Virus Corona Merajalela, Indonesia Pilih Bidik Turis India dan Eropa

Kabar soal virus corona masih ‘panas’. Virus yang berasal dari kota Wuhan, China ini masih belum menunjukan tanda-tanda mereda. Sebaliknya, menyusul semakin massifnya penyebaran virus yang diklaim bersumber dari hewan itu, semakin banyak pula negara yang mengalami kerugian, terutama dari sektor pariwisata.

Hal ini dipicu anjloknya kedatangan turis China ke negara bersangkutan. Indonesia tak dipungkiri juga turut merasakan dampak virus tersebut.

Virus Corona Merajalela, Indonesia Pilih Bidik Turis India dan Eropa

Sebagaimana dikatakan oleh Ketua Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, beberapa waktu lalu bahwa sebanyak 20.000 wisatawan mancanegara (wisman) membatalkan perjalanannya ke Bali.

Mayoritas pembatalan tersebut berasal dari turis China. Tak dipungkiri Negeri Tirai Bambu memang menyumbang devisa besar dalam sektor pariwisata, karena menjadi negara terbesar kedua yang warganya banyak melancong ke Indonesia, setelah Malaysia.

Turis China di Indonesia
Ilustrasi turis sedang berfoto

Menyikapi penurunan tersebut, pemerintah pun akhirnya melakukan manuver dengan membidik wisatawan mancanegara (wisman) asal India dan Eropa.

Hal tersebut dikemukakan Deputi Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Nia Niscahya. Kedua wilayah tersebut dipilih bukan tanpa alasan.

“Kami ambil dari India karena (wisman) India secara numbers historis bagus, spending bagus dan terutama (kunjungan) dalam grup,” katanya Nia di Jakarta, Rabu (12/2/2020) yang kemudian dilansir travel.kompas dan Sibukliburan.id kutip.

Ia juga mengungkapkan jika turis India suka datang ke Tanah Air ke Jakarta untuk bisnis dan ke Bali untuk liburan (sebagai destinasi wisata). Lebih dari itu, masyarakat Negeri Hindustan juga memiliki prestise jika menggelar wedding di Pulau Dewata. “Dan wedding di Bali kayaknya berkelas banget (bagi wisman India),” katanya.

Ia menceritakan pernah ada wisatawan asal Negeri Bollywood yang menyelenggarakan pernikahan di Bali dan sampai menyewa ratusan kamar di salah satu hotel. Hal ini menunjukkan jika mereka suka datang berombongan.

BACA JUGA: Sektor Pariwisata Indonesia Terdampak Virus Corona: 20 Ribu Wisman Batal ke Bali

Sementara itu, terkait langkah menggaet turis Eropa, Nia menyebut negara di kawasan itu memiliki karakteristisk sendiri dalam berwisata. Nia mencontohkan Rusia masih menyasar Bali dengan kebiasaan hotel bintang 5 dengan spending besar dan makan di restoran.

Berbeda halnya dengan wisman asal Belanda yang suka ‘meloncat-loncat’ saat piknik. Mereka memiliki kebiasan piknik yang overland atau berpindah-pindang destinasi. Misalnya, mereka pindah dari Sumatera, misalnya, pindah ke Jawa lalu ke Bali. “Atau Bali, kemudian terbang ke Indonesia Timur,” sebutnya.

Sementara itu, virus corona juga telah menyebabkan lumpuhnya banyak kota di China sendiri—yang notabene-nya ‘biang’ dari virus itu sendiri. Kesepuluh kota itu antara lain Wuhan, Guangdong, Jiangxi, Zheijang, Ezhou, Huanggang, Chongqing, Tianjin, Shanghai, dan Beijing.

Sebagian besar dari wilayah tersebut merupakan kawasan destinasi wisata, sehingga sektor wisata di China pun sangat terdampak dengan adanya virus ini. (y)

Mungkin kamu juga suka

Terbaru

Pengen liburan bareng keluarga atau orang-orang tersayang, tapi bingung caranya gimana?

Kami punya paket wisata dan hal-kal yang Anda butuhkan untuk liburan keluar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here