Petra, Kota Hilang yang Kini Jadi Keajaiban Dunia

Petra berjarak sekitar 233 kilometer dari Ibu Kota Yordania, Amman. Kota tua ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam dari ibu kota tersebut.

Piknik ke Tiongkok, Korea Selatan, Thailand, Singapura atau Vietnam itu sudah biasa! Demikian pula dengan kunjungan ke Italia, Perancis atau Belanda tak kalah biasa!

Namun, jika Sahabat Silir ingin merasakan sensasi liburan yang berbeda sekaligus memetik banyak hal baru, datanglah ke Yordania. Meski negara ini tidak lebih terkenal sebagai tujuan wisata dunia sebagaimana negara-negara telah disebut di atas, tetapi memiliki pesona yang luar biasa, terutama dari segi sejarah dan budaya.

BACA JUGA: Lebih Dekat Mengenal Wisata Halal

Ya, Yordania memiliki sebuah kota kuno yang penting. Adalah Petra, kota hilang yang kini menjadi satu dari 7 keajaiban dunia.

Bagaimana hal itu bisa terjadi, Sibuk Liburan akan mengajak Sahabat Silir mengulas hal tersebut.

Lebih dekat dengan Petra

Petra berjarak sekitar 233 kilometer dari Ibu Kota Yordania, Amman. Kota tua ini bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam dari ibu kota tersebut.  Lokasi kota ini sendiri berada di antara Laut Mati dan Laut Merah.

Petra

Kota ini menjadi tujuan wisata dunia berkat keajaiban arsitekur bangunannya. Ya, Petra tak lain adalah kota berdinding batu. Menariknya bangunan megah itu berdiri di atas tebing batu dan gunung. Eloknya, bangunan dengan arsitektur menakjubkan itu dipahat langsung dan bukan berasal dari batu pahat yang disusun. Hingga kini, bangunan itu masih kokoh berdiri dan menjadi magnet utama wisata di Yordania. Saat matahari terbenam, pemandangan kota batu ini begitu menakjubkan.

Nama Petra sendiri berasal dari Bahasa Yunani Kuno, ‘petros’, yang berarti batu. Hal ini memang sangat cocok untuk menggambarkan bangunan megah yang terbuat dari batu—yang kini menjadi keajaiban dunia itu.

Kota ini dibangun sejak 300 SM oleh Kerajaan Nabath. Petra pun ota ini diyakini sebagai ibu kota kerajaan tersebut. Disebutkan bahwa antara 400 SM hingga 106 SM, kota ini bahkan sudah berkembang sebagai pusat perdagangan. Tahun ini bahkan jauh sebelum kekaisaran Romawi berdiri.

Sebagai kota dari peradaban lama, Petra termasuk kota yang besar. Berada di ketinggian 806 mdpl hingga 1.306 mdpl, kota ini memiliki luas hingga 264 kilometer persegi.

Meski tak seluruh luas kota Petra dijelajahi, tetapi akan lelah mengelilingi Petra dengan berjalan kaki. Oleh karena itu, Sahabat Silir bisa naik unta untuk melewati jurang atau tebing di kawasan Petra.

Tembok kota Petra hanya satu diantara sekian banyak bukti dari kemajuan peradaban bangsa Nabath. Selain mampu membangun kota yang maju, mereka juga dikenal ulung dalam perniagaan, bahkan mampu mengendalikan perdagangan kuno yang membentang dari Tepi Barat ke Yordania hingga menuju perbatasan utara di Semenanjung Arab. Rempah-rempah pun menjadi komoditi penting dalam perdagangan tersebut.

Meski sudah ada sejak Sebelum Masehi, faktanya kota Petra terbilang ‘belum lama’ ditemukan. Ya, kota ini pernah menghilang dari peradaban selama lebih dari seribu tahun, sebelum akhirnya ditemukan kembali oleh penjelajah asal Swiss, Johan Burckhardt pada 1812.

Kota kuno Petra menjadi hancur, karena gempa Bumi dahsyat yang sempat menimpanya apda abad ke-4. Seketika kota ini luluh lantak, termasuk sistem perdagangan yang sudah begitu maju kala itu pada abad ke-7.

Selain faktor alam, Petra perlahan mulai susut kejayaannya menyusul Bizantium yang semakin kuat. Kota ini akhirnya benar-benar menemui titik nadirnya saat Kekaisaran Romawi berjaya dan membuat Nabath hilang dari peradaban.

Usai ditemukan, Petra pun menyedot perhatian dunia. Kota ini bahkan masuk menjadi satu di antara 7 keajaiban dunia baru pada 2007. Menyusul penobatan tersebut, kota kuno Petra pun semakin terkenal. Kunjungan ke kota tua ini tak pernah sepi.

Pengunjung datang untuk menyaksikan maha karya arsitektur dari peradaban kuno Sebelum Masehi itu sekaligus menyaksikan pemandangan sunset yang mengagumkan. Jika Sahabat Silir datang pada pagi hari pemandangan juga tak kalah menakjubkan.

Dalam kondisi cuaca bagus, baik di kala matahari terbit maupun terbenam, tembok batu Petra semakin terlihat indah. Bias cahaya yang menghantap ukiran-ukiran kuno dan pilar-pilar raksasa itu sungguh pemandangan yang sangat sayang dilewatkan. 

Bukan arsitektur itu saja yang membuat mata pengunjung terkesima. Teknologi transportasi dan sistem irigasi sistemik bahkan saat itu sudah ada! Ya, saat mengunjungi situs arkeologi kuno ini, Sahabat Silir juga akan melihat sebuah aliran sungai dan bendungan kecil buatan bangsa Nabath.

