Pentingnya Kompetensi Media dalam Pemberitaan Pariwisata

Dalam pemberitaan pariwisata, kompetensi media menjadi hal mutlak yang harus dimiliki. Hal tersebut diungkapkan dalam Focus Group Discussion (FGD)

0
302
Kompetensi Media dalam Pemberitaan Pariwisata
Kompetensi Media dalam Pemberitaan Pariwisata

Sibuk Liburan – Dalam pemberitaan pariwisata, kompetensi media menjadi hal mutlak yang harus dimiliki. Hal tersebut diungkapkan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Pencanangan Jurnalisme Ramah Pariwisata di Lombok, Jumat (14/12) sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Auri Jaya menyatakan tingginya akses ke media digital memicu merebaknya penyabaran kabar bohong atau hoax. Menyikapi hal tersebut, pemerintah dinilai perlu mencurahkan perhatiannya.

“Perlu dipertegas regulasi yang mengatur bagaimana aturan menggunakan media sosial dan penyebaran berita-berita yang tidak benar. Ditambah lagi saat ini akses menuju media digital menjadi pendorong maraknya penyebaran hoax. Hal inilah yang perlu menjadi perhatian pemerintah,” katanya.

Kompetensi Media dalam Pemberitaan Pariwisata
Kompetensi Media dalam Pemberitaan Pariwisata

Sementara itu, Dewan Penasehat SMSI Pusat, Agus Sudibyo yang juga menjadi pembicara dalam acara tersebut menekankan tujuan jurnalisme pariwisata. Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut berkaitan dengan akurasi, uji kebenaran informasi, menghindari dramatis, kompentensi wartawan, serta menghitung dampak pemberitaan.

BACA JUGA: Soekarno-Hatta Peringkat 6 Bandara Tersibuk Menyambut Libur Natal dan Tahun Baru

“Penting sekali menjaga poin tersebut. Dalam hal kompetensi wartawan, misalnya, jika wartawan tidak tahu kawasan setempat, jangan ditugaskan untuk meliput dan potensi narasumber juga harus jelas dan sesuai bidangnya. Jangan mencari narasumber yang asal-asalan, nantinya akan berdampak buruk dan merugikan semua orang,” tandasnya.

Pemberitaan pers dan pariwisata berkaitan erat. Hal ini mengingat pemberitaan pers membentuk persepsi tentang keamanan daerah tujuan wisata. Apabila sampai memunculkan persepsi negative, maka dampaknya akan sangat terasa di sektor pariwisata.

Sebagai contoh pemberitaan tentang kekerasan atau aksi di sebuah kota yang menjadi destinasi wisata penting. Tak ayal, hal ini akan berimbas pada kunjungan wisatawan ke kota tersebut.

Sementara itu, Sibuk Liburan hadir sebagai sebuah travel blog yang mengabarkan berbagai hal sehubungan dengan informasi pariwisata. Ulasan berbagai destinasi wisata menarik baik di dalam dan luar negeri menjadi sajian rutin. Tak ketinggalan, berbaga tips dan trik juga diberikan sebagai bekal atau prior knowledge bagi para traveler yang hendal melakukan perjalanan ke mana pun.

Review berbagai destinasi wisata juga sengaja disajikan untuk berbagai kepada para pembaca setia yang disebut sebagai Sahabat Silir. Tentu saja, diharapkan Sahabat Silir bisa memutuskan untuk pergi atau tidak pergi ke destinasi wisata tertentu berdasarkan pertimbangan plus dan minus yang ada di destinasi wisata tersebut.

Melengkapi berbagai ‘menu’ khas berlibur itu, Sibuk Liburan juga menyajikan warta-warta terkini seputar pariwisata yang dikemas dalam kanal News. Sahabat Silir bisa terus terhubung bersama Sibuk Liburan baik melalui situs Sibukliburan.id maupun melalui media sosial Instagram @sibukliburan. Menariknya lagi, kini Sibuk Liburan juga hadir dalam versi aplikasi Android yang bisa diunduh di Play Store.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here