Phnom Bakheng, Tempat Terbaik Melihat Sunset di Kamboja

COVER: Cambodia Roads
Bangunan ini dibangun oleh Raja Yasorvarman pada akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-10 dan didedikasikan untuk Siwa.

Bicara soal pariwisata di Kamboja, angan sejurus langsung tertuju pada Angkor Wat. Namun, bangunan monumental tersebut bukan satu-satunya daya tarik di negeri ini. Masih banyak sudut-sudut lain di sekitar Angkor Wat yang memancarkan keindahannya.

Salah satunya adalah Phnom Bakheng atau Bakheng Hill yang merupakan tempat terbaik untuk melihat sunset alias matahari terbenam di Negeri Seribu Pagoda. Seperti apa keindahannya?

Berikut ulasan selengkapnya tentang Bakheng Hill.

Sejarah dan lokasi Phnom Bakheng

Phnom Bakheng adalah salah satu candi yang bediri di atas empat bukit yang berada di puncak bukit di kawasan Angkor Wat. Bangunan ini dibangun oleh Raja Yasorvarman pada akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-10 dan didedikasikan untuk Siwa. 

Phnom Bakheng

Kala itu, ia membangun sebuah candi di masing-masing bukit. Dalam Bahasa Inggris, Phom Bakheng disebut sebagai ‘little hill’ atau dalam Bahasa Indonesia berarti bukit kecil. 

Dibandingkan dengan candi-candi lainnya, Phnom Bakheng merupakan candi tertinggi yang berada di Taman Arkeologi Angkor. Oleh karena lokasinya yang tinggi tersebut, tak mengherankan jika bangunan yang juga populer dengan sebutan Bakheng Hill tersebut masyur sebagai tempat untuk melihat matahari terbenam.

BACA JUGA: Pasar Sentral Kamboja, Asyiknya Belanja Oleh-oleh Khas Kamboja

Phnom Bakheng berlokasi poada ketinggian 1,30 meter atau 4,265 kaki di utara Angkor Wat dan sekitra 400 meter atau 1,312 meter selatan Angkor Thom. Sebagai informasi, Angkor Wat merupakan salah satu monumen keagamaan terbesar di dunia yang ada di Kamboja.

Sementara itu, Angkor Thom adalah reruntuhan kompleks ibu kota kerajaan Khmer Kuno. Didirikan oleh raja Jayawarman VII, ibu kota kuno ini mencakup kawasan seluas 9 kilometer persegi. Di kawasan tersebut kini dijumpai reruntuhan bangunan penting, seperti candi, istana juga arca-arca besar.

Mahakarya yang melampui zamannya

Wisatawan dunia mengenal Phnom Bakheng memang sebagai spot terbaik pengamatan matahari terbenam di Kamboja. Akan tetapi, di tempat ini juga memiliki banyak sisi keindahan lainnya.

Tak bisa dipungkiri, desain Phnom Bakheng memiliki keunikan khas yang membuat mata takjub kala memandangnya. Pondasinya diukir dari batu bukit yang ada. Menggunakan dasar persegi, candi itu memiliki 5 tingaktan, dengan atap 5 menara utama.

Phnom Bakheng

Penampilannya kian menakjubkan dengan 104 menara kecil yang ada di seluruh tingkatan bawah dan diposisikan dengan simeteris sempurna. Menara utamanya diibaratkan mewakili dunia, lalu 108 menara yang lebih kecil mewakili 4 fase bulan, dengan masing-masing terdiri 27 hari.

Bisa dikatakan Phnom Bakeng adalah kalender astronomi raksasa. Maha karya ini hadir laksana melebihi kemampuan pada zamannya. Luas biasa!

Tantangan ‘menaklukan’ Phnom Bakheng

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Peribahasa ini sangat cocok untuk menggambarkan petualangan di Beking Hills. Pasalnya, dibutuhkan tenaga ekstra untuk bisa menjangkau bukit tersebut. Sahabat Silir harus memastikan diri dalam kondisi prima dan siap mendaki untuk bisa berada di puncak Phnom Bakeng dan melihat keindahan matahari terbenam. Pasalnya, tangga yang dinaiki cukup tinggi dan terjal. Namun, jangan patah semangat dulu!

Perjalanan menuju puncak bukit sekitar 15 menit. Meski lumayan menyita kalori, perjalanan ke bukit tak akan membosankan. Setiap jengkal langkah kaki Sahabat Silir bakal terbayarkan dengan setiap pemandangan yang terlihat menuju ketinggian.

BACA JUGA: 5 Kudapan Manis dari Kamboja yang Mirip Kue Nusantara

Puncaknya, saat berada di ketinggian kuil tersebut, Sahabat Silir akan segera bisa menyaksikan langsung sang mentari menuju peraduannya dengan begitu sempurna! Nuansa romantis sekaligus terasa di tempat ini.

Candinya memang tak seutuh candi utama di Angkor Wat. Namun, reruntuhan bangunan bersejarah yang bermandikan cahaya senja itu sama sekali tak mengurangi keindahan puncak Bekhing Hills, justru membuatnya tampak unik.

Hmmm.. sudah terbayang bukan keindahannya? Etz..jangan lupa, jepret-jepret ya! Pastikan Sahabat Silir tetap berada di tempat yang aman saat berselfie ria di atas bukit ini.

Tempat Terbatas, Siapa Cepat Dapat!

Sebaiknya Sahabat Silir bergegas jika ingin menyaksikan matahari terbenam dari Bakheng Hill. Pasalnya, antrian untuk menuju ke kuil sangat panjang. Tentu saja, hal ini dipicu lantaran banyak pengunjung yang ingin menyaksikan keindahan sunset dari atas bangunan bersejarah di Kamboja itu.  Lagi pula, spot terbaik melihat matahari terbenam di Bekhing Hill memang terbatas hanya mampu memuat 300 orang saja.

