Virus Corona Renggut Lebih Banyak Korban, Libur Imlek di China Diperpanjang

Keputusan itu telah diambil dalam rapat Pimpinan Pusat Partai Komunis China (CPC) yang dipimpim oleh Perdana Menteri Li Keqiang di Beijing, Minggu, (26/1/2020).

0
432
Virus Corona

Imlek pada tahun ini (2020 Masehi), merupakan Imlek yang cukup buruk bagi China. Pasalnya, bertepatanya dengan bulan kedatangan tahun baru China, di negeri ini tengah dilanda bencana ‘besar’, berupa mewabahnya virus Corona.

Virus ini dikabarkan sampai saat ini telah merenggut banyak nyawa. Korban meninggal pun dilaporkan terus bertambah. Hingga Senin, (27/1/2020) korban meninggal sudah mencapai 80 orang. Adapun sebanyak 51 orang telah dipulangkan dari rumah sakit, dan 5.794 lainnya berstatus terduga.

Virus Corona Renggut Lebih Banyak Korban, Libur Imlek di China Diperpanjang

Menyusul wabah pneumonia berat itu, China pun memberikan libur kerja dan sekolah dalam rangkaian Imlek lebih panjang lagi. Sedianya libur tahun baru Imlek berlangsung dari 24 hingga 30 Januari saja, tetapi kejadian ini membuat libur diperpanjang hingga 2 Fabruari mendatang.

Keputusan itu telah diambil dalam rapat Pimpinan Pusat Partai Komunis China (CPC) yang dipimpim oleh Perdana Menteri Li Keqiang di Beijing, Minggu, (26/1/2020).

Virus Corona
Ilustrasi gambar virus

Khusus untuk libur sekolah malahan diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Seharusnya jika tidak ada ‘kejadian luar biasa’ virus Corona anak-anak yang libur semester sejak pertengahan Januari lalu akan masuk pada akhir Februari mendatang.

Rapat pengurus CPC juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai negara untuk memprioritaskan pengiriman staf medis dan peralatan kesehatan, seperti pakaian pelindung dan masker wajah yang saat ini sangat dibutuhkan di Provinsi Hubei, khususnya Kota Wuhan.

Pembukaan jalur hijau juga diperlukan untuk memperlancar kendaraan pengangkut perlengkapan kesehatan dan barang-barang kebutuhan, mempercepat pergantian giliran kerja petugas kesehatan untuk menghindari stres, dan mengebut pekerjaan pembangunan rumah sakit lapangan, sehingga dapat digunakan pada 2 Februari 2020.

Sebagaimana diwartakan Antara, para pemegang kebijakan di China memerintahkan pula untuk melakukan pengetatan arus lalu lalang orang di kawasan pedesaan, kota dan wilayah.

Sementara itu, secara detil hingga Senin (27/1) di Negeri Panda tercatat ada 2.761 kasus. Sebanyak 17 kasus juga dilaporkan terjadi di Hong Kong, Macau, dan Taiwan. Virus Corona diketahui bersarang di Provinsi Hubei yang kemudian menyebar ke daerah bahkan negara lain.

Di propinsi tersebut, dilaporkan terjadi 371 kasus baru, sehingga secara keseluruhan kasus virus corona di kawasan tersebut mencapai 1.423 hingga kabar ini ditulis. Dari jumlah penderita yang terjangkit, 24 orang diantaranya dinyatakan meninggal dan 76 orang dalam keadaan kritis.

Tak hanya berdampak pada kesehatan, menyebarkan virus ini juga menggangu dunia perekonomian. Sektor pariwisata adalah yang jelas tampak kentara terdampak. Akhir pekan lalu dilaporkan telah ada 10 kota di China yang dinyatakan ‘lumpuh’ akibat virus corona.  Wuhan, Guangdong, Jiangxi, Zheijang, Ezhou, Huanggang, Chongqing, Tianjin, Shanghai, dan Beijing.(y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here