Mengulik Tradisi dan Sejarah Festival Lentera di China

Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek dikenal sebagai hari raya terbesar. Setiap tahun, lebih dari 1 milyar etnis China baik yang tinggal di negeri asalnya maupun yang dalam perantauan serempak menyambut tahun yang baru pada kalender bulan melalui serangkaian perayaan.

Mulai dari pelepasan kembang api hingga jamuan besar bersama keluarga selalu menjadi agenda wajib menyambut Imlek. Pada puncak perayaan, masyarakat berbondong-bondong pergi ke areal terbuka untuk menggelar Festival Lentera.

Festival Lentera di Negeri China biasanya diadakan pada hari ke-15 pada bulan pertama tahun yang baru. Perayaan ini menandakan berakhirnya Festival Musim Semi yang menjadi bagian perayaan Tahun Baru Imlek. Pada tahun babi tanah yang jatuh pada 2019 kali ini, Festival Lentera ditetapkan akan jatuh pada hari Selasa, tanggal 19 Februari 2019.

Sejarah Festival Lentera di China
Sejarah Festival Lentera di China

Cara masyarakat China menggelar Festival Lentera dikenal sangat guyub. Pada malam ke-15 perayaan Imlek, masyarakat akan berkumpul di lapangan untuk melihat bulan purnama. Mereka akan menyulut ratusan lentera yang nantinya akan diterbangkan serentak.

Seraya memandang langit yang dipenuhi cahaya lentera yang kian meredup, orang-orang akan mengeluarkan kotak bekal kemudian menyantap hidangan bersama-sama keluarga dan teman-teman.

Di wilayah perkotaan, Festival Lentera dirayakan dengan lebih meriah lagi. Hiasan lentara tak lagi berbentuk bola atau segiempat sederhana, melainkan dibentuk ke dalam berbagai macam ukuran dan rupa, seperti bentuk binatang, orang-orangan, dan bangunan tradisional.

Berkat hal tersebut, pemandangan kota di kala Tahun Baru Imlek selalu nampak megah bertabur ribuan lampu dengan bentuk-bentuk yang meriah.

Di balik kemeriahannya, ternyata sejarah Festival Lentera dapat ditarik ke masa 2.000 tahun silam. Kala itu, kuil-kuil di wilayah Kekaisaran Dinasti Han di bagian timur memulai sebuah kebiasaan menyalakan lentera pada hari ke-15 bulan pertama untuk menghormati Buddha.

Kabar tersebut langsung menyambar telinga Kaisar Hanmingdi. Sebagai penganut Buddha yang taat, sang raja pun langsung memerintahkan seluruh bagian istana, kuil, hingga rumah-rumah penduduk untuk menyalakan lentera di kala malam Tahun Baru Imlek. Lama-kelamaan kebiasaan ini berubah menjadi perayaan besar bagi seluruh lapisan masyarakat.

Secara simbolis, Festival Lentera memiliki makna yang sangat penting bagi keluarga. Malam bulan purnama yang pertama pada kalender China menandakan kembalinya musim semi yang penuh berkah bagi keluarga. Tidak heran jika momen ini selalu dijadikan ajang masyarakat China untuk pulang kampung.

Sayangnya, Festival Lentera di China tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional, sehingga sangat sulit bagi mereka yang memiliki sanak keluarga yang berjauhan.

Dengan berakhirnya Festival Lentera, berakhir pula perayaan Tahun Baru Imlek. Segala pantangan yang berdampak pada perolehan keberuntungan di tahun yang baru sudah tidak berlaku lagi. Dekorasi Imlek harus segera dilepas. Bersamaan dengan hal tersebut, aktivitas masyarakat mulai kembali kepada rutinitas sehari-hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin kamu juga suka

10 Maskapai Ini Diklaim Teraman di Dunia Tahun 2020

Di era globalisasi seperti saat ini mobilitas orang kian tinggi. Bukan saja antara wilayah atau negara, menerabas benua bahkan hal yang biasa....

Intip Meriahnya Lima Festival Musim Semi yang Ada di Jepang

Musim semi di boleh dikatakan sebagai salah satu musim terbaik untuk mengunjungi Jepang. Sahabat Silir dapat dengan mudahnya menemukan sejumlah spot yang...

Mengenal Hanami, Tradisi Musim Semi dari Jepang yang Penuh Nilai Filosofis

Sibuk Liburan - Di Jepang, musim semi adalah musim yang penuh dengan makna. Pada zaman kerajaan, para bangsawan biasanya memanfaatkan suasana sejuk...

Beragam 9 Oleh-oleh Khas Rumania, Mau yang Mana?

Liburan ke Benua Eropa masih menjadi impian banyak orang, termaasuk orang Indonesia. Inggris, Belanda atau Perancis menjadi negara 4 musim di benua...

Sensasi Berkunjung ke Taman Beihai Beijing, Klasik Namun Indah

China memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Taman Beihai di Beijing. Seperti kebanyakan taman di berbagai...

Terbaru

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke luar negeri. Paspor sendiri adalah...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban jiwa maupun pasien yang terkena virus yang diklaim berasal...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak, melainkan juga lantaran banyaknya kekayaan alam dan budaya yang...

Aneh tapi Nyata! Wine Mengalir di Keran Warga di Italia

Umumnya keran yang tersambung ke rumah akan berisi aliran air bersih untuk kepentingan sehari-hari. Namun, kejadian satu ini aneh bin ajaib!

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak,...