Taman Nasional Way Kambas, Rumah Perlindungan Berbagai Flora dan Fauna

Berdiri di kawasan seluas kurang lebih 125.000 hektar, tempat ini merupakan salah satu cagar tertua di Indonesia yang memiliki ragam vegetasi, seperti hutan rawa air tawar, padang rumput, semak belukar dan hutan pantai.

0
1755
Way Kambas

Sibuk Liburan – Sebelum melirik berbagai lokasi wisata yang ada di luar negeri, ada baiknya Sahabat Silir menengok beberapa lokasi dalam negeri yang tersohor sampai mancanegara. Salah satunya adalah Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Terletak di Raja Basa Lama, Jalan Labuhan Ratu, Lampung Timur, lokasinya berjarak sekitar 112 km dari pesisir utara kota Lampung. Apabila menggunakan kendaraan motor, waktu tempuh menuju tempat ini berkisar 2 hingga 3 jam.

Berdiri di kawasan seluas kurang lebih 125.000 hektar, tempat ini merupakan salah satu cagar tertua di Indonesia yang memiliki ragam vegetasi, seperti hutan rawa air tawar, padang rumput, semak belukar dan hutan pantai. Di tempat ini, sekumpulan flora dan fauna lainnya akan dibiarkan hidup di alam bebas.

Tempat ini dahulunya kerap berganti-ganti nama dari Pusat Latihan Gajah (PLG) hingga Pusat Konservasi Gajah (PKG). Sampai pada akhirnya resmi menjadi Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Sebagai ikon dari TNWK, para gajah di tempat ini akan mendapatkan pelatihan, penjinakan, serta pengembangbiakan agar populasinya tidak punah.

Selain itu terdapat juga rumah sakit gajah yang mungkin hanya satu-satunya dimiliki oleh Indonesia bahkan Asia. Selayaknya rumah sakit manusia, tempat ini akan merawat para gajah yang sakit atau yang mengalami permasalahan stress.

Menariknya gajah-gajah disini bisa dinaiki oleh pengunjung. Selain itu, mereka juga dapat melakukan atraksi menarik seperti bermain bola dan menari. Tak jarang, hewan-hewan raksasa lembut ini akan terlihat dimandikan oleh pawang.

Meskipun begitu, tidak hanya hewan gajah saja yang menghuni tempat ini. Terdapat juga fauna dilindungi lainnya yang juga terancam punah seperti harimau sumatera, badak sumatera, mentok rimba, buaya sebi, labi-labi, aneka unggas, reptil dan banyak lagi. Flora menarik lainnya juga ikut meramaikan kawasan ini, seperti api-api, pidada, nipah, gelam, salam, rawang, ketapang, cemara laut, pandan, puspa, meranti, minyak, dan ramin.

TNWK sendiri hingga saat ini telah berhasil melatih sekitar 300 ekor lebih hewan gajah yang kini keberadaannya tersebar di penjuru Nusantara. Selain hewan gajah, terdapat pula Yayasan Rhino Internasional yang berkonsentrasi melindungi spesies badak yang hampir punah.

Untuk memasukinya, tarif yang dibanderol adalah sebesar Rp 7.000. Selain itu, jika ingin menunggangi hewan gajah, Sahabat Silir bisa merogoh kocek sebesar Rp 20.000 dengan jarak putaran yang mencapai 50 hingga 100 meter. Apabila ingin puas berkeliling selama 30 menit di kawasan ini, Sahabat Silir perlu membayar sebesar Rp 150.000 untuk melakukannya.

Selain menjelajah melihat-lihat keasrian alam yang disuguhkan oleh tempat ini, Sahabat Silir bisa juga mengelilingi sungai dengan perahu motor. Kapasitas perahu motor dapat mengangkut hingga 6 orang dalam sekali jalan. Tarif yang dipatok berkisar Rp 750.000 hingga Rp 1.500.000 tergantung pada jauh dekatnya perjalanan.

Meski sedikit mahal, tetapi pemandangan yang disaksikan sangatlah sepadan. Pengunjung akan diajak berkeliling kawasan Hutan Way Kambas dan menyaksikan langsung kehidupan para satwa liar.

Di sekitar kawasan TNWK juga menawarkan berbagai pilihan menginap dengan tarif yang tidak membuat kantong jebol. Apabila, Sahabat Silir ingin merasakan sensasi menginap di alam liar, tempat ini juga menyuguhkan akomodasi dengan nuansa camping.

Berkunjung ke Way Kambas pastinya sangatlah menyenangkan terlebih jika Sahabat Silir merupakan pecinta alam liar. Dengan banyaknya kemudahan akses menuju tempat tersebut, tentunya Taman Nasional Way Kambas adalah lokasi yang wajib dimasukan ke dalam daftar destinasi berikutnya. (AS)

Tag: Ikon Taman Nasional Way Kambas, Wisata Liar di Lampung, Rumah Gajah Sumatera, Tarif TNWK, Aneka Flora dan Fauna di TNWK, Pusat Penangkaran Satwa Rawan Punah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here