Wacana Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo Tuai Polemik

Pemprov NTT berencana menaikan harga tiket masuk ke Pulau Komodo yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo di Labuhan Bajo menjadi USD 500 untuk wisatawan mancanegara dan USD 100 untuk wisatawan domestik

0
305
Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo
Kenaikan Tiket Taman Nasional Komodo

Sibuk Liburan – Wacana kenaikan tiket Taman Nasional Komodo menulai polemik. Adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laikodat yang mencetuskan wacana tersebut. Akibat mencuatnya hal tersebut, kini travel agen di tingkat lokal bahkan sudah merasakan imbasnya. Para calon wisatawan membatalkan tour yang telah dipesan karena alasan kenaikan tarif masuk tersebut.

“Wisatawan yang sudah dan sedang berencana melakukan tour, bahkan yang telah melakukan pemesanan tour package ke Komodo melalui travel agent telah membatalkan bookingan turnya. Dengan alasan rencana kenaikan tarif masuk taman nasional yang sangat mahal,” tulis pernyataan Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp-Mabar), Senin (17/12/2018) seperti dilansir Detik Travel dan dikutip Sibuk Liburan.

Tiket Taman Nasional Komodo

Sebelumnya, Pemprov NTT berencana menaikan harga tiket masuk ke Pulau Komodo yang merupakan bagian dari Taman Nasional Komodo di Labuhan Bajo menjadi USD 500 untuk wisatawan mancanegara dan USD 100 untuk wisatawan domestik. Tarif itu dinilai terlalu mahal, sehingga banyak pihak yang menyatakan tak setuju.

Penolakan itu juga datang dari para pelaku wisata diantaranya yaitu, dari Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Manggarai Barat, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Manggarai Barat, Asosiasi Kapal Angkutan Wisata Manggarai Barat dan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Manggarai Barat. Mereka tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat (Formapp-Mabar).

BACA JUGA: Hanya ada di Banyuwangi! Pesona Api Biru Kawah Ijen

Menanggapi hal itu, Formapp-Mabar pun meminta Pemprov NTT untuk mengkaji ulang wacana tersebut dan mengkondusifkan kembali suasana. Hal itu dapat dilakukan dengan tetap mengajak wisawatan berkunjung ke tanaman nasional yang kondang dengan hewan purbanya itu sampai ada keputusan pemerintah terkait kenaikan tarif masuk ke objek wisata tersebut.

Komodo
Komodo

Dalam rilis tersebut, Formapp-Mabar menyebut wacana kenaikan tiket masuk tersebut akan merugikan banyak pihak. Salah satunya adalah penyedia jasa kapal wisata lokal yang selama ini banyak digunakan oleh para pelancong backpacker atau wisatawan dengan bajet rendah.

“Dari wacana kenaikan tiket di Taman Nasional Komodo, akan banyak pihak yang akan dirugikan, misalnya kapal wisata lokal yang selama ini mengharapkan tamu backpacker atau wisatawan berbajet rendah, dengan kenaikan tersebut maka wisatawan tidak akan datang ke Labuan Bajo dan Komodo sehingga yang rugi adalah kapal wisata lokal karna tidak ada lagi wisatawan yang mengunakan jasa mereka,” terus rilis tersebut.

Sehubungan dengan rencana kenaikan tiket masuk Taman Nasional Komodo, Formapp-Mabar menyampaikan 16 poin yang pada intinya sebagai kecaman atas rencana tersebut. Hal ini mengingat kebijakan tersebut memicu pembatalan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here