Mengulik Tradisi dan Sejarah Festival Lentera di China

0
1593
Sejarah Festival Lentera di China
Sejarah Festival Lentera di China

Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek dikenal sebagai hari raya terbesar. Setiap tahun, lebih dari 1 milyar etnis China baik yang tinggal di negeri asalnya maupun yang dalam perantauan serempak menyambut tahun yang baru pada kalender bulan melalui serangkaian perayaan.

Mulai dari pelepasan kembang api hingga jamuan besar bersama keluarga selalu menjadi agenda wajib menyambut Imlek. Pada puncak perayaan, masyarakat berbondong-bondong pergi ke areal terbuka untuk menggelar Festival Lentera.

Festival Lentera di Negeri China biasanya diadakan pada hari ke-15 pada bulan pertama tahun yang baru. Perayaan ini menandakan berakhirnya Festival Musim Semi yang menjadi bagian perayaan Tahun Baru Imlek. Pada tahun babi tanah yang jatuh pada 2019 kali ini, Festival Lentera ditetapkan akan jatuh pada hari Selasa, tanggal 19 Februari 2019.

Sejarah Festival Lentera di China
Sejarah Festival Lentera di China

Cara masyarakat China menggelar Festival Lentera dikenal sangat guyub. Pada malam ke-15 perayaan Imlek, masyarakat akan berkumpul di lapangan untuk melihat bulan purnama. Mereka akan menyulut ratusan lentera yang nantinya akan diterbangkan serentak.

Seraya memandang langit yang dipenuhi cahaya lentera yang kian meredup, orang-orang akan mengeluarkan kotak bekal kemudian menyantap hidangan bersama-sama keluarga dan teman-teman.

Di wilayah perkotaan, Festival Lentera dirayakan dengan lebih meriah lagi. Hiasan lentara tak lagi berbentuk bola atau segiempat sederhana, melainkan dibentuk ke dalam berbagai macam ukuran dan rupa, seperti bentuk binatang, orang-orangan, dan bangunan tradisional.

Berkat hal tersebut, pemandangan kota di kala Tahun Baru Imlek selalu nampak megah bertabur ribuan lampu dengan bentuk-bentuk yang meriah.

Di balik kemeriahannya, ternyata sejarah Festival Lentera dapat ditarik ke masa 2.000 tahun silam. Kala itu, kuil-kuil di wilayah Kekaisaran Dinasti Han di bagian timur memulai sebuah kebiasaan menyalakan lentera pada hari ke-15 bulan pertama untuk menghormati Buddha.

Kabar tersebut langsung menyambar telinga Kaisar Hanmingdi. Sebagai penganut Buddha yang taat, sang raja pun langsung memerintahkan seluruh bagian istana, kuil, hingga rumah-rumah penduduk untuk menyalakan lentera di kala malam Tahun Baru Imlek. Lama-kelamaan kebiasaan ini berubah menjadi perayaan besar bagi seluruh lapisan masyarakat.

Secara simbolis, Festival Lentera memiliki makna yang sangat penting bagi keluarga. Malam bulan purnama yang pertama pada kalender China menandakan kembalinya musim semi yang penuh berkah bagi keluarga. Tidak heran jika momen ini selalu dijadikan ajang masyarakat China untuk pulang kampung.

Sayangnya, Festival Lentera di China tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional, sehingga sangat sulit bagi mereka yang memiliki sanak keluarga yang berjauhan.

Dengan berakhirnya Festival Lentera, berakhir pula perayaan Tahun Baru Imlek. Segala pantangan yang berdampak pada perolehan keberuntungan di tahun yang baru sudah tidak berlaku lagi. Dekorasi Imlek harus segera dilepas. Bersamaan dengan hal tersebut, aktivitas masyarakat mulai kembali kepada rutinitas sehari-hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here