Singapura Jadi Negara Ketiga yang Melarang Skuter Listrik di Trotoar

Bagi mereka yang melanggar akan terancam denda sebesar 2 ribu dollar Singapura (sekitar 20,6 juta rupiah) hingga penjara tiga bulan yang menanti.

0
358
Skuter Listrik

Pemerintah Singapura memberlakukan aturan larangan penggunaan skuter listrik/ e-skuter di sepanjang trotoar yang mulai efektif sejak Selasa (5/11) kemarin. Namun sebelumnya, upaya sosialisasi dan himbauan akan terus dilakukan hingga akhir 2019 nanti, demikian dikutip dari cnnindonesia.com (04/11/2019).

Jelang 1 Januari 2020 nanti, penegakan hukum akan diberlakukan dengan lebih tegas. Bagi mereka yang melanggar akan terancam denda sebesar 2 ribu dollar Singapura (sekitar 20,6 juta rupiah) hingga penjara tiga bulan yang menanti.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Senior Negara untuk Perhubungan Lam Pin Min berdasarkan sumber Channel News Asia yang dikutip oleh CNN Indonesia.

Melarang Skuter Listrik di Trotoar

Larangan tersebut memuat peraturan dimana para pengendara skuter listrik kini hanya diperkenankan untuk melaju di jalur khusus sepeda sepanjang 440 km di seluruh wilayah Singapura.

Skuter Listrik

Larangan tersebut dicetuskan untuk mengganti aturan skuter listrik yang tadinya dapat mempergunakan jalur trotoar hingga sepanjang 5.500 km. Namun begitu, penerapannya tidak akan menyasar kepada para pengendara sepeda dan penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda bermotor.

Dengan diberlakukannya aturan larangan ini, Singapura menjadi negara ketiga yang mulai menerapkan larangan penggunaan skuter listrik di trotoar setelah Jerman dan Perancis. Pihak pemerintah bahkan berencana untuk memperluas cangkupan pengguna perangkat mobilitas pribadi (PMD), yang mana diantaranya termasuk dengan hoverboard dan unicycles (sepeda roda satu).

Saat ini sekiranya ada sekitar 100 ribu skuter listrik yang terdaftar di negara tersebut. Peningkatan penggunaannya diiringi dengan membengkaknya jumlah kasus kecelakaan yang melibatkan jenis PMD ini.

BACA JUGA: Urutan 10 Maskapai Terbaik Untuk Dinaiki di Tahun 2019

Tercatat sekiranya ada sekitar 228 laporan kecelakaan yang diterima pada tahun 2017 dan 196 laporan yang sama pada tahun 2018 lalu. Kejadian terbaru adalah insiden kecelakaan yang menimpa seorang wanita bernama Ong Bee Eng (65).

Korban mengalami luka serius akibat dihantam pengendara skuter listrik di wilayah Bedok pada September silam. Laporan Straits Times menyebutkan, beberapa hari setelah dirawat di rumah sakit korban akhirnya meninggal dunia akibat cedera otak.

Dalam sebulan, 370 orang pengguna bahkan pernah ditangkap oleh pihak berwenang akibat melanggar aturan. Sejumlah kasus kematian yang pernah dilaporkan sebelumnya semakin menambah panjang kekhawatiran akan masalah keamanannya.

Sebelum pemberlakuan larangan diturunkan, Lam mengaku dalam dua tahun belakangan ini pihaknya sudah mengupayakan himbauan untuk mengendarai PMD dengan aman. Meski begitu, masih saja kerap ditemui sejumlah pengguna nakal yang tak mematuhi aturan. 

Di Singapura, penggunaan e-skuter bertumbuh cukup pesat di bidang perjalanan dan layanan pengiriman makanan. Sementara itu di Indonesia, pengguna e-skuter kini mulai bisa ditemui di sejumlah wilayah seperti Jakarta dan Tangerang. Namun begitu, tampaknya belum ada tanda-tanda akan diterbitkan sebuah regulasi terkait pengaturan pemakaian jenis skuter listrik. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here