Phnom Bakheng

Oleh karena itu, semakin cepat naik, setidaknya sejam matahari tenggelam akan lebih baik, agar Sahabat Silir juga bisa memilih lokasi atau spot terbaik untuk menyaksikan langsung sunset sekaligus untuk berselfie ria. 

Cara lain menuju puncak Bakheng Hill

Sahabat Silir yang suka berolahraga atau menyukai tantangan, tentu akan lebih puas jika mendaki puncak bukit nan ekotis itu dengan berjalan kaki. Hitung-hitung berolahraga, perjalanan ke puncak bukit sekaligus lebih berkesan lantaran bisa menikmati keindahan di setiap jengkal langkah kaki. Namun, bagi Sahabat Silir yang tak ingin lelah, cobalah untuk naik gajah.

Informasi yang dihimpun Sibuk Liburan, untuk menuju puncak dengan menaiki hewan berbelalai panjang itu, perlu membayar sekitar 15 US$. Lalu, untuk turun kembali Sahabat Silir perlu membayar lagi 10 US$.

Tur menggunakan gajah tersebut bakal dimulai sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Seperti halnya saat Sahabat Silir memilih berjalan kaki ke puncak Phnom Bakheng, meski mengendarai gajah sebaiknya tetap berangkat lebih awal agar mendapatkan tempat di atas bukit.

Keindahan dari atas Bekhang Hill

Tak hanya itu, dari titik tersebut, Sahabat Silir bisa melihat berbagai pemandangan fantastik di sekitarnya, seperti Kota Siem Riep, Angkor Wat, Danau Tonle Sap dan Western Baray.

Siem Riep merupakan Ibu Kota Propinsi Siem Riep, salah satu propinsi yang berada di Kamboja, Kota ini merupakan pusat wisata dan budaya, sekaligus  gerbang utama untuk menuju Angkor Wat.

Danau Tonle Sap sendiri merupakan danau air tawar terbesar di Asia. Menawarkan pesona danau alami yang lengkap dengan ekosistem alam dan kehidupan masyarakat lokal. Di tempat ini, dapat pula disaksikan beberapa desa terapung.

Ada pula sebuah desa yang rumah penduduknya berupa rumah panggung, tetapi saat musim penghujan akan tergenang air, sehingga rumah tersebut tampak mengapung layaknya rumah-rumah apung.

Sementara itu, Western Baray atau dalam bahasa Khmer disebut Baray Teuk Thla adalah sebuah danau buatan sebagai penampung air di Kamboja.  Memanjang dari bara ke timu dan terletak tepat di luar tembok barat kota Angkor Thom, di tengah Baray terdapat Mebon Barat, yaitu sebuah candi Hindu yang dibuat di atas pulau Hindu buatan.

Wah, begitu banyak bukan hal menarik yang bisa dilihat dari ketinggian Bakheng Hill?!

Mencoba Mengintip Mentari

Kondang sebagai spot pandang matahari tenggelam, ternyata Phnom Bakheng juga memiliki pesona yang lain. Siapa yang menyangka jika tempat ini tak kalah molek saat pagi hari tiba. Berbeda halnya dengan saat senja, di mana pengunjung ramai berebut tempat ingin menyaksikan senja, kala pagi tiba suasana begitu sunyi.

Suasana benar-benar hening! Perjalanan ke puncak bukit hanya ditemani suara alam rimba kala pagi tiba. Memang cukup menantang, tetapi saat sampai di puncak bukit Sahabat Silir akan dibuat takjub dengan keindahan mentari yang muncul dari balik ufuk dengan begitu cantiknya.

Bukan dalam keramaian menyaksikannya, melainkan dalam keheningan! Syahdu sekaligus romantis! Sahabat Silir mau mencoba sisi lain menyaksikan keindahan dari atas Phnom Bakheng ini? (y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin kamu juga suka

Tips Mudik dengan Kendaraan Umum

Tips Mudik - Menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik memang jauh lebih leluasa dalam perjalanan, karena nyaman dan pastinya juga lebih aman. Namun,...

Sempat Viral! Ini Keindahan Dusun Semilir di Bawen, Semarang

Semakin massifnya penggunaan media sosial tak dipungkiri membuat ‘sesuatu’ bisa viral dengan cepat, termasuk objek wisata baru yang sebelumnya belum dikenal. Nah,...

5 Tempat yang Cocok Untuk Bercengkrama Bersama Keluarga di Surabaya

Liburan keluarga - Berdasarkan jumlah populasi, Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Oleh karenanya, tak heran jika ibu kota...

Cara Mudah Packing Baju Saat Traveling

Siapa yang tak suka liburan? Ya, traveling merupakan kegiatan yang sangat mengasyikan. Bukan saja mampu merefresh pikiran, piknik juga bisa menjadi sarana...

Tips Menangani Gigitan Ular Saat Bertualang di Alam Bebas

Sibuk Liburan - Bertualang di alam terbuka bisa jadi hobi yang mengasyikan sekaligus mendebarkan bagi sejumlah traveler. Namun begitu, petualangan ini tidak...

Terbaru

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke luar negeri.Paspor sendiri adalah...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban jiwa maupun pasien yang terkena virus yang diklaim berasal...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak, melainkan juga lantaran banyaknya kekayaan alam dan budaya yang...

Aneh tapi Nyata! Wine Mengalir di Keran Warga di Italia

Umumnya keran yang tersambung ke rumah akan berisi aliran air bersih untuk kepentingan sehari-hari. Namun, kejadian satu ini aneh bin ajaib!

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak,...
WhatsApp Chat via WhatsApp