Pengalaman Berlibur yang Tak Terlupakan di Bali Bersama Anak

0
661
Bali

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya yang tak terlupakan saat jalan-jalan bersama anak saya yang masih berusia 7 tahun. Saat itu saya sudah menyiapkan rencana perjalanan ke Bali dalam rangka hadiah ulang tahun untuk anak saya.

Namun, sehari sebelum keberangkatan, anak saya mengalami demam yang menyerupai gejala awal flu. Akan tetapi, karena saya sudah terlanjur melakukan booking hotel dan tiket pesawat, dengan terpaksa kami harus berangkat.

Saat di pesawat anak saya masih menunjukan gejala demam dan tampak terlihat lemas. Kami pun sampai di Bandara Ngurah Rai, Bali pukul 11 siang waktu setempat dan berencana melakukan check-in lebih awal karena demam anak saya semakin tinggi. Beruntung pihak hotel mau menyetujuinya.

Anak saya akhirnya mendapatkan perawatan dari fasilitas klinik dan dokter yang ada di hotel. Setelah diberi obat, demamnya berangsur mulai turun. Sorenya kami sudah bisa pergi ke kolam renang dan menyambangi taman bermain yang ada di hotel. Setelah itu, kami berjalan-jalan menyusuri Pantai Kuta dan berakhir di Kuta Beach Walk. Namun, sekitar pukul 8 malam demam anak saya mulai timbul kembali.

Saya pun memutuskan untuk kembali ke hotel yang jaraknya mencapai 2 kilometer sembari menggendongnya. Akibat merasa kesulitan saya pun memutuskan untuk naik taksi menuju hotel. Hal mengejutkan pun terjadi. Amazing!!!!!Sang sopir menolak untuk dibayar. 

Keesokan harinya kami pun berpindah ke wilayah Ubud. Kami mengunjungi Bird Park dan Tanah Lot untuk kemudian check-in di Element By Westin Ubud pada sore harinya. Berkat mengikuti komunitas travel, kami mendapatkan tiga free course dinner dari restoran hotel. Kami mendapat kejutan ulang tahun untuk anak saya dari teman-teman komunitas. Sungguh sebuah perayaan ulang tahun yang sangat berkesan.

Hari berikutnya kami bertolak ke Tree-Tops Adventures. Meski saya takut ketinggian, tetapi saya mencoba menaklukan rasa takut dengan mencoba kegiatan flying fox. Alhasil saya merasakan begitu banyak keseruan walau dengan jantung berdebar. Tanpa disadari hari sudah mulai sore dan kami tak sengaja melewatkan makan siang. Anak saya terlihat begitu menikmati kegiatan hari itu.

Sekembalinya dari Tree-Tops kami mampir terlebih dahulu ke Pasar Ubud. Saya cukup terkejut melihat perubahan sikap anak saya yang mulai belajar untuk tidak selalu menuruti kehendak hatinya. Saat itu, dia menginginkan sebuah kalung dengan harga yang tidak sepadan menurut saya.

Namun, hebatnya dia tidak merengek seperti biasanya hanya untuk mendapat apa yang diinginkan. Kami juga mendapat pengalaman tak terlupakan di sana saat menabrak dagangan orang akibat ketakutan didekati seekor anjing. Beruntung pedagang tersebut mau memaklumi kepanikan kami. Setelah membeli sejumlah souvenir, kami pun kembali ke hotel.

Selama perjalanan kembali ke hotel anak saya terus bercerita pelajaran dari pengalamannya. Dia melihat bagaimana saya menawar harga kalung yang diinginkannya setelah mencari ke seluruh pasar hingga pada akhirnya kami mendapatkan kalung dengan harga yang cocok. 

Pada hari berikutnya kami masih menikmati segala pelayanan dan fasilitas yang ada di hotel seperti berenang, menonton, bermain dan bersantap hidangan lezat. Tak berapa lama, tiba juga hari dimana kami harus kembali ke Jakarta. Sebelum kembali kami menyempatkan diri berbelanja begitu banyak oleh-oleh hingga anak saya menegur dengan bijaknya agar tidak belanja berlebihan.

Begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik oleh anak saya selama perjalanan tersebut. Dia begitu bersyukur dengan segala hal yang dimilikinya. Perjalanan yang awalnya seperti mimpi buruk berakhir luar biasa. Hal ini juga memberikan semangat baru bagi kami untuk memulai lagi perjalanan petualangan berikutnya.

Judul Asli        : Cerita Jalan-Jalan dlovejourney

Dari                 : Dewi Primasuri (dpriXXXXXX@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here