Pesona Gunung Emei di Musim Dingin

Gunung Emei memiliki sejarah penting dalam penyebaran ajaran Budhha di Asia Timur. Candi Buddha pertama di China berdiri di gunung ini pada abad 1 Masehi.

0
602
Gunung Emei
Gunung Emei

Sibuk Liburan – Apabila Indonesia memiliki Gunung Bromo yang kental dengan tradisi Hindu bahkan banyak tempat peribadatan pendukungnya di sekitarnya, di China juga ada gunung yang memiliki nuansa religius nan kental. Adalah Gunung Emei yang memiliki sejarah penting dalam penyebaran ajaran Budhha di Asia Timur.

Candi Buddha pertama di China berdiri di gunung ini pada abad 1 Masehi. Menariknya lagi, candi itu dibangun di puncak Gunung Emei. Kini, Terdapat lebih dari 100 kuil dibangun di daerah ini dan membuatnya dinobatkan sebagai 4 Gunung Suci Buddha di Negeri Panda.

Tak hanya menawarkan nuansa religi, Gunung Emei juga memiliki pesona menakjubkan kala musim dingin tiba. Sibuk Liburan akan mengajak Sahabat Silir melihat pesona Gunung Emei pada musim dingin melalui ulasan berikut.

Gunung Emei
Gunung Emei

Gunung Emei memiliki ketinggian 3099 meter dan diklaim sebagai gunung tertinggi dari 4 gunung sakral di Negeri Panda. Untuk mencapai puncak  gunung, Sahabat Silir perlu menempuh jarak sejauh 50 kilometer. Jalur trekkingnya berupa anak tangga.

Mengingat jarak dan medannya yang tidak mudah dilalui, dibutuhkan waktu hingga 2 hari untuk sampai di puncak. Bagi wisatan yang ingin menginap di tengah perjalanan pun tak perlu repot membawa tenda, karena di atas gunung tersedia penginapan baik yang bersifat biara atau hotel.

Satu hal yang harus dicatat, bahwa harga penginapan di atas gunung tidak murah, sehingga Sahabat Silir yang berencana bermalam di atas gunung harus menyiapkan budget lebih banyak.

BACA JUGA: Begini Rasanya Menjelajah Tembok Besar China kala Malam di Simatai

Bagi yang tak hobi hiking, terdengar ‘mengerikan’ mendaki gunung hingga 50 kilometer, tetapi Sahabat Silir tak perlu khawatir.  Sahabat Silir bisa memilih melakukan pendakian setengahnya saja yang dimulai dari Leidongping Bus Station.

Saat tiba di Leidongping, Sahabat Silir akan disambut dengan warna abu-abu dan putih dari salju yang turun. Tak perlu pula galau urung naik ke Gunung Emei karena malas berjalan, lantaran ada cable car yang siap mengantarkan Sahabat Silir menuju puncak gunung.

Saat musim dingin tiba, salju akan menyelimuti wilayah Gunung Emei. Kristal-kristal salju yang menempel di dinding-dinding tebing atau pepohonan merupakan pemandangan yang menakjubkan. Bagi para pelancong asal Indonesia yang di negaranya tak pernah melihat musim dingin, tentu hal ini merupakan pengalaman tak terlupakan.

Pengalaman itu semakin membekas kala melihat salju-salju itu mengkristal memenuhi puncak-puncak kuil, ranting dan dahan pepohonan bahkan tanahnya. Hal ini menimbulkan kesan Gunung Emei bak Winter Wonderland yang unik dan artistik .

Suasana Gunung Emei yang diselimuti saju serta es itu dapat dijumpai pada bulan Desember hingga  Februari tahun berikutnya. Suhu di tempat ini pun cukup dingin, mencapai di bawah 0 derajat.

BACA JUGA: Menjelajah Kota Kuno Fenghuang, Wisata Budaya China yang Tak Terlupakan

Oleh karena itu, Sahabat Silir yang hendak melancong ke Gunung Emei hendaknya mempersiahkan pakaian hangat lengkap dengan atributnya, seperti kaos tangan, syal atau penutup kepala. Tak kalah penting dari hal itu, kesiapan fisik menjadi hal yang sangat penting untuk bisa mengunjungi Gunung yang berjarak 150 kilometer dari Chengdu, Ibu Kota Sichuan.

Di kota ini terdapat Panda Breeding and Research Center, tenti di tempat ini Sahabat Silir akan berjumpa dengan Panda yang merupakan hewan endemik Tiongkok. Hmm.. sungguh menakjubkan bukan bisa bertandang ke gunung nan sakral di surganya para Panda?!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here