Keunikan Tonle Sap, Danau Air Tawar Terbesar di Asia Tenggara

Danau Tonle Sap tercipta akibat tekanan geologi yang terjadi akibat benturan lempeng anak benua India dan lempeng Asia yang kemudian menempati sebuah cekungan.

Dibandingkan dengan beberapa negara lain di Asia Tenggara, seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam atau Brunei Darussalam, sektor pariwisata Kamboja memang kurang moncer.

Meski demikian, bukan berarti negara tersebut tak menarik sama sekali dari segi wisata. Sebaliknya, justru banyak tempat menarik yang barangkali belum banyak diketahui ‘dunia’ dan sangat menantang untuk dijelajahi.

BACA JUGA: Pasar Sentral Kamboja, Asyiknya Belanja Oleh-oleh Khas Kamboja

Nah, jika Sahabat Silir tengah mencari alternatif wisata di kawasan ASEAN dan ingin ‘melihat sesuatu yang baru’, datanglah ke Danau Tonle Sap. Memang apa istimewanya?

Berikut Sibuk Liburan berikan ulasan tentang pesona Danau Tonle Sap, danau air tawar terbesar di Asia Tenggara.

Tentang Tonle Sap

Tonle dalam bahasa Khmer berarti Sungai Besar Air Tawar. Dari pemaknaan inilah kemudian Tonle Sap diartikan sebagai  danau besar. Danau Tonle Sap tercipta akibat tekanan geologi yang terjadi akibat benturan lempeng anak benua India dan lempeng Asia yang kemudian menempati sebuah cekungan.

Dalam ekosistem dunia, Danau Tonle Sap memegang peranan penting, yaitu sebagai titik penting keanekaragaman hayati yang dijadikan biosfer sebagaimana ditetapkan UNESCO pada 1997 silam.

Di kawasan dan sekitar danau ini terdapat spesies satwa liar—yang membuncahkan nostalgia akan kehadiran peradaban Khmer kuno. Danau Tonle Sap terletak di Siem Reap, sebuah provinsi di Kamboja yang terletak di bagian barat laut negara tersebut.

Propinsi ini memegang peranan penting sebagai pusat wisata dan budaya penting di Kamboja lantaran menjadi gerbang masuk menuju kawasan wisata Angkot Wat yang terkenal itu.

Keunikan Tonle Sap

Tak hanya menyandang gelar danau berukuran besar, Tonle Sap juga memiliki beragam keunikan. Pertama, alirannya akan berubah arah dua kali dalam setahun. Kedua, ukuran danaunya bisa mengembang dan mengecil secara dramatis sesuai musim.

Pada bulan November hingga Mei, saat Kamboja mengalami musim kemarau, aliran air Tolne Sap masuk menuju Sungai Mekong di Phnom Penh. Namun, saat tiba musim hujan, mulai bulan Juni, aliran air akan berbalik dari Sungai Mekong dan kemudian mengisi Tonle Sap hingga debit air danau tersebut banyak dan tampak menjadi danau yang sangat besar.

Secara umum, danau tersebut sepanjang tahun relatif dangkal dengan kedalaman 1 meter dan luas 2.700 kilometer persegi. Nah, saat musim hujan tiba dan aliran air berbalik dari Sungai Mekong itulah danau Tonle Sap ‘membengkak’ dan luasnya bisa mencapai 16 ribu kilometer persegi dan kedalamannya menembus 9 meter.

Hal yang menarik dari Tonle Sap adalah meski setiap tahun melebar—lantaran proses banjir, tetapi itu bukan masalah. Cepatnya danau ini terisi endapan tanah bukan menjadi soal bagi ekosistem di sana.

Sebaliknya, sedimentasi danau yang berada di kisaran 0.1-0,16 mm/tahun sejak 5.500 tahun yang lalu—berdasarkan penelitian, tidak membuat ancaman sedimentasi terhadap danau, justru malah menjadi bagian penting dari ekosistem dan menyediakan nutrisi penting yang memicu produktivitas dataran banjir.

Luas dan tingginya volume air yang sampai-sampai membanjiri dataran dan hutan di sekitarnya, justru baik untuk pengembangbiakan ikan. Endapan tahunan yang membawa tanah subur dari Sungai Mekong menjadikan Tonle Sap sebagai lahan perikanan darat paling produktif di dunia.

Tak tangung-tanggung, lahan perikanan tersebut mampu menopang lebih dari tiga juta orang dan menyediakan 75 persen tangkapan ikan tahunan Kamboja. Selaun itu, danau ini juga berperan dalam menyumbang ‘asupan’ protein hewani warga Kamboja hingga 60 persen.

Hal Menarik di Danau Tonle Sap

Tonle Sap benar-benar sebuah keajaiban bagi Kamboja. Selain mampu menyokong perikanan dan sebagai salah sati ekosistem paling hidup di dunia, danau yang juga disebut dengan Boeung Tonle Sap itu menjadi salah satu destinasi wisata penting.

Di danau dengan panjang 250 km dan lebar mencapai 100 km itu, Sahabat Silir bisa mendapatkan berbagai keseruan, mulai dari paket tur pulang pergi, makan siang dan berinteraksi dengan penduduk setempat.

Desa Terapung di Tonle Sap

Bicara soal interaksi dengan penduduk setempat, Sahabat Silir bisa mengunjungi beberapa desa terapung di Tonle Sap.

Chong Khneas

Salah satunya adalah Chong Khneas. Kunjunan ke tempat ini akan lebih syahdu saat musim hujan. Sahabat Sili bakal melihat pemandangan rumah, toko dan juga sekolah yang seolah terombang-ambing di atas air. Di desa ini pula, Sahabat Silir bisa berbelanja souvenir dan membeli makanan ringan.

