Water Puppet Show, Pertunjukan Seni Wayang Unik di Vietnam

Water Pupper Show menggunakan media air sebagai ‘arena pentasnya’. Hal ini mungkin tiada duanya di dunia.

0
628

Vietnam menawarkan banyak destinasi wisata menarik, mulai dari yang bergenre alam hingga budaya. Salah satu wisata budaya yang mampu membuat mata para traveler berdecak kagum adalah Water Pupper Show. Apabila diterjemahkan istilah tersebut berarti Pertunjukan Wayang Air. Pertunjukan Seni Wayang yang satu ini memang terbilang unik.

Wayang memang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, khusunya Jawa. Jenis wayang sangat beragam, mulai dari kalit, kayu hingga orang. Selain wayang orang, umumnya dimainkan di panggung dan layar yang menggunakan gedebog pisang sebagai tempat untuk menancapkan.

Namun, Water Pupper Show menggunakan media air sebagai ‘arena pentasnya’. Hal ini mungkin tiada duanya di dunia.

Tradisi wayang air ini sudah cukup tua, karena berasal dari abad ke-11. Asal-usul kesenian ini dari desa-desa di wilayah Delta Sungai Merah di kawasan Vietnam Utara. Dalam pertunjukan wayang ini, boneka (wayangnya) terbuat dari kayu yang kemudian dipernis.

Mengenal Water Pupper Show yang terkenal 

Pada awalnya, wayang air berfungsi sebagai sarana hiburan bagi kaum aristocrat dan keluarga kerajaan. Lepas dari 1.000 tahun sejak awal kemunculannya, kini wayang air pun mengalami pergeseran fungsi. Kini, wayang air menjadi pertunjukan di berbagai teater modern dan event konservasi dan pelestarian tradisi Vietnam.

Hadir sebagai sebuah pertunjukan untuk menghibur penonton (wisatawan), Water Pupper Show disuguhkan dengan penuh keceraan, pencahayaan yang warna-warni. Selipan kejutan acap kali diberikan bagi penonton.

Water Pupper Show

Meski telah terjadi pergeseran fungsi dari hiburan para bangsawan menjadi hiburan bagi wisatawan, pertunjukan wayang air tetap memperhatikan cerita aslinya. Cerita yang diangkat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari petani di Vietnam, hiburan komunal dan juga legenda sejarah. Tak jarang, cerita yang diangkat dalam wayang air merupakan kehidupan pedesaan Vietnam dan cerita rakyat turun temurun.

BACA JUGA: Nikmati Keindahan Dua Negera dalam Rangkaian Tour Vietnam-China

Apabila dalam wayang kulit di Jawa pertunjukannya diiringi dengan gamelan dan lagu atau gendhing yang dibawakan sinden, wayang air Vietnam juga memiliki tradisi serupa. Dalam pertunjukannya, wayang tersebut juga diiringi dengan musik dan nyanyian khas Vietnam.

Para wayangnya pun memiliki nama berbeda-beda yang mewakili karakter dalam kehidupan nyata. Sebagai contoh Paman Teu yang mewakili seorang petani muda yang miskin. Ada pula Naga yang mewakili roh-roh Vietnam. Tak ketinggalan, tokoh-tokoh seperti Peri, Rubah, Bebek,  juga hadir.

Tibalah kini membahas tentang sesuatu yang paling unik dari pertunjukan wayang air Vietnam. Satu hal yang menarik lagi, wayang air dikendalikan oleh 8 dalang yang beraksi di balik layar lampu. Penonton tidak akan melihat dalangnya, instrumen musik dan lainnya, juga tidak ada tiang pengaturnya. Namun, yang terlihat hanya wayang di permukaan air.

Wayang tersebut beraksi di atas piringan kayu bulat yang dapat memutarinya secara horizontal. Piringan tersebut dihubungkan dengan sebuah palang panjang. Selanjutnya, dalang menggunakan batang besar untuk menopang boneka yang bergerak. Amazing bukan?!

Demikian menariknya, sampai muncul sebutan di kalangan traveler ‘belum bertandang ke Vietnam, jika belum melihat Water Puppet Show. Pertunjukan ini bisa dengan mudah dilihat di teater di beberapa kota besar di Vietnam, seperti di Thang Long Water Puppet Theatre di Hanoi, The Vietnam Puppetry Theatre dan Golden Dragon Water Puppet Theatre di Saigon.

Namun, jika Sahabat Silir ingin melihat pertunjukan tersebut yang kental dengan budaya asli Vietnam, bisa melihat versi yang dipentaskan di pedesaan Vietnam atau museum seperti Yen Duc Village di Provinsi Quang Ninh dan The Museum of Vietnamese History di Saigon atau juga bisa ke wilayah Hanoi. (y)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here