Jalur irigasi itu dibuat untuk minum dan kebutuhan sehari-hari. Hebatnya lagi, aliran sungai itu bahkan sudah dirancang sedemikian rupa agar kota terhindar dari banjir. Benar-benar kemampuan yang melampaui zaman bukan?!

Usai melihat aliran sungai tersebut, pengunjung akan diajak melihat Sig, yaitu sebuah celah jalan sempit di antara dua bukit bebatuan. Celah jalan mini juga merupakan hal yang mengagumkan, terlebih bisa memanjang hingga 2 kilometer.

BACA JUGA: Wajib Tahu, 5 Fakta Menarik Tiga Piramida Mesir

Suguhan pemandangan belum usai! Sahabat Silir selanjutnya akan diajak melihat Treasury yang merupakan ikon utama Kota Petra. Treasury adalah situs di Petra yang diberi nama Al Khazneh dan dipahat dari bukit utama. Situs  yang terukur di tebing batu tinggi itu sengaja dibuat sebagai makam atau kuil. Tinggi bangunan tersebut mencapai 76 meter dan disokong oleh 6 pilar yang besar dan tampak kokoh.

Di kawasan Treasury ini, saat malam hari akan semakin menarik. Karpet yang dipenuhi dengan lilin dan lampu-lampu kecil yang dinyalakan membuat pemandangan Treausry di malam hari begitu elok. Pengunjung semakin dibuat takjub dengan iringan alunan rababa, alat musik yang mirip dengan seruling kuno.

Bak tengah berada di negeri dongeng, pengunjung akan menyasikan pemandangan kota Petra malam ditemani gemerlap lilin yang begitu romantis dan syahdu. Pengalaman akan semakin tak terlupakan dengan kisah sejarah yang dituturkan langsung oleh penduduk lokal, Suku Badui. Mereka bahkan mash mendiami kota batu itu sampai saat ini. Kehidupan ekonomi mereka gantungkan pada sektor pariwisata, yaitu dengan menjadi pemandu dan penjual souvenir.

Treasury bukan satu-satunya spot menarik. Sebagai sebuah ibu kota Kerajaan Nabath di masa lalu, Petra pun dilengkapi banyak ruang publik. Jejak-jejak peninggalan itu masih bisa ditemui, sebut saja seperti taman, makam para raja hingga terater yang mampu menampung hingga 400 orang. Cukup besar bukan?!

Keberadaan teater ini menjadi indikasi yang nyata jika saat itu masyarakat Nabath memiliki hasil karya seni yang tinggi. Teater menjadi bukti tak terbantahkan sebagai ruang publik yang mengakomodasi kegiatan seni itu dan masyarakat lain bisa menyaksikannya.

Sementara itu, sebagai sebuah ibu kota, Petra juga memiliki lanskap pegunungan. Adalah Gunung Harun yang diklaim sebagai kawasan tertinggi di kota kuno ini. Disebut pula sebagai Jabal Harun, puncak gunung setinggi 1350 mdpl diyakini sebagai tempat Nabi Harun  AS meninggal dan dimakamkan oleh Nabi Musa AS.

Bagaimana indah dan sarat akan nilai sejarah bukan Kota Petra? (y)

Tag: Petra, Kota Hilang yang Kini Jadi Keajaiban Dunia, Kota Petra, Petra, Kota batu Petra, Yordania, Kerajaan Nabath, Amman, Bizantium, Kerajaan Romawi, Yunani, Nabu Harun, Nabi Musa, Sahabat Silir, Sibuk Liburan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin kamu juga suka

Mengenal Kimono, Pakaian Tradisional Jepang yang Mendunia

Sahabat Silir tentu mengenal kimono, pakaian tradisional Jepang yang ikonik dan memiliki bentuk yang khas. Pakaian tradisional ini memang mendunia, karena bangsa Jepang selalu bangga...

Ekstremnya Bailong Elevator di Zhangjiajie Lift Tertinggi di Dunia

Bailong Elevator - China memang juara soal membuat sesuatu yang baru dan unik. Tak hanya jembatan kaca terpanjang di dunia, Negeri Tirai...

Kayangan Api Bojonegoro, Sumber Api Terbesar di Asia Tenggara

Tak berlebihan rasanya jika banyak turis mancanegara Indonesia layaknya surga. Negeri ini memang diberkahi dengan keindahan alam yang luas biasa indah. Di...

Dipanjat Orang Tak Dikenal, Menara Eiffel Sementara Ditutup

Sibuk Liburan - Dunia pariwisata dunia dihebohkan dengan dipanjatnya menara ikonik, Menara Eiffel di Paris, Prancis. Sebagaimana dikutip dari BBC, (20/5/2019), seorang...

5 Satwa Unik yang Hanya Ada di Indonesia

Satwa Unik - Indonesia adalah negara yang luas dan kaya. Membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, Indonesia dianugrahi...

Terbaru

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke luar negeri. Paspor sendiri adalah...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban jiwa maupun pasien yang terkena virus yang diklaim berasal...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak, melainkan juga lantaran banyaknya kekayaan alam dan budaya yang...

Aneh tapi Nyata! Wine Mengalir di Keran Warga di Italia

Umumnya keran yang tersambung ke rumah akan berisi aliran air bersih untuk kepentingan sehari-hari. Namun, kejadian satu ini aneh bin ajaib!

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak,...