Kampong Khleang

Dibandingkan dengan Chong Khneas, Kampong Khleang lebih terpencil. Dibutuhkan waktu hingga 2 jam dengan kapal dari pendaratan kapal Phnom Krom untuk menjangkau desa terapung ini. Meski demikian, lelah perjalanan itu akan terbayar saat melihat keberadaan desa terapung dengan populasi terbesar diantara semua desa yang ada di Danau Tonle Sap.

Di desa terapung ini, Sahabat Silir bisa menyaksikan secara langsung bagaimana penduduk lokal beraktivitas sehari-hari, bukan didaratan melainkan di atas air!

Prek Toal

Satu lagi, desa terapung yang bisa Sahabat Silir kunjungi adalag Prek Toal yang merupakan titik awal untuk mengamari burung ke Cagar Biosfer Tonle Sap. Di tempat ini, Sahabat Silir bakal menemukan informasi biosfer juga melihat habitat langsung banyak burung yang terancam punah.

Tak hanya itu, di tempat ini pula, terdapat pusat tenun enceng gondok. Tentu saja, Sahabat Silir bisa melihat langsung beragam tenunan enceng gondok tersebuta atau mungkin berminat meminangnya?

Kampung Phluk

Berbeda dengan desa lainnya yang terapung, Kampung Phluk sebenarnya bukan masuk kategori ‘desa terapung’. Pasalnya, rumah-rumah penduduk bukan mengapung di atas air, melainkan rumah panggung yang tinggi dan berjejer di sepanjang jalan.

Namun, saat debit air danau bertambah, panggung tersebut bakal terendam, sehingga tampak seolah terapung. Daya pikat di desa ini adalah menikmati naik perahu melalui hutan yang banjir akibat luapan air Danau Tonle Sap.

Demikianlah beberapa keunikan yang ada di Tonle Sap, danau air tawar terbesar di Asia Tengara yang ada di Kamboja. Menjelaji danau tersebut akan memberikan pengalaman baru bagi Sahabat Silir. Bukan saja kesenangan, melainkan juga pengetahuan seputar alam dan penduduk sekitar.

Sementara itu, sebagai kota penting, Siem Reap telah berkembang selama beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, tak perlu khawartir saat menjelajah Danau Tonle Sap bakal kesulitan menemukan berbagai fasilitas. Di kawasan ini, Sahabat Silir bakal dengan mudah menjumpai hotel, bar juga pusat perbelanjaan. Menariknya lagi, di pusat kotanya juga memiliki sebuah taman dengan tempat tinggal Raja.

Woow.. menarik bukan?! Oleh karena itu, yuks jinjing ranselmu dan mulailah jalan-jalan di sebuah danau alami terbesar di ASEAN sembari menyusuri berbagai keindahan kota terdekat dengan Angkor tersebut. Jangan lupa, jepret setiap jengkal keindahan Danau Tonle Sap dan bagikan bersama Sibuk Lburan ya. Happy traveling! (y)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Mungkin kamu juga suka

7 Alasan Wajib Banget ke Sun Moon Lake Saat ke Taiwan

Demikian elok Sun moon Lake, sampai-sampai muncul ungkapan ‘seseorang belum benar-benar ke Taiwan jika belum ke Sun Moon Lake. Lalu, apa istimewanya?...

Jadi Pasar Penting, Vietnam Ingin Kunjungan Turis Indonesia Lampaui 100 Ribu pada 2019

Sibuk Liburan - Indonesia bukan saja pasar yang besar bagi produk barang, melainkan juga pasar yang begitu legit dalam bisnis pariwisata. Tak...

Tempat Liburan Terbaik di China Sesuai Musimnya

China memiliki destinasi wisata yang sangat banyak, mulai dari wisata bernuasa budaya, sejarah, belanja, kuliner hingga wisata alam. Pertanyaannya, kapan waktu terbaik...

Bencana Letusan Gunung Vulkanik di Selandia Baru Memakan Korban

Bencana letusan gunung berapi yang terjadi di White Island, Selandia baru pada Senin (9/12) pukul 2.11 PM waktu setempat dikabarkan memakan korban hingga 50...

Spot Diving Terbaik di Dunia, Ada Indonesia Loh!

Sahabat Silir menyukai olahraga air atau traveling yang bersifat under water? Apabila jawabannya iya, barangkali artikel satu ini bisa menjadi referensi tambahan untuk...

Terbaru

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke luar negeri. Paspor sendiri adalah...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok untuk menggambarkan situasi saat ini, di mana dunia sedang...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban jiwa maupun pasien yang terkena virus yang diklaim berasal...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak, melainkan juga lantaran banyaknya kekayaan alam dan budaya yang...

Aneh tapi Nyata! Wine Mengalir di Keran Warga di Italia

Umumnya keran yang tersambung ke rumah akan berisi aliran air bersih untuk kepentingan sehari-hari. Namun, kejadian satu ini aneh bin ajaib!

STEP BY STEP: Cara Membuat Paspor Online Indonesia

Paspor merupakan dokumen penting yang harus dimiliki Sahabat Silir jika ingin bepergian ke...

Karena Virus Corona, Udara Jadi Lebih Bersih

Selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa. Barangkali ini pula ungkapan yng cocok...

Gara-gara KLB Corona, Pasar Klewer Solo Sepi

Terimbasnya virus corona ke Indonesia membawa banyak konsekuensi. Bukan saja soal jatuhnya korban...

8 Tempat Wisata Indonesia yang Wajib Dikunjungi Tahun 2020

Indonesia dikenal sebagai negara yang besar, bukan saja karena jumlah penduduknya yang banyak,...