 20 negara.

Musisi Will.i.am dan rombongannya menjadi korban diskriminasi ras

Insiden tersebut dimulai saat Will.i.am tengah menggunakan headphone peredam bising saat pengumumuman instruksi penyimpanan benda-benda elektronik. Akibatnya, ia tak sengaja membiarkan laptopnya tetap berada di luar.

Pramugari penerbangan asal Australia tersebut kemudian segera mendatangi dan meminta Will.i.am untuk mengindahkan pengumuman tersebut. Sayangnya, pramugari tersebut dianggap telah bertindak terlalu jauh dengan melaporkan rapper asal Amerika tersebut kepada polisi.  

Will.i.am

“Aku sedang dalam penerbangan dari Brisbane menuju Sidney. Dengan menyesal harus kukatakan, aku dan rombonganku mendapat pengalaman pelayanan buruk diakibatkan seorang pramugari penerbangan yang terlalu agresif…aku tak mau meyakini bahwa dia rasis. Tapi dia jelas menunjukan semua rasa kesalnya kepada orang-orang dengan kulit berwarna” cuit Will.i.am di sosial medianya pada 16 November 2019 kemarin.

Will.i.am bahkan memberi tagar ‘RacistFlightattendant’ pada cuitannya. Penyanyi berkulit hitam tersebut bahkan menyebutkan siapa nama pramugari tersebut disertai dengan fotonya.

Menurut pernyataan yang dikirimkan ke CNN, maskapai tersebut menyatakan bahwa insiden tersebut tidak ada hubungannya dengan permasalahan ras.

“Ada kesalahpahaman di kabin, yang kelihatannya jadi memburuk akibat will.i.am mengenakan headphone peredam bising sehingga tak bisa mendengar instruksi dari kru,” kata pihak maskapai. “Kami menolak tudingan yang berhubungan dengan masalah ras. Kami akan segera menyelesaikan permasalahan dengan will.i.am dan berharap ia akan baik-baik saja di sepanjang sisa tur.” Disebutkan lebih lanjut, polisi bahkan sudah melepaskan musisi berusia 44 tahun tersebut.

BACA JUGA: 6 Tips Mempersiapkan Liburan Naik Pesawat Bersama Anak

Pria pemilik nama asli William Addams tersebut diketahui memiliki 12,8 juta pengikut di akun twitter-nya. Ia diketahui masih aktif di industri musik Hollywood sebagai seorang penyanyi, rappper, produser rekaman, DJ, aktor televisi, dan dikabarkan pernah melakukan kolaborasi dengan sejumlah penyanyi papan atas Hollywood.

Cuitan Musisi Will.i.am tersebut kemudian mengundang berbagai respon, termasuk grup duet wanita The Veronicas asal Australia yang digawangi oleh Jessica dan Lisa Origliasso.

Dilansir dari theguardian.com (17/112019) keduanya mengaku pernah diusir dalam penerbangan dari Brisbane ke Sidney pada September lalu, akibat gagal mengikuti instruksi yang dianggap dapat beresiko pada keselamatan penumpang lainnya.

Dua wanita kembar identik tersebut menyebutkan bahwa hal tersebut dilakukan oleh staff maskapai yang sama seperti yang menindas will.i.am.

Diskriminasi ras hingga kini masih menjadi isu yang sangat sensitif. Australia merupakan salah satu negara yang diketahui masih memiliki tingat rasisme yang cukup tinggi. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here